• Latest
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at

Teungku Chik Tanoh Abee; Ulama Mujahid dan Qadhi Rabbul Jalil Aceh

April 23, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Teungku Chik Tanoh Abee; Ulama Mujahid dan Qadhi Rabbul Jalil Aceh

Nurkhalis Muchtarby Nurkhalis Muchtar
April 23, 2025
Reading Time: 4 mins read
Memaknai Kekhususan Hari Jum’at
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. MA Teungku Chik Tanoh Abee, berasal dari keturunan ulama dan pejuang. Asal muasal keturunan Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee berasal dari Timur Tengah, tepatnya di Baghdad Irak. Teungku Chik Abdul Wahab merupakan generasi kelima dari Syekh Fairus al-Baghdadi, seorang ulama besar  Baghdad yang hijrah ke Aceh pada masa kesultanan […]

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. MA

Teungku Chik Tanoh Abee, berasal dari keturunan ulama dan pejuang. Asal muasal keturunan Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee berasal dari Timur Tengah, tepatnya di Baghdad Irak. Teungku Chik Abdul Wahab merupakan generasi kelima dari Syekh Fairus al-Baghdadi, seorang ulama besar  Baghdad yang hijrah ke Aceh pada masa kesultanan Sultan Iskandar Muda. 

Syekh Fairus berangkat ke Aceh, ketika di Baghdad berkuasa pemimpin yang berbeda pemahaman agama dengannya. Tiba di Aceh, melihat keilmuan dan keulamaannya, maka Sultan Iskandar Muda mengangkat Syekh Fairus sebagai Qadhi Rabbul Jalil yaitu penasehat agama untuk Panglima Sagi satu tingkat di bawah Qadhi Malikul Adli yang dikenal dengan Syekhul Islam atau penasehat kerajaan yang masyhur dengan istilah Mufti seperti Syekh Abdurrauf al-Singkili.

Syekh Fairus memiliki anak, namanya Teungku Chik Nayan al-Fairusi yang merupakan murid dari Syekh Baba Daud Rumi, pengarang kitab Masailal Muhtadin, seorang ulama berdarah Turki, murid dari Syekh Abdurrauf Singkel yang kedua-duanya berkubur di Kuala. Disebutkan bahwa Syekh Nayan al-Fairusi diperintahkan oleh gurunya Syekh Daud Baba Rumi setelah menyelesaikan pendidikan di Dayah Leupeu Peunayong, untuk membangun lembaga pendidikan sendiri di Tanoh Abee. Sehingga generasi selanjutnya setelah Syekh Nayan yang memimpin lembaga pendidikan Tanoh Abee atau Dayah Tanoh Abee disebut dengan Teungku Chik di Tanoh Abee. 

Pelanjut Dayah Tanoh Abee setelah Syekh Nayan al-Fairusi merupakan Teungku Chik Abdurrahim al-Hafidz yang generasi berikutnya dipimpin oleh Teungku Chik Muhammad Saleh al-Fairusi. Beliau pengarang Kitab Asrarul Hudud yang juga menjabat sebagai Qadhi Rabbul Jalil ayah dari Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee, yang merupakan karib dari Teungku Chik Di Tiro Pahlawan Nasional. 

Teungku Chik Abdul Wahab wafat di tahun 1894 dalam pengasingannya. Sebelumnya di tahun 1891 telah wafat terlebih dahulu Teungku Chik Di Tiro setelah memimpin perang selama sepuluh tahun 1881-1891. Masa perang yang paling kelam dalam peperangan Belanda, di mana mereka hanya mampu bertahan di benteng-benteng mereka. 

Karena pada masa ini banyak Teungku Chik atau ulama besar yang ikut memperkuat perjuangan Teungku Chik Di Tiro seperti: Teungku Chik Pantee Kulu, Teungku Chik Dirundeng, Teungku Chik Oemar Diyan, Teungku Haji Muda Kruengkalee, Teungku Chik Ahmad Buengcala, Teungku Chik Pentee Gelima dan banyak para ulama dan bangsawan lainnya. 

Setelah wafatnya Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee, beberapa ulama yang menjadi sasaran penangkapan oleh Belanda hijrah ke Yan Keudah,  Malaysia di antaranya Teungku Chik Oemar Diyan dan Teungku Chik Muhammad Arsyad Diyan yang membentuk generasi ulama sesudahnya seperti Teungku Haji Hasan Kruengkale, Teungku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri, Teungku Abdullah Lam U, Teungku Muhammad Saleh Lambhuk dan ulama lainnya. 

Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee kemungkinan besar sezaman dengan ulama dari Banten Syekh Nawawi al-Bantani, pengarang banyak kitab. Karena Teungku Chik Abdul Wahab ketika di Mekkah berguru kepada Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan yang merupakan mufti dalam Mazhab Syafi’i pada zamannya, dan juga merupakan guru dari Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Sayyid Bakri Syatta pengarang Kitab Hasyiah I’anatuththalibin. 

Tahun lahir Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee tidak diketahui, namun Syekh Nawawi Banten lahir di tahun 1813 dan wafat di tahun 1897 dalam usia sepuh 84 tahun. Adapun Syekh Sayyid Bakhri Syatta lahir tahun 1844 dan wafat di tahun 1896 beliau merupakan guru dari Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, ulama Padang yang pernah menjadi Imam, Khatib, Mufti Syafi’i pada kurun terakhir di Mekkah. 

Dapat dipastikan Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee seusia dengan Syekh Nawawi al-Bantani. Disebutkan bahwa Teungku Chik Tanoh Abee adalah ulama yang membaiat para teuku dan hulu balang yang akan mengikuti perjuangan di bawah komando Teungku Chik Di Tiro dengan disaksikan oleh Teuku Panglima Polem, ulama dan Ulee Balang Aceh. 

Selain sebagai ulama, Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee juga seorang kolektor terkenal yang banyak mengoleksi manuskrip kuno tulisan dan kitab-kitab ulama terdahulu termasuk karya dari Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Samsuddin Sumatrani dalam kajian tasauf. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Awalnya manuskrip tersebut sampai 10.000 naskah, namun pada masa peperangan dengan Belanda banyak yang dibakar hingga tersisa 3000 manuskrip, yang juga masih besar untuk ukuran Asia Tenggara. Manuskrip kuno tersebut dijaga oleh keturunan beliau hingga pada masa Abu Dahlan Tanoh Abee, ulama kelahiran 1943 cicit dari Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee. Koleksi Manuskrip Dayah Tanoh Abee terbuka untuk umum setelah Tsunami 2006, mengingat manuskrip di Aceh lainnya hilang bersama gelombang Tsunami. 

Sehingga keberadaan Manuskrip Tanoh Abee merupakan warisan intelektual yang sangat berharga bagi Aceh secara khusus dan Indonesia secara Umum. Sebagai seorang ulama pimpinan dayah, tokoh masyarakat, pejuang dan Qadhi Rabbul Jalil, tentu kiprah Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee sangatlah besar peranannya, dan khusus untuk koleksi manuskrip kuno beliaulah satu-satunya ulama yang memilikinya, bahkan beliau juga menulis mushaf Al-Qur’an dengan taangannya. Setelah pengabdian yang panjang dan besar, maka wafatlah ulama tersebut di tahun 1894. Rahimahullah Rahmatan Wasi’atan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Walid KW Super Muncul di Lombok

Walid KW Super Muncul di Lombok

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com