POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

103 Jenderal Melawan Gibran, Opera Sabun Rasa Demokrasi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 26, 2025
103 Jenderal Melawan Gibran, Opera Sabun Rasa Demokrasi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Roy Suryo, dr Tifa sering menyerang Gibran. Sekarang giliran 103 jenderal purnawirawan malah minta Gibran diganti jadi Wapres. Semakin seru, yok kita kupas sambil seruput kopi.

Sinar matahari belum sempat menyapa Istana Wapres, tapi jagat dunia maya sudah membara, seolah langit Jakarta dibelah dua oleh suara 103 jenderal purnawirawan yang turun gunung. Bukan untuk berziarah atau reuni Purnama Camp, melainkan menyerukan agar Gibran Rakabuming Raka angkat kaki dari kursi Wakil Presiden.

Brak! Satu surat terbuka berisi tanda tangan jenderal-jenderal kawakan yang rata-rata sudah lebih dulu hafal peta geopolitik ASEAN dari kita hafal jalan ke Indomaret. Seratus tiga jenderal, wak! Itu kalau dijajar satu baris bisa bikin arak-arakan parade militer level sinetron Korea, epik, dramatis, dan penuh kilas balik.

Mereka bilang demokrasi kita sedang sakit keras, seperti sinyal HP di basement parkiran. Mereka menuding proses pemilu cacat logika karena melibatkan Mahkamah Konstitusi yang (plot twist!) ternyata pamannya Gibran sendiri duduk di dalamnya. Anwar Usman, nama yang kini bisa bikin satu warung kopi mendadak jadi ruang kuliah hukum tata negara.

Tapi, mari kita balik kamera ke tokoh utama, Gibran Rakabuming Raka. Lahir 1 Oktober 1987, putra sulung Presiden Jokowi yang, sejak kecil mungkin sudah terbiasa melihat rapat kabinet lebih sering dari pada kartun P-Man. Pendidikan? Singapura dan Inggris. Gelar sarjana? Cek. Pengalaman politik? Wali Kota Solo, 2021–2024. Usia waktu dilantik Wapres? Tiga puluh tujuh, menjadikannya Wakil Presiden termuda sepanjang sejarah Republik yang kadang suka lupa nyalakan lampu demokrasi ini.

Kiprahnya sebagai pengusaha pun tidak bisa diremehkan. Ia mendirikan Chilli Pari, jasa katering dengan filosofi sederhana, kalau nggak bisa mengubah dunia, minimal bisa ngenyangin tamu seminar. Tapi siapa sangka dari dapur pernikahan bisa melompat ke podium kekuasaan, dan sekarang duduk di kursi nomor dua negara? Yang apabila nomor satu mangkat, ia bisa jadi nomor satu.

Pemilihannya sebagai cawapres, disokong Koalisi Indonesia Maju (KIM), juga bukan perkara sepele. Ini bukan arisan RT. Ini Pilpres. Didukung undang-undang yang, berkat putusan MK, mendadak lentur seperti karet gelang kena panas matahari. Batas usia 40 tahun diubah. Asalkan pernah jadi kepala daerah, kamu bisa nyalon. Dan boom! Gibran memenuhi syarat. Kritikus menyebut ini “politik dinasti”, pendukung menyebut ini “politik regenerasi”, sementara netizen cuma ngetik, sip, udah fix sinetron Ramadan level nasional.

📚 Artikel Terkait

Talam Dua Muka di Padang Pasir

Rangkaian Puisi Delia Rawanita

Gerimis Pagi ini

Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku?

Pemilu Oktober 2023 pun berlangsung. Prabowo-Gibran menang. Rakyat memilih. KPU sahkan. Pelantikan berlangsung 20 Oktober 2024. Sejarah tercipta. Selfie-selfie bermunculan. Netizen menulis caption, “Gibran vibes, anak muda juga bisa!”

Lalu tiba-tiba, surat terbuka jenderal purnawirawan. Layaknya babak baru dalam telenovela demokrasi, mereka minta Gibran mundur. Argumennya, cacat etik, konstitusionalitas dipertanyakan, demokrasi tercabik. Kalau demokrasi ini orang, mungkin sudah rebahan di UGD dengan infus hak pilih dan oksigen partisipasi publik.

Namun, respons dari pendukung Gibran tak kalah dramatis. Dari influencer sampai nenek-nenek yang baru belajar buka Tiktok, semua menyerukan satu kalimat sakti, “Gibran dipilih secara sah, demokratis, dan sahih menurut KPU!” Bahkan beberapa membandingkan aksi 103 jenderal ini dengan konser nostalgia yang tiketnya dibagikan gratis tapi panggungnya kosong karena rakyat sudah move on.

Gibran sendiri? Tenang. Tak ada pidato. Tak ada air mata. Tak ada drama. Hanya senyuman tipis seperti aktor sinetron senior yang tahu kalau episode ini cuma filler belaka. Ia paham, badai di medsos itu ibarat hujan di musim promo online: datang tiba-tiba, tapi cepat berlalu.

Lalu apa selanjutnya? Apakah 103 jenderal akan kirim surat lagi? Apakah Gibran akan tiba-tiba naik motor trail dan pidato pakai mikrofon dari mushola? Atau kita semua akan lanjut hidup seperti biasa, nonton FYP sambil ngopi liberika?

Yang jelas, drama ini belum tamat. Tapi satu hal pasti, di negeri ini, kadang yang paling keras bersuara bukan yang paling benar, tapi yang paling rajin bikin surat terbuka.

Gibran? Ia tetap di situ, duduk manis di kursi wapres, sambil mikir, “Seratus tiga jenderal, ya? Kira-kira butuh berapa porsi Chilli Pari buat ngademin mereka?”

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00