• Latest

Cak Nun

Maret 29, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Cak Nun

Redaksiby Redaksi
Maret 29, 2025
Reading Time: 4 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 29-03-2025

(Cak Nun dalam sebuah kesempatan bersama founder Harian Disway Dahlan Iskan)

Inilah salah satu doa saya di malam 27 Ramadan kemarin: ”doa untuk Cak Nun”.

Emha Ainun Najib, Cak Nun, penyair, dramawan, musikus dan kiai mbeling itu, sudah beberapa Lebaran tidak sadarkan diri.

Saya tidak pernah menjenguknya –dan itu, kata seorang teman, yang diinginkan keluarganya.

Tentu Cak Nun dijaga dan dirawat istrinya, penyanyi terkenal Novia Kolopaking. Juga anaknya, Gus Sabrang, yang sudah jadi sarjana sains dan penceramah laris.

Yang membuat saya ingat Cak Nun adalah teman yang lagi tinggal di Chicago, Amerika Serikat: Jamal Jufree Ahmad. Saya kenal Jamal dari Daeng Mude yang sudah lebih lama mengajar dan belajar di Hartford University, Connecticut.

“Ngapunten, saya dititipi surat permohonan dari keluarga Cak Nun. Agar jenengan menulis. Menika suratnya,” tulis Jufree di WA-nya pada saya.

Saya baca surat itu: teman-teman ingin menerbitkan buku untuk menandai usia Cak Nun 72 tahun tanggal 27 Mei depan.

Saya pun langsung menulis. Banyak yang harus saya tuangkan di tulisan. Ia pejuang di bidang penegakan keadilan. Lantang dalam menyuarakan keluh kesah lapisan rakyat jelata. Kritis dalam logika kekuasaan. Juga soal Padang Bulan dan Maiyahannya. Termasuk soal rokoknya.

Mungkin karena saya lapar, tulisan itu lupa saya kirim. Menjelang malam 27 Ramadan Bung Jufree menagih tulisan itu.

Saya cari-cari: di mana tersimpan. Rupanya tercampur dengan naskah-naskah untuk Disway. Begitu ketemu langsung saya kirim. Saya sertai doa: semoga datang keajaiban mukjizat yang bisa menyembuhkannya.

Saya ingat Butet ”Asu” Kartaredjasa. Waktu itu sudah tidak ada harapan hidup. Butet sendiri sudah pasrah. Ternyata bisa sehat seperti sedia kala. Tetap berkesenian. Main teater. Juga monolog.

Yang berbeda: kini Butet sangat membenci Jokowi dan keluarganya –dari yang dulunya begitu cinta sampai memajang foto besar Jokowi sebagai satrio piningit di rumahnya. Foto itu sudah dilenyapkannya.

Saat saya tanya soal itu Butet justru kirim lagu berjudul Negeri Palsu. Yakni lagu ciptaan Encik Krishna, Yogya. Saya lagi di atas laut. Tidak ada sinyal. Silakan disimak sendiri. Agar Indonesia tidak gelap –khususnya menjelang hari raya Idulfitri ini.

Seperti juga Butet, kini Cak Nun ditangani Dr Ryu Hasan. Konon Presiden Prabowo-lah yang ”memerintahkan” Dr Ryu untuk menyembuhkan Cak Nun.

“Sudah ada sedikit kemajuan,” ujar Jufree. “Cak Nun sudah bisa didudukkan,” tambahnya.

Selebihnya ia tidak tahu. Jufree juga sudah tiga tahun tidak melihat Emha. Ia harus berangkat ke Chicago: menemani istri yang ambil S-3 di sana.

Saat dipamiti, tentu Emha merestui –dengan isyarat batinnya. Istri Jufree akan sembilan tahun studi Islam di Chicago. Khususnya soal tadabur dalam Alquran. Dia dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (Disway 13 Desember 2024, Mayasari Tempe).

Saya menghubungi Dr Ryu tapi belum tersambung. Anda sudah tahu siapa Ryu Hasan. Namanya sering dibahas di kolom komentar Disway: ahli saraf otak, sudah lama bekerja sebagai dokter di Jepang, salah satu ahli yang tergabung di lembaga kesehatan PBB dan sesekali buka praktik di Jakarta.

Ryu juga cucu pendiri NU dan kiai terkemuka pondok Tambakberas, Jombang: KH Wahib Wahab.

Cak Nun juga orang Jombang. Dari desa Sumobito. Banyak pemikir Islam lahir di Jombang: Gus Dur, Nurcholish Madjid, Cak Nun, dan Ryu Hasan sendiri.

Empat-empatnya membawa bendera pemikiran Islam yang sangat modern. Bahkan Ryu terlalu modern: sampai membahas proses penciptaan manusia dan dari mana datangnya kehidupan.

Baca Juga

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
Sarjana Dalam Gendongan

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Agustus 21, 2025

HABA Si PATok

Mei 13, 2025

Saya bertemu Ryu terakhir di Yogyakarta. Di saat Covid-19. Di belakang panggung pertunjukan teater Butet Kertarajasa. Ryu memang lekat dengan Butet.

“Seberapa besar peran Dr Ryu dalam penyembuhan Anda?” tanya saya pada Butet.

“Sampai 25 persen,” ujar Butet. Selebihnya datang dari dirinya sendiri dan teman-teman yang membesarkan optimismenya. “Usaha saya sendiri mungkin 10 persen,” kata Butet.

“Apa yang Anda usahakan?”

ADVERTISEMENT

“Sikap pasrah. Saya sumeleh. Saya sudah siap untuk meninggal dunia,” jawabnya.

Teman-teman Cak Nun juga ingin memberikan dukungan yang sama. Tapi Cak Nun sudah tidak bisa mengenali siapa pun.

Buku tentang Cak Nun nanti tentu bisa mengobati rasa kangen jamaah Maiyahannya. Begitu banyak buku yang ditulis Cak Nun. Sudah lama mereka ingin tahu tentang pujaan mereka itu.

Cak Nun terus hidup di mata penggemarnya. Termasuk istri saya.

“Lho…Alhamdulillah… Cak Nun sudah sehat,” teriak istri saya kemarin. Dia sangat senang. Dia pun, terus menyaksikan Cak Nun di TV. Remote control tetap di tangan.

Dengar kegembiraan istri itu saya pun kaget. Rasanya tidak mungkin. Saya menengok ke layar TV. Cak Nun lagi ceramah tentang puasa dengan gaya khasnya.

“Oh…itu rekaman yang diputar ulang,” kata saya.

“Oh gitu ya. Saya pikir sudah sembuh,” katanyi.

Anda pun berharap Cak Nun sembuh. Apa pun sikap politiknya pada Presiden Prabowo nanti.(Dahlan Iskan)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Malam Seribu Bulan

Malam Seribu Bulan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com