Ya, akibat penggunaan gadget yang intensif telah dikaitkan dengan peningkatan masalah kesehatan mata, seperti Digital Eye Strain (DES) atau Computer Vision Syndrome (CVS). Gejala umum meliputi mata lelah, kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Namun, data spesifik mengenai jumlah kasus penyakit mata akibat penggunaan gadget di Indonesia saat ini belum tersedia. Sebuah studi di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 65% orang dewasa melaporkan gejala DES setelah menggunakan perangkat digital selama beberapa jam. Di Asia, prevalensi miopia (rabun jauh) meningkat signifikan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, yang sebagian dikaitkan dengan penggunaan gadget yang berlebihan
Selain ancaman penyakit mata, generasi masa kini, generasi begadang dihadapkan pula dengan ancaman penyakit diabetes di usia muda. Lalu, kini masyarakat atau generasi begadang dihadapkan pula pada ancaman akibat kurang tidur. Kompas.id, edisi 7 Maret 2023 memaparkan bahwa kurang tidur memengaruhi proses pematangan otak,khususnya bagian lobus frontal, yang mengontrol perilaku impulsif atau sistem kendali diri. Akibatnya, remaja kurang tidur cenderung berperilaku berisiko, mulai dari mabuk-mabukan, konsumsi obat terlarang,tawuran, balapan motor,hingga membawa senjata tajam.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tabrani Yunis
Bio Narasi
Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang kebutuhan hidup sehari-hari.
Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”
Aktif terlibat dalam membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.
Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh