POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Mengenal Istilah Dark Facrory, Pabrik Masa Depan

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 24, 2025
Mengenal Istilah Dark Facrory, Pabrik Masa Depan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Banyak bosan kondisi dalam negeri. Kali ini saya ingin ajak followers saya melihat masa depan. Saya kenalkan istilah Dark Factory, pabrik gelap yang bisa saja menggelapkan masa depan anak cucu kita. Sambil menunggu imsak, mari kita kupas ini dan tentu dengan segelas kopi tanpa gula.

Bayangkan sebuah pabrik beroperasi dalam kegelapan total, tanpa satu pun manusia di dalamnya. Bukan karena pemadaman listrik PLN atau karena maling nyolong bohlam, tapi karena… ya, memang gak butuh manusia sama sekali! Inilah konsep dark factory, pabrik yang dijalankan sepenuhnya oleh robot dan artificial intelligence (AI), tanpa perlu pekerja manusia yang nyasar bawa bekal nasi goreng dingin.

Jadi begini, wak! Dark factory itu semacam mimpi basah para kapitalis, efisiensi tinggi, biaya operasional rendah, dan mesin yang nggak pernah cuti karena “ngurus anak sakit.” Robot-robot ini bisa kerja 24/7 tanpa minta THR, gak bakal demo, dan gak pernah bikin drama kantor. Nggak ada yang tiba-tiba ngilang karena kena sindrom “Senin malas.” Produktivitas? Naik terus. Keuntungan? Melejit. Jumlah PHK? Jangan ditanya.

Beberapa negara udah serius terjun ke dunia kegelapan ini. China sudah mulai. Pabrik di China udah kayak rumah hantu, kosong, sepi, tapi produksinya jalan terus. Xiaomi dan Lights-Out CNC Machining udah jadi model utama dark factory. Karyawan manusia? Paling jadi penonton doang.

Lalu, Jepang. Fanuc, raja robot, udah punya dark factory yang bikin robot pakai robot lain. Jadi ini udah level inception, robot bikin robot buat bikin robot lain. Emang gila di negeri Sakura.

Berikutnya Jerman. Siemens di Amberg udah pakai sistem otomatis dengan tingkat kesalahan hanya 0,01%. Iya, 0,01%! Bahkan manusia aja sering bikin salah ketik pas kirim chat ke gebetan.

Terakhir, Amerika Serikat. Tesla katanya mau bikin Gigafactory versi gelap. Tapi kayak Elon Musk yang suka nge-tweet absurd, kita tunggu aja kejutan selanjutnya.

📚 Artikel Terkait

SEKS DI MATA PRIA DAN WANITA

Waspada Kemunduran Iman

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Kekuatan Kreativitas dan Sejarah Kelam Manusia Indonesia

Kalau dark factory ini makin meluas, kira-kira apa yang bakal terjadi sama manusia?

Pertama, Pengurangan Lapangan Kerja. Pabrik gelap ini nggak butuh operator, tukang las, atau sekuriti. Ya, siapa juga yang mau maling kalau lampunya mati dan isinya cuma robot? Jadi siap-siap aja lihat angka pengangguran naik kayak harga cabe di musim hujan.

Kedua, Ketimpangan Ekonomi. Pabrik canggih ini butuh modal tinggi. Jadi yang bisa main cuma perusahaan besar. Yang kecil? Bisa-bisa cuma jadi supplier kotak bekal buat para robot.

Ketiga, Kehidupan Sosial Berantakan.Pekerjaan ilang, penghasilan berkurang, cicilan motor nunggak. Akhirnya? Orang jadi gampang marah, main medsos sambil ngatain pemerintah, atau bikin teori konspirasi kalau robot bakal bikin umat manusia punah.

Keempat, Serangan Siber. Kalau dark factory ini kena hack, bisa-bisa produksi pabrik berubah dari bikin mobil jadi bikin mainan Hello Kitty. Atau lebih parah, robot-robot ini jadi kayak Terminator. Bayangkan kalau tiba-tiba robot pabrik bangkit dan bikin unjuk rasa karena merasa dieksploitasi.

Apakah dark factory ini adalah masa depan industri atau cuma bencana yang dikemas pakai teknologi? Kalau kita nggak siap, bisa-bisa kita semua jadi kayak buruh pabrik yang kehilangan pekerjaan, terdampar di dunia yang dikendalikan robot, cuma bisa berharap robotnya punya rasa iba dan kasih kita kerja jadi pengganti bohlam.

Makanya, sebelum dark factory ini makin menjamur, mungkin kita perlu mulai belajar skill baru. Misalnya, jadi influencer buat robot, siapa tahu suatu saat ada robot yang butuh motivator atau tutorial masak. Siapa tahu juga di masa depan, ada robot yang baper karena salah interpretasi kode… ya, dunia makin absurd, wak.

Semoga followers saya semakin cerdas melihat masa depan. Bukan malah ingin kembali masa lalu, hadeh.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Setahun Sekali

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00