POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pembelian Impulsif: Godaan Era Digital

Azharsyah IbrahimOleh Azharsyah Ibrahim
January 20, 2025
Tags: #22 Tahun POTRET#Belanja Impulsif#Budaya Konsumtif#HUT Majalah POTRET
Pembelian Impulsif: Godaan Era Digital
🔊

Dengarkan Artikel

 

Azharsyah Ibrahim*

Belanja online kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Kemudahan mengakses e-commerce, beragam promo menarik, hingga potongan harga besar-besaran, membuat siapa pun tergoda untuk membeli barang, bahkan tanpa perencanaan. Namun, di balik kenyamanan ini, ada fenomena yang perlu kita waspadai.

Pembelian Impulsif.

Pembelian impulsif adalah tindakan membeli barang secara spontan, tanpa pertimbangan matang. Fenomena ini semakin marak di era digital, terutama di Indonesia, yang menjadi salah satu negara pengguna e-commerce terbesar di dunia. Sayangnya, perilaku ini sering kali berdampak buruk, seperti pemborosan, penyesalan setelah belanja, hingga masalah keuangan. Lalu, apa yang sebenarnya memicu perilaku ini, dan bagaimana kita bisa mengendalikannya?

Gaya Hidup Konsumtif dan Godaan Diskon

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama pembelian impulsif adalah gaya hidup konsumtif. Di era media sosial, kita terus-menerus dibombardir oleh iklan, tren, dan ulasan produk yang membuat kita merasa harus memiliki sesuatu agar “tetap relevan”. Belanja tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi menjadi cara untuk mencari kesenangan atau bahkan pengakuan sosial.

Selain itu, siapa yang tidak tergoda dengan diskon besar? Promo seperti “flash sale” atau “buy one get one” sering membuat kita merasa harus segera membeli, meskipun barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan. Diskon menciptakan ilusi bahwa kita sedang “menghemat uang”, padahal kenyataannya, kita justru mengeluarkan uang untuk barang yang tidak esensial.

Pendapatan Tinggi, Belanja Tak Terkendali?

Pendapatan juga memainkan peran penting dalam perilaku belanja impulsif. Orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung merasa lebih bebas untuk membeli barang-barang yang diinginkan, tanpa terlalu memikirkan dampaknya. Namun, ini bukan berarti mereka yang berpenghasilan rendah terbebas dari godaan. Bahkan dengan anggaran terbatas, banyak orang tetap terjebak dalam pola belanja impulsif karena tergiur diskon atau tren.

📚 Artikel Terkait

BISNIS MASA KINI TANPA RIBET

“POTRET SINGKAT SEORANG ANAK NEGERI DALAM MERAJUT MIMPI”

Menebar Virus Literasi: Menyulut Semangat, Menularkan Perubahan

Topan

Religiositas: Pengendali di Tengah Godaan

 

Penelitian Endah Munawarrah, mahasiswa Ekonomi Syariah, Pascasarjana UIN Ar-Raniry, menemukan bahwa di tengah godaan belanja impulsif, religiositas dapat menjadi rem yang efektif. Dalam ajaran agama, termasuk Islam, kita diajarkan untuk hidup sederhana, menghindari pemborosan, dan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Individu yang memiliki tingkat religiositas tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan dorongan belanja impulsif, karena mereka mempertimbangkan nilai-nilai spiritual dan dampak jangka panjang dari setiap keputusan.

Namun, religiositas saja tidak selalu cukup. Dalam beberapa kasus, meskipun seseorang memiliki pemahaman agama yang baik, godaan belanja tetap bisa menguasai, jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan disiplin diri. Hasil penelitian Endah setidaknya menemukan bahwa walaupun religiositas bisa mengerem pembelian impulsif pada orang yang punya pendapatan tinggi dan gaya hidup konsumtif, tetapi tidak dengan godaan diskon.

Mengapa Kita Harus Bijak dalam Berbelanja?

Belanja impulsif mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa sangat merugikan. Dari sisi keuangan, pembelian barang yang tidak direncanakan dapat menguras tabungan dan mengganggu anggaran untuk kebutuhan yang lebih penting. Dari sisi psikologis, kebiasaan ini sering kali menimbulkan rasa bersalah atau penyesalan setelah belanja.

Di era digital ini, kita perlu menjadi konsumen yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Salah satu caranya adalah dengan membuat daftar belanja sebelum membeli sesuatu dan mematuhi daftar tersebut. Selain itu, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jika suatu barang hanya dibeli karena “ingin”, cobalah untuk menunda pembelian selama beberapa hari dan lihat apakah dorongan tersebut masih ada.

Kesimpulan 

Belanja online memang menawarkan kenyamanan, tetapi juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam mengendalikan pembelian impulsif. Gaya hidup konsumtif, godaan diskon, dan pendapatan yang tidak terkontrol menjadi faktor utama yang memicu perilaku ini. Namun, religiositas dan kesadaran diri dapat menjadi alat yang efektif untuk mengendalikan dorongan belanja yang tidak perlu.

Sebagai konsumen, kita perlu lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Belanja bukanlah sekadar aktivitas untuk memuaskan keinginan sesaat, tetapi juga harus menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan secara rasional. Mari kendalikan kebiasaan belanja kita, agar keuangan tetap sehat dan hidup lebih bermakna.

—

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #22 Tahun POTRET#Belanja Impulsif#Budaya Konsumtif#HUT Majalah POTRET
Azharsyah Ibrahim

Azharsyah Ibrahim

Short Biography Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, SE., Ak., M.S.O.M. adalah Guru Besar Manajemen Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Meraih S-1 di Ekonomi/Akuntansi dari Universitas Syiah Kuala (2001), S-2 Operations Management dengan beasiswa Fulbright di Amerika Serikat (2008), dan menyelesaikan program doktoral Manajemen Syariah di University of Malaya pada 2015. Memiliki sejumlah publikasi akademik yang dapat diakses online. Di kampus, menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Editor in Chief dua jurnal ilmiah terakreditasi. Selain itu, aktif sebagai editor dan reviewer di jurnal nasional dan internasional bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus dan Web of Science, serta menjadi narasumber di berbagai pertemuan ilmiah. Prof. Azharsyah berdomisili di Limpok, Aceh Besar, dan dapat dihubungi melalui email: azharsyah@gmail.com.  

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Lebih Dekat Mengenal JASARODA

Lebih Dekat Mengenal JASARODA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00