• Latest
Merdeka Menulis

Merdeka Menulis

Januari 5, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Merdeka Menulis

Redaksiby Redaksi
Januari 5, 2025
Reading Time: 3 mins read
Merdeka Menulis
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Evi Susanti, SH

Berdomisili di Aceh Besar

 

Saya duduk termenung dan terheran-heran dengan status whatapps seorang teman. Begitu gamblangnya dia menceritakan keadaan rumah tangganya di media sosial. Status yang update selama 24 jam itu bagai sebuah diary media curahan hatinya. Belum lagi seorang ibu muda satu anak dengan status pernikahan yang sudah bubar,  memasang foto mantan suaminya yang kini sudah memiliki pasangan baru, dengan judul selingkuhan ke… disertai cercaan terhadap sang mantan di akun facebooknya.

Lagi-lagi sayq terheran, “ngapain ya…bikin tulisan kayak gini?”

Aktivitas tulis menulis  adalah komitmen, keinginan tulus untuk menulis. Kegiatan yang memerlukan energi, konsentrasi dan tentu saja waktu. Menurut sayw, daripada membuang-buang waktu dengan meng-update status ataupun menuliskan kata-kata di grup chatting, lebih baik membuat naskah menjadi cerita yang penuh makna.

“Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sibuk dengan urusan kerumahtanggaan-mengurus anak-anak dan suami. Rasanya tak pernah ada waktu luang untuk sekadar membuat tulisan ringan. Lelah,” ujar Santi, ibu rumah tangga 2 anak. 

Banyak Ibu yang saya jumpai berkata demikian, mungkin bisa jadi termasuk saya. Saya pun pernah mengeluh dengan pekerjaan rumah tangga yang tiada habis-habisnya, mulai dari mencuci, menyiapkan sarapan, antar-jemput anak ke sekolah dan lain sebagainya. Semua saya jalani tanpa tenaga seorang asisten rumah tangga.

Keesokan harinya rutinitas ini berulang kembali, ditambah dengan tumpukan pakaian yang belum disetrika yang semakin menggunung.

Sesaat saya berpikir, benarkah saya tidak memiliki waktu barang semenit pun? Di manakah ujung hari saya? Seperti Joanna Penn, penulis lebih dari dari 30 buku menggunakan waktu paginya sebelum berangkat kerja di kantor konsultan. Ide brilian mengalir bersama dengan rangkaian kata yang diatuangkan dalam sebuah buku. Mengalir sempurna selama satu jam sebelum dia melakukan persiapan berangkat ke kantor. Penulis andal itu memberikan perhatian kepada aktivitas menulis, karena menyakini bahwa menulis merupakan hal penting dalam kehidupan.

Tanpa manajemen seperti ini, kita selalu berkata tidak punya waktu untuk menulis.

Menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan. Mengurusisl segala urusan domestik dan segala tetek bengek di rumah yang tiada berakhir. Aneh, jika menyalahkan keterbatasan waktu sebagai penyebab tidak menulis. Lagi-lagi saya berpikir, bukannya tidak memiliki waktu, namun karena kita menganggap ada banyak kegiatan lain yang jauh lebih penting daripada menulis.

Padahal, ketika kita menyediakan waktu, semangat kemerdekaan akan tetap terasa Dan mendorong kit menulis. Dengan semangat menulis semoga saja dapat mengangkat derajat kita, bahkan kaum Perempuan serta negara kita tercinta ini yang berbudaya literasi terendah. Hal yang sqma di Provinsi Aceh yang sedang kini terys ketinggalannya dalam mengembangkan budaya literasi karena tergerus oleh kemajuan teknologi.

Idealnya, dengan  semakin menjamurnya komunitas-komunitas literasi da npenerbit indie yang dapat merangkum, membukukan hingga menerbitkan karya-karya yang bernilai menjadi sebuah bacaan yang berguna. Tunggu Apa lagi? Mari kita merdekakan diri dengan menulis.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Merdeka menulis. Merdeka dalam merangkai kata dan pikiran yang sangat besaranfaatnya.

***

Saya Evi Susanti, SH. Sekarang sebagai ibu rumah tangga bahagia dengan 3 anak (dua perempuan yang sedang beranjak remaja dan satu laki-laki masih duduk di Taman Kanak-Kanak)  

Menulis itu menyenangkan, menyehatkan, membahagiakan serta dapat menginspirasi banyak orang. Berdomisili di Aceh Besar, Aceh.  

ADVERTISEMENT

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

OPTIMIS KEPEMIMPINAN PRABOWO-GIBRAN MAMPU MENCIPTAKAN TEROBOSAN BARU DAN INOVASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN BAGI KESEJAHTERAAN ORANG ASLI PAPUA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com