• Latest

Guru Jadi Tersangka, Berakhir dengan RJ

Maret 22, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Guru Jadi Tersangka, Berakhir dengan RJ

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Maret 24, 2025
Reading Time: 2 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Terima kasih banyak, wahai followers saya. Atas jasa kalian tak kenal lelah dalam mewartakan ketidakadilan. Berkat kegigihan kalian dalam mengetik di kolom komentar dan memviralkan tagar, Muhammad Saelan, sang guru yang sempat jadi tersangka, kini bisa menghirup udara kebebasan lagi. Restorative Justice (RJ), kata mereka. Damai, kata hukum. Kopi sudah siap di atas meja, mari kita bahas episode lengkapnya!

Siapa sangka, profesi guru yang mulia ini bisa berujung di kantor polisi? Kasus bermula ketika Muhammad Saelan, guru di Al Azhar Pontianak, diduga melakukan tindak kekerasan terhadap ARA, seorang siswi, pada November 2023. Orang tua ARA? Seorang polisi. Kombinasi yang cukup memicu plot dramatis.

Laporan diajukan, proses hukum berjalan, dan selama berbulan-bulan, kita semua disuguhkan tontonan yang lebih absurd dari FTV jam siang. Guru tersangka? Check. Murid korban? Check. Orang tua berprofesi polisi? Double check. Netizen panas? Super check!

Bulan demi bulan berlalu, dan akhirnya, pada 20 Maret 2025, sebuah keajaiban hukum terjadi. Mediasi digelar di Unit PPA Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar. Para pemain utama hadir. Kompol Firah Kasubdit IV Ditreskrimum, AS sang orang tua, M Saelan sang guru, penasihat hukum, istri yang setia, dan tentu saja, tim penyidik.

Dalam adegan lebih dramatis dari ending sinetron Ramadhan, M Saelan mengakui perbuatannya. “Maaf, saya hanya ingin mendisiplinkan siswa,” katanya. Dengan itu, damai pun terjadi. Kasus selesai. The end. Terima kasih sudah menonton.

Tidak lengkap rasanya jika tidak ada adegan menangis. Begitu proses mediasi rampung, istri M Saelan menangis haru. Para guru menyambutnya dengan tepukan di bahu. Murid-murid bersorak gembira. Beberapa orang tua datang membawa bunga seolah kita baru saja menyaksikan final kontes pencarian bakat.

“Kau sudah melalui cobaan terberat. Sekarang, waktunya kembali mendidik,” bisik seorang guru senior penuh hikmah. Adegan yang pantas mendapat nominasi penghargaan kategori “Momen Paling Dramatis dalam Sejarah Pendidikan.”

Saat M Saelan pulang, rumahnya yang dulu penuh kecemasan kini kembali hangat. Angin sepoi-sepoi membawa aroma kebebasan. Apakah ini akhir yang bahagia? Apakah ini kemenangan bagi dunia pendidikan? Ataukah ini hanya episode pertama dari serial panjang berjudul “Guru vs Orang Tua Murid di Negeri Hukum Absurd?”

Baca Juga

Tetap Semangat Wahai Guru, Walau di Tengah Gempuran Dunia yang Tidak Menentu

November 25, 2025
Guru dan Realitas Penghargaan yang Belum Memadai

Guru dan Realitas Penghargaan yang Belum Memadai

November 25, 2025

Menggugat Pernyataan Menkeu: Guru Penopang Bangsa, Bukan Beban

Agustus 20, 2025

Yang jelas, mari kita belajar sesuatu dari kisah ini. Jadi guru di zaman sekarang bukan cuma harus pintar ngajar, tapi juga siap mental kalau-kalau mendisiplinkan murid bisa berujung ke pengadilan.

Selamat berjuang, wahai guru-guru Indonesia. Semoga kalian tetap kuat menghadapi plot twist kehidupan selanjutnya! Sekali lagi, untuk seluruh followers saya tercinta, kalian memang hebat. Bila ada lagi kasus serupa, kita serbu lagi. Apakah siap?

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com