POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Candaan Membawa Petaka

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 28, 2025
Candaan Membawa Petaka
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Bercanda, kata dasarnya adalah canda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata canda diartikan dengan tingkah, kelakar, senda gurau, seloroh.  Artinya, ketika seseorang bercanda, bisa diartikan sebagai bentuk tingkah seseorang. Juga bisa dalam bentuk kelakar, atau senda gurau atau seloroh. Canda masuk dalam kategori kata benda atau dalam bahasa Inggris disebut dengan noun. Sementara bercanda masuk kategori kata kerja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan verb.

Dalam kehidupan sehari -hari kita sering terlibat dalam canda. Ya, bercanda menjadi kebiasaan banyak orang dalam praktik kehidupan sehari-hari. Bisa jadi  hampir setiap orang ada  bercanda. Sudah pula menjadi sifat manusia yang suka bercanda. Bedanya ada pada frekwensi atau Intensitasnya, tentu saja tidak sama, berbeda-beda. Ada orang yang kadar bercandanya begitu banyak atau sering, ada pula yang sangat minim, malah tidak suka dengan bercanda dan candaan. 

Pokoknya bercanda itu tetap ada dan  dilakukan oleh semua umur, dari usia anak-anak, hingga orangtua. Bercanda itu bahkan sudah ada sejak manusia ada. Biasanya orang-orang bercanda sebagai sebuah kesenangan, menyenangkan hati sendiri dan juga hati orang lain. Juga sekadar lucu-lucuan yang membuat orang lain atau kawan bicara merasa senang dan ikut tertawa dan gembira. Apalagi kalau candaannya sehat dan menggelitik. Pasti menyenangkan. Jadi secara positif, canda memang bisa membahagiakan.

Dalam setiap canda, baru terasa lucu apabila ada yang dikorbankan, ada yang menjadi objek candaan, baik secara lisan atau oral, maupun dalam bentuk tindakan seperti membuat orang geli atau latah dengan apa yang dilakukan, sehingga menyebabkan lahirnya tawa yang bukan hanya lebar, tetapi terbahak -bahak hingga terjungkal.

Selain itu, dalam konteks interaksi sosial, secara fungsional canda atau bercanda itu menjadi perekat atau daya tarik seseorang dengan lawan bicara atau teman, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Orang bisa cepat akrab dengan orang lain atau mudah berhasil, karena canda. Orang yang suka bercanda biasanya lebih periang. Karena suka  melucu, membuat orang-orang tertawa ria atau juga sebagai bentuk gembira. Tentu, ketika bercanda itu merupakan candaan yang menyenangkan dan membahagiakan, eksistensinya sangat membantu menyenangkan dirinya dan juga orang lain sebagai lawan bicara. 

📚 Artikel Terkait

KETIKA MINYAK GORENG MENGGORENG PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA

Pelestarian Kain Tradisional Indonesia Agar Kompetitif dan Tren di Masyarakat

Aku Berhenti Bekerja

Penyelamatan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

Berbuah Duka dan Petaka

Tak dapat pula dipungkiri bahwa candaan memang sering membuat seseorang menjadi tersegarkan, ketika canda itu tidak melukai hati dan perasaan , namun tidak selamanya bercanda itu menyenangkan, menjadi gelak tawa atau berbuah suka dan gembira, senang atau membahagiakan. Banyak candaan yang berujung duka atau canda membawa petaka.  Karena canda Juga, ibarat pisau bermata dua. Juga sering dianggap sebagai bumbu. 

Ada kalanya manis atau enak untuk ditelan, ada pula bisa kecut, asin atau malah pedas, sehingga dalam banyak kasus etika canda berlangsung, bisa menyinggung perasaan teman atau kawan, lawan bicara. Ujungnya menyulut emosi dan sering kali pula berbuah pertengkaran, bahkan perkelahian yang menyebabkan terjadinya aksi kekerasan.  Kasus-kasus candaan yang membawa duka pun, sering sekali kita dengar di dalam masyarakat kita, seperti halnya perkelahian dan sebagainya itu.

Candaan sebagai salah satu sifat manusia, perilaku bercanda pun ada di dalam semua sektor kehidupan. Di dunia politik, candaan – candaan bisa sangat sensitif. Banyak kasus canda di dalam dunia politik yang berujung ke penjara, atau didera oleh sikap dan aksi kekerasan. Kasus-kasus candaan dalam musim politik yang berujung kekerasan tentu selama ini seeing kita dengar, bahkan di Amerika seperti dirilis Kompas.id, 24 September 2020 menceritakan bahwa “ Seorang warga di kota Mason dilaporkan kepada polisi, gara-gara memandang kloset di depan rumahnya. Yang membuat nyelekit bagi sebagai warga lain adalah tulisan di Samping klozet itu. Place mail in ballots here. Maksudnya surat suara via pos agar dimasukan ke kloset itu. Kejadian yang terjadi di tengah memanasnya atmosfer politik di Amerika Serikat, Pilpres 3 November. 

Nah, dalam dunia pendidikan di tanah air kita, Indonesia, peristiwa duka akibat bercanda juga sesungguhnya sering terjadi dan menjadi kasus-kasus yang penyelesaiannya harus ditempuh lewat jalur hukum dan bahkan membawa petaka. Rhama Purna Jati di Kompas.id 3 November 2023 memaparkan bahwa dalam waktu satu minggu, setidaknya sudah ada dua kasus candaan membahayakan terjadi di Bekasi, Jawa Barat, yakni di SMP Negeri 2 Bekasi dan di SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Di luar kasus itu, banyak kasus bercanda yang sangat membahayakan bagi anak—anak di sekolah yang menyebabkan petaka, karena canda yang membahayakan itu menyebabkan cedera. Seringkali ketika kita atau anak-anak di ruang kelas bercanda dengan teman yang berakibat fatal. Satu dari sekian banyak tindakan canda adalah ketika seseorang, seperti halnya Siswa bercanda dengan  temannya, untuk melucu-lucu, lalu memindahkan kursi atau tempat duduk kawannya ketika kawan tersebut berdiri. Lalu, ketika duduk kembali, kursi sudah dipindah dan sang kawan pun terhempas ke lantai dan menyebabkan sang kawan kesakıtan dan bahkan tidak bisa lagi bangun atau berdiri, apalagi berjalan. Sang kawan yang terjatuh pun menjadi korban candaan berupa petaka yang mencederai hingga fatal.  Bukan hanya dengan canda itu, banyak lagi bentuk  candaan yang berujung duka dan masuk dalam kategori perundungan.

Dengan demikian, aksi atau tindakan  candaan yang berbahaya bagi anak di sekolah, harus selalu diantisipasi dengan selalu memberikan infomasi tentang batasan-batasan canda. Sebab canda-canda seperti memindahkan kursi atau bangku, tempat duduk Siswa yang menyebabkan orang lain jatuh terduduk dan tak mampu bangkit, sangatlah membahayakan dan berakibat fatal, pihak orang tua, sekolah dan semua pihak harus mengantarkan para Siswa untuk tidak melakukan hal itu. 

Apalagi tindakan ini digolongkan sebagai bentuk perundungan. Oleh sebab itu, semua pihak harus bisa saling mengingatkan anak agar tidak melakukan tindakan bercanda berlebihan serta selalu peka dengan akibat dari canda. Bila hal ini disosialisasikan sebagai upaya preventif, canda-canda yang berbahaya dan membahayakan atau mencelakakan orang lain, akan bisa terhindari dan tidak akan dilakukan oleh para Siswa di sekolah. Semoga.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2 Oct 2025 • 207x dibaca (7 hari)
Ketika Sungai Datang ke Rumah Kami
Ketika Sungai Datang ke Rumah Kami
3 Jan 2026 • 178x dibaca (7 hari)
Hancurnya Sebuah Kemewahan
Hancurnya Sebuah Kemewahan
28 Feb 2025 • 162x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 129x dibaca (7 hari)
Candaan Membawa Petaka
Candaan Membawa Petaka
28 Feb 2025 • 117x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025
#Sumatera Utara

Sengketa Terpelihara

Oleh Tabrani YunisJune 5, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
85
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
94
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oleh Redaksi
October 7, 2025
255
Postingan Selanjutnya

Hari Ampunan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00