POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rumah Stasiun

Dahlan IskanOleh Dahlan Iskan
April 29, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 29-04-2025

(Jokowi saat masih menjadi presiden sempat meresmikan Stadiun Pondok Cina yang baru, stasiun ini jadi satu kompleks hunian dan sekolah)

Syukurlah ide lama menggabungkan stasiun KRL dengan rumah susun ternyata sudah terwujud di Jakarta.

Sudah di tiga stasiun. Masih akan terus dikembangkan ke stasiun lain. Tidak lagi hanya ada di Chongqing atau Hong Kong.

Saya happy membaca komentar-komentar di Disway kemarin. Misalnya dari Ulik Kopi –Anda pemilik kafe Ulik?

Di stasiun Pondok Cina sudah dibangun apartemen 940 unit. Di stasiun Rawa Buntu 1.861 unit. Di Tanjung Barat 1.216 unit. “Bangunan bertingkat itu bisa dibilang menyatu dengan stasiun, apalagi yang di Pondok Cina,” tulis Ulik Kopi.

Sewaktu mengoordinasikan KAI dan Perumnas dulu saya sudah sering ke Chongqing. Kota di pedalaman Tiongkok ini memang bisa memberi banyak inspirasi. Pun sampai sekarang.

Terutama tiga tahun terakhir. Setelah Covid-19 berlalu.

Penataan tebing di sepanjang sungai Changjiang, sangat menakjubkan. Para arsitek dan ahli tata kota akan bisa dapat banyak inspirasi dari sana. Menakjubkan. Jauh mengalahkan Hong Kong. Atau Niigata.

📚 Artikel Terkait

Pentingnya Peran Ibu Dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak

Maguen Food Menawarkan Produk Sehat dan Praktis

Pohon Industri Penghancur Negeri: Warisan Kolonialisme Ekonomi di Balik Sawit Indonesia

Kopi dan Musik

Bagaimana tebing di pinggir sungai itu jadi cafe dan kios wisata setinggi setara 11 lantai. Di tebing yang lain jadi ratusan cafe out door seperti menghiasi tebing. Cahayanya gemerlap, melantul pula di air sungai Changjiang dan Jialing.

Jakarta akhirnya melaksanakan juga ide itu. Pengacara dan detektif partikelir Boyamin Saiman juga kirim WA ke saya: di stasiun Rawa Buntu dekat BSD sudah ada apartemen di stasiun KRL. Dikembangkan oleh Perumnas (BUMN). Dari rencana 3 tower sudah selesai 1 tower. Saat ini sudah mulai dibangun tower kedua. Harga kisaran 400 juta. Laris manis .

Boyamin juga mengingatkan saya: tiket KRL sekarang Rp. 3000. Bukan Rp 1.500 lagi.

Boyamin tahu persis semua itu. Ia tergolong orang kaya yang suka naik KRL. Di stasiun tujuan nanti, di Jakarta, ia naik ojek ke kantor. Hampir setiap hari seperti itu. Praktis. Cepat. Di KRL bisa sambil bekerja pakai HP. Kebalikannya kalau ia naik mobil dari BSD.

Sejak dulu pun yang saya incar memang perumnas. Bekerja sama dengan KAI. Sama-sama BUMN. Akhirnya jadi kenyataan.

Itu sangat baik. Tapi bukan yang terbaik. Pembicaraan antara KAI dan Perumnas terlalu makan waktu. Sama-sama punya ego. Sama-sama ingin dapat keuntungan lebih besar.

Akhirnya orientasinya bisnis. Harus untung. Harus balik modal dengan cepat. Itu tidak salah. KAI dan Perumnas adalah perusahaan, meskipun statusnya BUMN.

Dengan contoh nyata di tiga lokasi itu KAI dan Perumnas sudah memecahkan kebekuan. Tinggal apakah seterusnya masih seperti itu. Atau lebih diarahkan untuk tujuan bernegara yang lebih baik.

Sepanjang pendekatannya tetap bisnis maka berapa pun rumah dibangun tidak bisa memecahkan persoalan kampung kumuh. Rumah susun kian banyak tapi perumahan kumuh tidak berkurang. Kampung miskin tetap jadi warisan dari satu gubernur ke gubernur berikutnya.

Kita harus ingat: kepentingan utama rumah di stasiun adalah untuk mereka yang berpenghasilan tetap tapi rendah, yang tiap hari ke tempat kerja di jalur itu. Bukan untuk mereka yang ingin investasi. Atau untuk jadi rumah kedua apalagi ketiga.

Masih begitu banyak stasiun yang bisa dibuat seperti Rawa Buntu. Gubernur DKI Jakarta bisa ikut terjun. Bukan untuk bisnis. Harus lebih banyak untuk mengurangi kampung kumuh di Jakarta. Mereka jangan digusur jauh. Itu akan mencabut akar dan ekonomi mereka. Tapi kalau di ”gusur” ke rumah susun di stasiun justru memperkuat akar mereka.

KAI dan Perumnas sudah memulai di tiga lokasi. Betapa cepat kalau gubernur Jakarta ikut membawanya lari.(Dahlan Iskan)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Di Balik Suami yang Sukses, Ada Istri yang Hebat

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00