POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Membaca Sabariah Bahari

Sebuah Perjalanan dalam Sastra Melayu

Didin TulusOleh Didin Tulus
March 30, 2025
Tags: Artikel
Membaca Sabariah Bahari
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Didin Tulus

Sabariah Bahari adalah nama yang bersinar dalam dunia sastra Melayu. Sebagai seorang penyair, cerpenis, dan penulis rencana, Sabariah menorehkan jejak mendalam melalui karyanya yang penuh makna dan estetika. Ia tidak hanya dikenal sebagai pengarang berbakat, tetapi juga sebagai pecinta buku yang sejati. Membaca Sabariah Bahari berarti menyelami kekayaan emosi, kebijaksanaan, dan kekuatan bahasa yang ia suguhkan dalam karya-karyanya.

Awal Perjalanan Literasi: Sebuah Fondasi yang Kokoh

Kecintaan Sabariah terhadap dunia sastra dimulai sejak usia dini. Pada usia delapan tahun, ia telah mengkhatamkan berbagai novel klasik, seperti ‘Merantau ke Deli’ dan ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’ karya Hamka, serta ‘Siti Nurbaya’ oleh Marah Roesli. Bacaan-bacaan ini bukan hanya mengisi masa kecilnya, tetapi juga membentuk pemahamannya tentang kompleksitas kehidupan dan keindahan narasi. Novel-novel seperti ‘Salina’ oleh A. Samad Said dan ‘Salah Asuhan’ karya Abdoel Moeis memperkaya wawasan dan sensibilitasnya terhadap realitas sosial dan budaya.

Tidak hanya terbatas pada karya-karya Indonesia, Sabariah juga terpapar pada ragam literatur Melayu klasik dan modern. Karya-karya ini menjadi batu loncatan baginya untuk memahami dinamika manusia, sehingga kelak terlihat dalam tulisan-tulisannya yang mendalam.

Pecinta Buku yang Tak Pernah Puas

Hidup Sabariah tidak dapat dipisahkan dari buku. Setiap kali ia pergi ke pusat perbelanjaan, kedai buku selalu menjadi tujuannya. Baginya, berada di antara rak-rak buku adalah sebuah kebahagiaan. Kecintaan ini juga tercermin dari kebiasaannya membawa pulang koper penuh buku setelah perjalanan ke berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Eropa, dan Timur Tengah.

Saat mengunjungi sebuah kedai buku, hatinya berbunga seperti menemukan surga kecil. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memperdalam cintanya pada dunia literasi. Buku menjadi teman setia yang mengiringi langkah Sabariah dalam setiap perjalanan hidupnya.

Karier sebagai Pengarang

📚 Artikel Terkait

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

Detik-detik STY, Dipecat atau Tidak

Mawar Yang Tak Lagi Mekar

Trio Buron Menertawakan KPK Usai Dipermalukan Prabowo

Sabariah Bahari memulai karier kepengarangannya dengan beragam kontribusi di berbagai media. Karya-karyanya hadir dalam majalah dan koran seperti ‘Dewan Sastera’, ‘Mingguan Malaysia’, dan ‘Berita Minggu’. Ia tidak membatasi dirinya pada satu genre saja, tetapi merambah ke puisi, cerpen, dan artikel rencana.

Keberhasilannya di dunia sastra diakui secara luas. Pada tahun 1996, ia memenangkan Hadiah Utama dalam genre puisi pada ajang Hadiah Sastera Utusan Melayu-Public Bank. Tahun berikutnya, ia kembali meraih penghargaan untuk genre puisi pada ajang yang sama. Karya-karya Sabariah juga kerap dimuat dalam antologi bersama, seperti ‘Wacana Hitam Putih’, ‘Api KL Belum Terpadam’, dan ‘Sumpah Setia Bangsa’. Dengan kontribusi yang luas ini, ia turut memperkaya dunia sastra Melayu dengan suara dan perspektifnya.

Puisi sebagai Ekspresi Jiwa

Puisi Sabariah Bahari memiliki kekuatan untuk menyentuh hati pembaca. Salah satu puisi terkenalnya, ‘Bacalah Dalam Bahasamu’, dimasukkan dalam teks modern Kesusasteraan Melayu KBSM untuk pelajar Tingkatan 4 dan 5. Hal ini menunjukkan pengakuan atas kualitas dan relevansi karyanya di dunia pendidikan. Puisi-puisinya tidak hanya menjadi bahan renungan, tetapi juga alat untuk memperkenalkan siswa pada keindahan bahasa Melayu.

Melalui puisi, Sabariah menyampaikan berbagai tema, mulai dari cinta, kemanusiaan, hingga isu-isu sosial. Ia memanfaatkan keindahan bahasa sebagai alat untuk mengangkat nilai-nilai universal yang relevan di setiap zaman.

Cerpen dan Kisah dalam Antologi

Selain puisi, Sabariah juga dikenal sebagai cerpenis. Cerpen-cerpennya termuat dalam antologi bersama seperti ‘Talian Kasih’ dan ‘Riak Kabus Danau Meninjau’. Dalam cerpen-cerpen ini, ia menghadirkan karakter yang hidup dan narasi yang menggugah. Sabariah mampu meramu cerita-cerita sederhana menjadi refleksi yang mendalam tentang kehidupan manusia.

Warisan Sastra yang Menginspirasi

Sabariah Bahari bukan hanya seorang penulis, tetapi juga seorang inspirator. Karya-karyanya menjadi saksi kecintaan dan dedikasinya terhadap dunia sastra. Melalui puisi, cerpen, dan tulisan-tulisannya, ia meninggalkan jejak yang tidak akan pernah pudar dalam sejarah sastra Melayu. Sabariah membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang, menyentuh hati, dan menginspirasi generasi berikutnya.

Membaca Sabariah Bahari adalah membaca kehidupan dalam berbagai dimensinya. Karyanya adalah cerminan dari kecintaan terhadap budaya, bahasa, dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dengan itu, Sabariah tidak hanya menjadi seorang penulis, tetapi juga seorang penjaga dan pengembang tradisi sastra Melayu yang kaya.
***

Didin Tulus
Lahir di Bandung berjuluk Paris Van Java, kota kecil di Jawa Barat. Tidak ada yang istimewa dalam  perjalanan menulis, selain memberi kepuasan batin yang tiada tergantikan oleh apapun. Tulisan berupa artikel memoar pendek dimuat diberbagai media onlen seperti. #Penyunting, editor dari beberapa buku sudah 150 judul buku yang ditangani. Buku sunttingan terbaru: WARISAN KEMALA – pemikiran sastrawan negara Malaysia (kmp esai), Puncak Puncak Budaya (esai Sunda), Panganteur Kana Papatet Hirup (esai Sunda).
Kini sedang bergiat literasi di kota Cimahi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: Artikel
Didin Tulus

Didin Tulus

Penulis adalah warga Indonesia tinggal di kota Cimahi. Penggiat literasi. Editor penerbit Tulus Pustaka

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Transformasi Ketenagakerjaan: Otomatisasi sebagai Katalis Perubahan

Transformasi Ketenagakerjaan: Otomatisasi sebagai Katalis Perubahan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00