• Latest
Membaca Sabariah Bahari

Membaca Sabariah Bahari

Maret 30, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membaca Sabariah Bahari

Sebuah Perjalanan dalam Sastra Melayu

Didin Tulusby Didin Tulus
Maret 31, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: Artikel
Membaca Sabariah Bahari
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Didin Tulus

Sabariah Bahari adalah nama yang bersinar dalam dunia sastra Melayu. Sebagai seorang penyair, cerpenis, dan penulis rencana, Sabariah menorehkan jejak mendalam melalui karyanya yang penuh makna dan estetika. Ia tidak hanya dikenal sebagai pengarang berbakat, tetapi juga sebagai pecinta buku yang sejati. Membaca Sabariah Bahari berarti menyelami kekayaan emosi, kebijaksanaan, dan kekuatan bahasa yang ia suguhkan dalam karya-karyanya.

Awal Perjalanan Literasi: Sebuah Fondasi yang Kokoh

Kecintaan Sabariah terhadap dunia sastra dimulai sejak usia dini. Pada usia delapan tahun, ia telah mengkhatamkan berbagai novel klasik, seperti ‘Merantau ke Deli’ dan ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’ karya Hamka, serta ‘Siti Nurbaya’ oleh Marah Roesli. Bacaan-bacaan ini bukan hanya mengisi masa kecilnya, tetapi juga membentuk pemahamannya tentang kompleksitas kehidupan dan keindahan narasi. Novel-novel seperti ‘Salina’ oleh A. Samad Said dan ‘Salah Asuhan’ karya Abdoel Moeis memperkaya wawasan dan sensibilitasnya terhadap realitas sosial dan budaya.

Tidak hanya terbatas pada karya-karya Indonesia, Sabariah juga terpapar pada ragam literatur Melayu klasik dan modern. Karya-karya ini menjadi batu loncatan baginya untuk memahami dinamika manusia, sehingga kelak terlihat dalam tulisan-tulisannya yang mendalam.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Pecinta Buku yang Tak Pernah Puas

Hidup Sabariah tidak dapat dipisahkan dari buku. Setiap kali ia pergi ke pusat perbelanjaan, kedai buku selalu menjadi tujuannya. Baginya, berada di antara rak-rak buku adalah sebuah kebahagiaan. Kecintaan ini juga tercermin dari kebiasaannya membawa pulang koper penuh buku setelah perjalanan ke berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Eropa, dan Timur Tengah.

Saat mengunjungi sebuah kedai buku, hatinya berbunga seperti menemukan surga kecil. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperdalam cintanya pada dunia literasi. Buku menjadi teman setia yang mengiringi langkah Sabariah dalam setiap perjalanan hidupnya.

Karier sebagai Pengarang

Sabariah Bahari memulai karier kepengarangannya dengan beragam kontribusi di berbagai media. Karya-karyanya hadir dalam majalah dan koran seperti ‘Dewan Sastera’, ‘Mingguan Malaysia’, dan ‘Berita Minggu’. Ia tidak membatasi dirinya pada satu genre saja, tetapi merambah ke puisi, cerpen, dan artikel rencana.

Keberhasilannya di dunia sastra diakui secara luas. Pada tahun 1996, ia memenangkan Hadiah Utama dalam genre puisi pada ajang Hadiah Sastera Utusan Melayu-Public Bank. Tahun berikutnya, ia kembali meraih penghargaan untuk genre puisi pada ajang yang sama. Karya-karya Sabariah juga kerap dimuat dalam antologi bersama, seperti ‘Wacana Hitam Putih’, ‘Api KL Belum Terpadam’, dan ‘Sumpah Setia Bangsa’. Dengan kontribusi yang luas ini, ia turut memperkaya dunia sastra Melayu dengan suara dan perspektifnya.

Puisi sebagai Ekspresi Jiwa

Puisi Sabariah Bahari memiliki kekuatan untuk menyentuh hati pembaca. Salah satu puisi terkenalnya, ‘Bacalah Dalam Bahasamu’, dimasukkan dalam teks modern Kesusasteraan Melayu KBSM untuk pelajar Tingkatan 4 dan 5. Hal ini menunjukkan pengakuan atas kualitas dan relevansi karyanya di dunia pendidikan. Puisi-puisinya tidak hanya menjadi bahan renungan, tetapi juga alat untuk memperkenalkan siswa pada keindahan bahasa Melayu.

Melalui puisi, Sabariah menyampaikan berbagai tema, mulai dari cinta, kemanusiaan, hingga isu-isu sosial. Ia memanfaatkan keindahan bahasa sebagai alat untuk mengangkat nilai-nilai universal yang relevan di setiap zaman.

Cerpen dan Kisah dalam Antologi

Selain puisi, Sabariah juga dikenal sebagai cerpenis. Cerpen-cerpennya termuat dalam antologi bersama seperti ‘Talian Kasih’ dan ‘Riak Kabus Danau Meninjau’. Dalam cerpen-cerpen ini, ia menghadirkan karakter yang hidup dan narasi yang menggugah. Sabariah mampu meramu cerita-cerita sederhana menjadi refleksi yang mendalam tentang kehidupan manusia.

Warisan Sastra yang Menginspirasi

Sabariah Bahari bukan hanya seorang penulis, tetapi juga seorang inspirator. Karya-karyanya menjadi saksi kecintaan dan dedikasinya terhadap dunia sastra. Melalui puisi, cerpen, dan tulisan-tulisannya, ia meninggalkan jejak yang tidak akan pernah pudar dalam sejarah sastra Melayu. Sabariah membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang, menyentuh hati, dan menginspirasi generasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

Membaca Sabariah Bahari adalah membaca kehidupan dalam berbagai dimensinya. Karyanya adalah cerminan dari kecintaan terhadap budaya, bahasa, dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dengan itu, Sabariah tidak hanya menjadi seorang penulis, tetapi juga seorang penjaga dan pengembang tradisi sastra Melayu yang kaya.
***

Didin Tulus
Lahir di Bandung berjuluk Paris Van Java, kota kecil di Jawa Barat. Tidak ada yang istimewa dalam  perjalanan menulis, selain memberi kepuasan batin yang tiada tergantikan oleh apapun. Tulisan berupa artikel memoar pendek dimuat diberbagai media onlen seperti. #Penyunting, editor dari beberapa buku sudah 150 judul buku yang ditangani. Buku sunttingan terbaru: WARISAN KEMALA – pemikiran sastrawan negara Malaysia (kmp esai), Puncak Puncak Budaya (esai Sunda), Panganteur Kana Papatet Hirup (esai Sunda).
Kini sedang bergiat literasi di kota Cimahi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Transformasi Ketenagakerjaan: Otomatisasi sebagai Katalis Perubahan

Transformasi Ketenagakerjaan: Otomatisasi sebagai Katalis Perubahan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com