POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Mengenal Petinggi Wilmar Group Penyuap Tiga Hakim 60M

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 16, 2025

Sumber foto (era.id)

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Sebuah pameran fashion tak biasa kembali digelar oleh Kejaksaan Agung. Kali ini bukan Paris Fashion Week, melainkan “Justice Catwalk” bertema Jaket Pink dan Wajah Tanpa Penyesalan. Model utamanya, tiga hakim yang disuap. Djuyamto, Agam Syarif Baharudin, dan Ali Muhtarom. Sebelumnya kepala geng tiga hakim itu, Muhammad Arif Nuryanto sudah dipamerkan duluan.

Aura bintang mereka terpancar terang di depan kamera, dengan senyum tipis setebal dosa berjamaah. Bukan penyesalan yang terpancar, tapi vibe “kenapa baru sekarang ditangkap sih?”

Tapi pertanyaan publik justru lebih absurd dari kasusnya, kenapa yang nyuap gak dipajang juga? Bukankah ini kolaborasi sejati? Harmoni antarlapis dosa yang ideal? Masa iya, pelukis lukisan neraka gak diajak masuk pameran?

Masuklah nama Muhammad Syafei, pejabat gagah dari Wilmar Group, yang rupanya bukan sekadar Head of Social Security and License, tapi juga Head of Suap dan Lolosin Korporasi Berdosa. Ia bukan sembarang penyuap. Ia adalah arsitek keadilan jadi-jadian dengan anggaran Rp 60 miliar. Ini bukan duit receh dari kotak amal, tapi lembaran suci penuh harapan, harapan untuk lepas dari jerat hukum.

Awalnya, Syafei cuma “iseng” nawarin Rp 20 M ke Ketua PN Jaksel, Muhammad Arif Nuryanta, untuk beli vonis bebas. Tapi Arif, mungkin sedang terinspirasi oleh Tokopedia, langsung bilang, “Naikin dong jadi Rp 60 M, biar bisa checkout tiga korporasi langsung!” Beli satu, bebas tiga, promo paling gila dalam sejarah peradilan Indonesia.

Lalu, duit mengalir seperti minyak goreng oplosan, melalui pengacara Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri. Pertemuan dilakukan di Restoran Daun Muda, bukan ruang sidang. Karena di negara +62, kadang hukum ditakar bukan di meja hijau, tapi di meja makan, ditemani seafood dan sambal matah. Bahkan ada pertemuan strategis lanjutan di Layer Seafood Sedayu, di mana mereka diskusi bukan soal pasal, tapi level kematangan kejahatan.

📚 Artikel Terkait

Ketika Sumatera Menangis, Sastra Menjadi Saksi

Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump

Aku dan Bumbu Dapur

Aceh Tamiang, Derita Berkepanjangan

Mari kita bayangkan adegannya, wak! Di pojok restoran, para elite hukum berkumpul. Ada yang nyicip kerang saus Padang sambil berkata, “Kalau cuma Rp 20 M, belum bisa saya putus lepas. Tambah dong.” Yang lain membalas sambil nyedot es kelapa muda, “Tenang, Syafei sudah siap transfer. Kita go international!”

Absurd? Tidak. Ini nyata. Di negeri ini, absurditas adalah realitas harian.

Hakim bisa jadi pahlawan TikTok, jaksa bisa jadi selebgram, dan pengacara bisa merangkap kurir. Semua ada slotnya dalam mafia hukum kita yang berperforma tinggi dan minim rasa malu.

Yang paling menyayat, para pelaku tampil on camera dengan raut wajah “eh, ini kenapa viral?” Padahal yang mereka lakukan bukan cuma kejahatan, tapi penghianatan terhadap akal sehat publik.

Kasus ini hanya ujung gundukan es yang mengambang di laut keputusasaan. Di bawahnya, ada jaringan mafia yang mungkin sudah lama tertawa melihat rakyat ribut soal “aturan main” padahal permainan sudah disabotase dari awal. Vonis bukan soal pasal, tapi harga. Keputusan bukan soal kebenaran, tapi koneksi.

Kita hidup di negeri di mana hukum bisa dinegosiasikan di parkiran, di WhatsApp, atau di pinggiran piring seafood. Tapi jangan takut. Selama jaket pink masih ada, akan selalu ada “drama tahunan” untuk menghibur rakyat, memberi harapan palsu bahwa hukum masih hidup. Padahal ia sudah mati sejak lama, dikubur di antara tumpukan kuitansi suap dan nota seafood.

Foto Ai, hanya pemanis saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00