POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Surat Yasin Terakhir

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 3, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

(True Story)

Malam itu, langit Desa Antibar seperti ikut berkabung. Tidak ada bintang. Tidak ada angin. Hanya diam yang tebal menyelimuti rumah kayu itu, rumah yang selama puluhan tahun menjadi saksi cinta paling tulus, paling sederhana, dan paling suci antara Salim dan Suherni.

Tepat pukul 00.05 WIB, Salim pergi.

Dengan tenang, tanpa suara. Di depan istrinya sendiri. Nafas terakhirnya keluar begitu saja, perlahan, seolah tak ingin menyakiti siapa pun, seolah minta maaf karena harus meninggalkan perempuan yang selalu menemaninya, dalam gelap dan terang, dalam lapar dan kenyang.

Suherni hanya menatap. Tak menjerit. Tak mengutuk takdir. Ia tahu waktunya sudah dekat. Tapi tahu… tidak pernah cukup untuk membuat kehilangan terasa ringan. Ia duduk bersimpuh di sisi jasad suaminya, membuka mushaf kecil yang telah lusuh dipegang berpuluh tahun. Dengan suara parau, ia mulai melantunkan Surat Yasin.

“Yaa Siin…” suaranya pecah, seolah satu-satu huruf itu harus ditarik langsung dari dasar dadanya yang remuk.

Tangis anak-anak mereka terdengar samar di sudut ruangan. Tapi Suherni terus membaca, menyeka air mata dengan ujung mukena, memeluk kehilangan dengan ayat-ayat yang selama ini mereka percaya akan menjadi penghubung di akhirat nanti.

Karena cinta mereka… memang tidak pernah niat untuk berhenti di dunia.

Tiga jam kemudian. Pukul 03.05.

Suherni sampai pada ayat ke-58:

“Salāmun, qawlan min Rabbir-Rahīm.”

📚 Artikel Terkait

Kemana Arah Tuju Kapal Politik Dinasti dan Nepotisme?

Tsunami 2004: Mengenang Tragedi, Meniti Masa Depan

Mengamati Modus Pengemis di Banda Aceh

Angkatan Gila

(Selamat sejahtera, ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.)

Ayat itu selesai. Tapi hidupnya, ikut selesai.

Tangannya gemetar. Bibirnya terdiam. Matanya memandang wajah suaminya untuk terakhir kalinya… lalu ia jatuh. Tubuhnya rebah di atas jenazah Salim, seperti ingin memeluknya sekali lagi, sebelum dunia benar-benar melepaskan mereka.

Semua orang panik. Tapi hatinya sudah tenang. Ia sudah memilih. Ia tidak mau dunia tanpa Salim. Mungkin… Tuhan pun setuju.

Di puskesmas, dokter hanya mengangguk pelan. “Ia pergi dalam keadaan terbaik. Mulutnya masih basah dengan ayat suci,” ucap perawat sambil meneteskan air mata.

Suherni menyusul Salim, dengan cara paling agung yang pernah disaksikan bumi, wafat saat membaca Surat Yasin, di hadapan jenazah lelaki yang ia cintai seumur hidupnya.

Pagi harinya, dua liang lahat berdampingan di pemakaman muslim Desa Antibar. Warga berduyun-duyun. Tangis tak bisa ditahan. Bahkan langit pun tak sanggup menahan gerimisnya.

“Belum pernah aku lihat cinta seperti itu,” ujar Aryadi, mantan kepala desa, dengan mata sembab. “Itu bukan kematian. Itu pertemuan. Dua ruh yang tidak ingin dipisahkan oleh dunia.”

Anak-anak mereka berdiri mematung. Kecil. Bingung. Sunyi. Dalam waktu tiga jam, mereka jadi yatim piatu. Tapi cinta yang membesarkan mereka, cinta yang tak pernah ditulis di buku, tak pernah viral di layar kaca, telah menjadi legenda.

Salim dan Suherni dimakamkan berdampingan. Tidak perlu batu nisan mewah. Karena cinta mereka cukup jadi tanda abadi. Saksi bahwa kesetiaan itu nyata. Bahwa cinta yang berakar pada iman… mampu mengalahkan maut.

Mungkin, ketika malaikat datang, mereka berkata, “Wahai Salim, wahai Suherni… kalian telah selesai. Pulanglah. Bersama.”

Cinta mereka bukan cerita. Cinta mereka adalah pelajaran. Bahwa yang paling setia tidak selalu yang paling lantang. Tapi yang tetap bertahan, sampai akhir, bahkan setelah nafas terakhir.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Chairil Anwar Anak Punk?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00