POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Junaida Santi, The Next Megawati

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 6, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Saya kalau lihat Junaida Santi, ingat outside hitter Pink Spider, Jeong Yunju. Mirip walau tak sama. Pemain voli Jakarta Elektrik PLN ini sedang ramai dibicarakan publik. Bahkan, ada yang berani bilang, dia “The Next Megawati Hangestri Pertiwi” Wow…mari kita berkenalan dengan gadis belia ini.

Lahir di Sumatera Utara pada 9 Mei 2007. Ia bukanlah gadis biasa. Ia bukan sekadar pemain voli, tapi fenomena, tsunami, bahkan badai topan kategori 17 yang turun ke lapangan dengan tujuan tunggal, menghancurkan blok lawan dan menyulut semangat satu Indonesia. Usianya baru 17 tahun. Tapi, pencapaiannya sudah seperti perempuan 27 tahun yang hidupnya dihabiskan dalam gym dan mimpi-mimpi tertunda.

Tingginya cuma 177 cm. Santi awalnya dikenal sebagai opposite. Tapi seperti semua pahlawan dalam mitologi, dia berevolusi. Kini, ia jadi outside hitter andalan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025. Bukan cuma andalan, ia adalah panutan, mesin poin, dan kadang-kadang juga mood booster tim.

Perjalanan Santi dimulai dari Bina Remaja Deli Serdang. Ia kemudian hijrah ke Jakarta Elektrik PLN, dan akhirnya menemukan rumah sejatinya di Jakarta Pertamina Enduro, tempat dia menyetrum lawan tanpa ampun dan tanpa kesan berdosa.

Tahun 2025 adalah tahun ketika kalender voli nasional seketika berubah jadi kalender Santi. Ia mencetak 282 poin sepanjang Proliga. Angka yang tidak hanya membuat net bergoyang, tapi juga membuat statistikus resmi Proliga sempat menangis haru. Dari jumlah itu, 242 berasal dari serangan mematikan, 29 dari blok sekeras prinsip mantan yang tak mau balikan, dan 11 dari servis ace yang membuat penonton bergumam, “Itu bola atau peluru kendali?”

Puncaknya adalah saat Final Four Proliga 2025. Dalam laga penuh tekanan, ketika lampu sorot menyinari lapangan seperti panggung teater tragedi Yunani, Santi mencetak 28 poin. Ya, 28 poin dalam satu pertandingan. Lawannya saat itu bukan sembarangan, Iana Shcherban, pemain Rusia yang kalau melompat bisa menyentuh awan, dan Jordan Thompson, legenda voli dari AS yang punya lebih banyak fans dari band indie. Tapi siapa yang bersinar? Junaida Santi, anak Sumatera Utara yang berani main bola seperti sedang menagih utang.

📚 Artikel Terkait

Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

Kueja Lagi Senja Ini

Potensi Tanah Wakaf yang Terbengkalai di Aceh Besar

Pustakawan Cilik

Tak ayal, banyak yang menyebutnya “The Next Megawati Hangestri Pertiwi.” Tapi jangan salah. Dia bukan fotokopi. Dia versi mutakhir. Dia Megawati 2.0, tapi dengan upgrade firmware semangat lokal dan anti-malas bawaan pabrik. Bahkan pelatihnya, Bulent Karslioglu, pria Turki dengan standar tinggi yang biasanya hanya tersenyum pada kemenangan, menyatakan bahwa Santi punya potensi besar untuk main di luar negeri. Itu bukan pujian. Itu ramalan.

Namun di balik segala euforia, Santi tetap membumi. Ketika semua orang sudah sibuk mencetak kaus dengan wajahnya, ia justru berkata bahwa ia masih perlu meningkatkan kemampuan penerimaannya. Gila. Ini seperti Ferrari minta diajarin parkir mundur. Seperti burung elang pengen kursus cara jalan kaki. Kerendahan hatinya membuat malaikat pun terdiam sambil buka catatan amal.

Mimpi Santi? Bermain di liga luar negeri. Jujur saja, mimpi itu bukan lagi khayalan. Itu cuma soal waktu. Kalau hari ini dia smash bola di GOR Ken Arok, bisa jadi besok dia smash bola di Liga Jepang, Korea, dan lusa di Olimpiade, sambil nyemil risoles dari ibu kantin sekolahnya yang legendaris.

Indonesia, banggalah. Dunia, bersiaplah. Junaida Santi bukan sekadar nama dalam daftar pemain. Dia adalah petir yang menjelma manusia, membawa harapan, semangat, dan mungkin juga sedikit trauma untuk lawan-lawannya.

Kalau kamu hari ini merasa lelah, ingatlah, ada gadis 17 tahun dari Deli Serdang yang setiap pagi latihan smash. Berharap sih ia tidak melancarkan smash pada gelas kopi tanpa gula.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Teungku Fakinah; Ulama Perempuan dan Panglima Perang Aceh.

Teungku Fakinah; Ulama Perempuan dan Panglima Perang Aceh.

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00