Ini Eranya Generasi Begadang Yang Bakal Menuai Badai

Ini Eranya Generasi Begadang Yang Bakal Menuai Badai - 9EE568EE DDF7 4743 A82C 4D812DDEBE1F | # Begadang | Potret Online
WA FB X

Oleh Tabrani Yunis

Baca Juga

Begadang

Rhoma Irama

Begadang jangan begadang

Kalau tiada artinya

Begadang boleh saja

Kalau ada perlunya

Begadang jangan begadang

Kalau tiada artinya

Begadang boleh saja

Kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang

Muka pucat karena darah berkurang

Kalau sering kena angin malam

Segala penyakit akan mudah datang

Darilah itu sayangi badan

Jangan begadang setiap malam

Lirik lagu di atas adalah lirik lagunya Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama. Konon lagu ini dirilis pada tahun 1973 dengan judul album Begadang. Lagu yang melejitkan pencipta dan penyanyinya Rhoma Irama menjadi Raja Dangdut. Lagu ini sangat popular dan banyak dinyanyikan oleh para pencinta lagu-lagu dangdut. Tidak heran lagu ini selalu ada di mulut setiap orang, dinyanyikan di pesta-pesta, atau acara-acara yang meriha lainnya. Wajar saja, bagi genrasi baby boomers, Ketika membaca judul saja (belum lirik selueuhnya), bisa langsung tahu lagu itu, bahkan lancarmenyanyikannya.

ADVERTISEMENT

Nah, tulisan ini tak hendak menulis tentang Sejarah lagu dangdut yang sangat popular di era tahun 1970-an dan 1980 an dan hingga kini masih sering terdengar di radio-radio, baik satsiun radio pemerintah, maupun stasiun radio swasta. Kita masih bisa menikmatinya lewat radio di mobil, atau mungkin juga ada penggemar yang loyal masih menyimpan lagu-lagu tersebut untuk dinikmati. Mungkin anda salah satunya. Tidak mengapa, itu adalah pilihan dan bagian dari apresiasi seni yang tinggi. 

Apalagi lagu ini tergolong sebagai lagu yang ikonik yang masih tetap menarik untuk didengar hingga kini, lebih 50 tahun sudah. Dahsyat bukan?

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tabrani Yunis

Bio Narasi

Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari.

Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”

Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.

Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh