• Latest
Perempuan Dengan Ember Hitam

Perempuan Dengan Ember Hitam

November 12, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan Dengan Ember Hitam

Redaksiby Redaksi
November 12, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #pengemis
Perempuan Dengan Ember Hitam
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Sigit Haykaliandra

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh.

Di pinggiran Simpang Jam, Banda Aceh, di area SPBU yang sibuk, tampak seorang perempuan paruh baya duduk sendirian di bawah payung untuk berlindung dari terik matahari. Perempuan ini berusaha menarik perhatian para pengendara yang berhenti di lampu merah dengan cara yang halus dan sederhana. Di sampingnya, terdapat ember hitam untuk menampung uang pemberian, sementara beberapa bungkus kerupuk yang tertata rapi menjadi penanda seolah ia juga sedang berjualan.

Penulis yang sedang mendapat tugas melakukan observasi atau mengamati kehidupan para pengemis yang selama ini banyak ditemukan di kota Banda Aceh, langsung mengamati sang wanita.

Saat penulis dekati perempuan  itu, terlihat ia mengalami kondisi kesehatan yang terbatas yaitu gangguan penglihatan yang membuat sulit melihat dengan jelas. Namun tidak sepenuhnya buta, ia hanya dapat melihat cahaya dan bayangan tanpa bisa menangkap detail atau objek dengan baik.

Setiap harinya, ia berangkat dari rumahnya ke lokasi SPBU simpang jam dengan menggunakan becak yang dibawa oleh seorang suaminya. Namun suaminya bekerja menarik becak dengan pangkal di dekat lokasi hotel – hotel seperti Prada, Keudah,dan hotel Medan.

Ada yang penulis tanyakan lebih lanjut pada ibu tersebut, terkait motivasinya melakukan aktivitas pengemis itu. Berdasarkan wawancara penulis tersebut faktor yang membuat ia mengemis adalah bahwa keputusan untuk mengemis didorong oleh kebutuhan ekonomi yang mendesak dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk pekerjaan yang lainnya. Selain itu, ia memiliki tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya bersama suaminya.

Sangat terasa bahwa hidup perempuan ini penuh tantangan atau hambatan yang dialaminya. Bagaimana pun ia harus menghidupi anak – anaknya dan bertanggung jawab atas keluarganya dari penghasilan ngemis dan jualan kerupuk.

Apa yang menyedihkan dari kehidupannya sebagai pengemis adalah ketakutan tidak mendapatkan hasil dari ngemis dikarenakan tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka. Namun perempuan tersebut berbeda dari pengemis – pengemis lain, dengan berusaha berjualan kerupuk yang ia buatkan untuk menghasilkan tambahan pendapatan.

Berdasarkan yang terjadi pada pengemis – pengemis di Banda Aceh ini, harusnya mereka dibekali kemampuan dan pekerjaan yang setara dengan kondisi masing – masing yang dimana memiliki keterbatasan dan kesehatan yang berbeda – beda. Sekiranya Pemerintah daerah dapat membantu membuka pelatihan untuk melatih keterampilan di setiap yang dimiliki oleh pengemis – pengemis tersebut.

Selain itu, Pemerintah Aceh perlu perhatian khusus terhadap pengemis – pengemis jalanan dan membuka wawasan kepada mereka untuk memperbaiki kehidupan mereka menjadi lebih baik dan setara pada masyarakat Aceh.

Mungkin bisa dimulai dengan adanya program – program untuk pengemis jalanan dengan memodalkan mereka agar membuka usaha yang bisa dilakukan dan tidak butuh belas kasihan dari masyarakat sekitar.

Pengamatan ini menjadi pengalaman bagaimana harusnya di diri kita ada solidaritas dan kepedulian sosial kepada pengemis – pengemis di jalanan. Semoga kedepannya lebih berkurang pengemis – pengemis yang bermunculan di Banda Aceh.  

 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

 

 

ADVERTISEMENT

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Anak-Anak yang Dipaksa Hidup di Jalanan

Anak-Anak yang Dipaksa Hidup di Jalanan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com