• Latest
Dr Warsito dan Dua Dokter Bejat

Dr Warsito dan Dua Dokter Bejat

April 17, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dr Warsito dan Dua Dokter Bejat

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
April 17, 2025
Reading Time: 2 mins read
Dr Warsito dan Dua Dokter Bejat
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah mengulas secara singkat siapa Dr. Warsito Purwo Taruno. Beliau bukan cuma dokter, tapi pahlawan sains, penemu alat ECCT, si pembunuh sel kanker yang lebih tajam dari sindiran mantan pas debat malam minggu. Dunia mengakui kehebatannya, walau di negeri sendiri kadang malah ditanya, “Ini alat bisa transfer pulsa, enggak?”

Namun di sisi lain, ada… ehm… dua makhluk yang juga memakai jas putih dan menyandang titel “dokter.” Sayangnya, lebih cocok disebut “dosen tamu dari neraka semester pendek”. Mereka bukan menyembuhkan, tapi malah bikin orang trauma sampai perlu dokter lagi buat ngobatin luka batin akibat ulah mereka. Ironis? Lebih ironis dari sinetron tukar bayi.

Kasus pertama datang dari Pontianak. Duh, daerah gue ni, wak. Malu sih. Kabar terpanasnya, ada oknum dokter bernama Priguna Anugerah Pratama diduga bukan cuma meresepkan obat, tapi juga membius keluarga pasien. Maaf nih, lalu melakukan tindakan pelecehan seksual. Wow, selamat! ente telah mempraktikkan spesialisasi yang tidak ada di kurikulum kedokteran mana pun, psikopatologi praktikal!

Lokasi kejadiannya pun bukan tempat sembarangan, wak. Ini terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Rumah sakit besar, tempat orang berharap sembuh, bukan malah dibikin trauma seumur hidup. Judul sinetronnya, “Bius, Abuse, dan Mampus!” 

Lanjut ke kasus kedua. Kali ini datang dari Garut, tanah dodol dan kesabaran yang diuji. Seorang oknum dokter kandungan bernama M. Syafril Firdaus ditangkap karena diduga melecehkan pasien ibu hamil saat pemeriksaan USG. Lah, itu USG, Bang. Ultra Sound Gelombang, bukan Ultra Sentuhan Gatal!

Sumpah demi stetoskop dan tensimeter, kita semua berharap dokter itu cuma mimpi buruk kolektif. Tapi sayangnya, ini bukan episode “Doctor Strange” di Marvel. Ini Doctor Stranger Things.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Dua kasus ini bikin kita berpikir, apakah sumpah Hipokrates zaman sekarang sudah diubah jadi sumpah “Hipokrit Sejati”? Yang disumpah bukan lagi untuk menyelamatkan, tapi untuk “membius dan menyentuh tak diundang”? Atau jangan-jangan, ada kelas mata kuliah rahasia waktu koas, “Etika Pelecehan 101?”

Sementara Dr. Warsito susah payah memperjuangkan alat penyembuh kanker dan malah kadang dipandang sinis di negeri sendiri, dua “dokter” ini justru dengan percaya dirinya melakukan aksi bejat, seolah dunia ini milik mereka dan pasien adalah kelinci percobaan (yang sayangnya tidak setuju ikut eksperimen).

Dunia medis kita perlu cuci tangan lebih dari sekadar 20 detik. Butuh disikat pakai moral, disabuni etika, dan dibilas dengan rasa kemanusiaan.

Karena kalau begini terus, nanti masyarakat lebih percaya dukun beranak dari dokter kandungan. Setidaknya, dukun beranak enggak pake gel aneh-aneh pas periksa.

Selamat datang di negeri di mana dokter jenius harus berjuang sendirian, dan dokter bejat justru sempat punya pasien. Kita tunggu keadilan datang… semoga enggak kena antrean BPJS.

#camanewak

ADVERTISEMENT

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Ada Hercules di Ijazah Palsu: Sekadar Mitologi

Ada Hercules di Ijazah Palsu: Sekadar Mitologi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com