Kuliah Peraturan Jabatan dan Etika Profesi Notaris serta PPAT Yang Inspiratif

Kuliah Peraturan Jabatan dan Etika Profesi Notaris serta PPAT Yang Inspiratif - 57169485 6065 4c40 8f7d 0db030592037 | Artikel | Potret Online
WA FB X

Oleh   : Edy Rezkina ZA

Mahasiswa Magister Kenotariatan, USK Banda Aceh

Kuliah kenotariatan di kelas selalu menarik, karena materinya berhubungan langsung dengan praktik hukum yang nyata. Di kelas Kuliah Etika Profesi Notaris oleh Ibu Dr. Siti Rahma S.H, MK.n, kami langsung diajarkan untuk menganalisis kasus-kasus yang dihadapi Notaris di dunia nyata. Kami tidak lagi  mempelajari teori, tetapi kami langsung ditugaskan untuk mencari putusan-putusan pengadilan. Hal ini berguna agar kami dapat mengantisipasi hal-hal apa yang sering dihadapi seorang Notaris, sehingga mengakibatkan notaris tertimpa kasus-kasus Perdata, maupun Pidana dalam membuat Akta Notaris.

Diskusi di kelas biasanya berlangsung seru, karena kami juga diajarkan untuk berpikir kritis dalam menganalisis  kasus, apalagi jika ada perbedaan pendapat tentang aspek legalitas atau cara penanganan kasus tertentu.

Baca Juga

Ibu Dr. Siti Rahma S.H, MK.n  juga sering menceritakan bagaimana godaan-godaaan yang akan dihadapi Notaris di dunia kerja nantinya. Kami diminta tetap konsisten untuk menjalankan SOP sebagai Notaris dalam hal membuat akta, apakah akta yang dibuat sudah memenuhi syarat formil dan materiil sesuai hukum.

Yang paling menarik adalah ketika dosen menceritakan pengalaman beliau saat awal membuka kantor praktik notaris. Dosen menjelaskan bahwa awal mula membuka kantor tidak semudah yang kami bayangkan sebelumnya. Cerita pengalaman ini memberikan gambaran kepada kami bahwa untuk menjadi notaris memerlukan perjuangan dan kesabaran yang tinggi (Ibarat berenang di lautan). Selain membutuhkan modal yang besar, kita juga membutuhkan relasi dan menguasai betul aturan aturan dan SOP terkait kenotariatan.

Tulisan ini merupakan cerita pengalaman saya dalam kuliah Etika Profesi Notaris bersama Ibu Siti Rahmah, yang saya merasa perlu berbagi dengan para pembaca. Ternyata, dengan cara mengajar yang santai, beliau  banyak memberikan poin-poin penting yang harus diingat untuk kedepannya, sehingga ketika menjalankan profesi Notaris, bisa sesuai dengan Etika Notaris. Tidak sekadar mengejar banyaknya akta atau besarnya cuan yang di terima. Semoga bermanfaat.

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.