• Latest
Saya Ingin Bekerja

Saya Ingin Bekerja

November 25, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Saya Ingin Bekerja

Redaksiby Redaksi
November 25, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #Masalah Sosial#pengemis#sedekah
Saya Ingin Bekerja
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh TETI OMAIRAH

Mahasiwa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh

 

Di balik hiruk pikuk kota Banda Aceh, tersembunyi kisah pilu yang tak terungkap. Tentu bukan tentang keindahan alam atau keramahan penduduknya, melainkan tentang derita manusia yang terlupakan, terjebak dalam jerat kemiskinan dan kesulitan hidup. Mereka adalah para pengemis, wajah-wajah penuh kepedihan yang menjadi cerminan nyata dari permasalahan sosial yang menghantui kota ini.

 

Bayangkanlah seorang wanita muda, berusia 27 tahun, dengan tubuh yang masih tegap dan raut wajah yang masih segar. Ia berdiri di pinggir jalan, tangannya terulur meminta belas kasih. Ia adalah salah satu dari sekian banyak pengemis yang menghuni kota ini. Ia terpaksa mengemis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kosan, dan menabung untuk membuat kuburan anak keduanya yang telah pergi untuk selamanya.

Kisah pilunya semakin menyayat hati, saat ia menceritakan masa lalunya. Ia pernah membawa anak keduanya untuk mengemis bersamanya, karena penghasilan yang diperoleh lebih besar. Namun, takdir berkata lain, anak keduanya pergi meninggalkannya. Sejak saat itu, penghasilannya menurun drastis, dan ia harus menanggung beban duka yang tak terkira.

“Saya ingin bekerja, tapi suami saya tidak mengizinkan,” katanya dengan suara lirih. “Dia hanya mengizinkan saya mengemis.”

Kisah ini bukanlah cerita tunggal. Di balik setiap pengemis yang kita temui, tersembunyi kisah pilu yang tak terungkap. Mereka adalah korban dari sistem yang tidak adil, yang tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk meraih kehidupan yang layak.

Kita, sebagai warga kota Banda Aceh, harus membuka mata dan hati kita terhadap realitas ini. Kita harus menyadari bahwa mereka bukanlah beban, melainkan manusia yang membutuhkan uluran tangan. Kita harus berjuang bersama untuk menciptakan kota yang lebih adil, yang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk meraih kehidupan yang layak. Ada banyak cara yang mungkin bisa diupayakan. Secara internal, pengemis harus diberikan kesadaran agar mau berupaya dengan sungguh-sungguh, keluar dari belenggu semangat atau keinginan untuk mengemis.

​Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemiskinan di Banda Aceh adalah langkah penting juga. Untuk itu,  kita perlu membuka mata dan hati kita terhadap mereka yang terlupakan, dan membangun empati melalui edukasi dan kampanye. Dengan demikian, kita dapat mendorong tindakan nyata untuk membantu. Selain itu, mendukung program-program pemberdayaan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini bisa berupa pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Dengan memberikan kesempatan untuk mandiri, kita dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. Semua pihak dibutuhkan ikut berpartisipasi aktif.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

​Sangat dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan swasta. Ini  sangat penting guna membuka peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka yang membutuhkan. Dengan memberikan akses pekerjaan yang layak, kita dapat membantu mereka meraih kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, kita perlu mendorong kebijakan yang adil dan merata, yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Sebelum Aku Menjadi Guru

Sebelum Aku Menjadi Guru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com