POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Demokrasi dan Pendidikan

RedaksiOleh Redaksi
June 8, 2024
Demokrasi dan Pendidikan
🔊

Dengarkan Artikel

 Prof. DR. Didik J Rachbini

Wacana kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945, mengemuka selama beberapa tahun terakhir ini. Wacana ini sehat dan bukan tanpa alasan dan bukan tanpa sebab. Demokasi langsung yang telah dijalankan empat kali pemilihan presiden memperlihatkan banyak ekses negatif, karena perilaku politisi, yang melanggar aturan main, politik uang, praktik politik curang dan banyak lagi hal negatif lainnya.

Indonesia berhasil menjalankan demokrasi langsung ini, meskipun banyak kelemahan, tetapi tampil di kancah internasional sebagai salah satu demokrasi tebesar di dunia. Namun Presiden tepilih Prabowo Subianto tercetus pernyataan dan perasaan bahwa demokrasi langsung ini melelahkan.

Wacana itu muncul, bahkan sejak lima tahun yang lalu di mana Prabowo Subianto mengemukakan wacana ini. Tidak ada kelanjutan dan aksi secara politik, sampai pada akhirnya Gerindra juga membantah sebagai pihak yang menyuarakan kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945. Memang pernyataan yang baru ini sebagai  bantahan dan terkait dengan pilkada yang sedang akan berlangsung tahun 2024 ini.

https://news.detik.com/berita/d-4669542/prabowo-perjuangan-gerindra-kembali-ke-uud-45-yang-asli

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240607192920-32-1107313/gerindra-bantah-setuju-amandemen-uud-untuk-presiden-dipilih-mpr

Demokrasi juga berkembang sesuai konteks sosial ekonomi masyarakat,  terutama tingkat pendidikan. Apa hubungan demokrasi dan pendidikan? Jawaban yang sederhana, semakin tinggi pendidikan, maka semakin tinggi tuntutan terhadap demokrasi. Indonesia pada awalnya menganut sistem demokrasi perwakilan di mana para pendiri bangsa mempertimbangkan bahwa tingkat literasi melek huruf rakyat Indonesia tahun 1940-an jauh di bawah 10 persen. Lebih 90 persen penduduk tidak mengenyam pendidikan, sehingga tidak paham betul apa demokrasi itu. Karenanya, demokrasi dengan sistem perwakilan adalah sistem yang tepat disajikan oleh pendiri bangsa pada waktu itu.

📚 Artikel Terkait

HABA Si PATok

9 Judul Buku SatuPena Indonesia Bakal Dilaunching pada Wara Wiri Feskraf di TMII Jakarta

Banjir Aceh Luka Kolektif setelah Bangkit dari Tsunami

Untukmu Guruku

Para pendiri bangsa menempatkan demokrasi dalam sistem perwakilan, karena rakyat yang melek huruf sangat sedikit. Majelis Perwakilan Rakyat, yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan utusan golongan serta utusan daerah adalah penjelmaan rakyat secara keseluruhan yang memilih presiden, sebagai pemimpin tertinggi.

Sekarang keadaan sudah sangat jauh berbeda. Tingkat literasi bangsa  sudah 97 persen, lalu mau kembali kepada undang-undang dasar 1945, apa argumennya? Reformasi 25 tahun yang lalu mengubah demokrasi menjadi sistem pemilihan langsung yang mengagetkan seluruh rakyat Indonesia, karena banyak ekses negatif.

Politik uang, konflik dan partai-partai yang seolah tidak siap menghadapi sistem seperti ini. Bahkan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, merasakan sistem seperti ini sangat melelahkan, sehingga muncul kehendak beberapa pihak untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 di mana rakyat mewakilkan kembali kedaulatannya kepada anggota MPR untuk kembali  memilih Presiden.

Kemampuan Literasi Rakyat Meningkat

 Kini tingkat literasi rakyat sudah sangat tinggi, yakni mencapai 97 persen.  Kondisi ini menjadi argumen untuk tidak kembali ke belakang karena alasan sangat liberal dan perilaku politik uang para politisi sudah semakin menggila. Jika di sistem jalan raya banyak pelanggaran dan semerawut, jangan infrastruktur jalannya dibongkar, diganti yang lain. Sistem baru yang menggantikan, bisa jadi menjadi lebih buruk dan menghasilkan pemimpin tiran, karena bisa mengendalikan lebih mudah para anggota DPR dan MPR yang memilih presiden. Pada saat ini pun presiden dapat dengan mudah mengendalikan para anggota DPR melalui hanya beberapa pemimpin partainya.

Maka, bagaimana pun tingkat pendidikan akan menentukan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama sistem demokrasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan literasi suatu bangsa, maka tuntutan terhadap demokrasi semakin meningkat. Memang demokrasi langsung terasa melelahkan, banyak ekses negatif yang menyertainya karena keterlibatan masyarakat yang meluas, yakni hampir 200 juta pemilih.

Oleh sebab itu, wacana akademis, dengan pikiran yang rasional dan argumen yang baik sangat diperlukan. Pemikiran presiden terpilih juga bagian dari wacana sehat di dalam demokasi bangsa ini. Namun demikian, memotong sistem pemilihan langsung tidak bisa dilakukan begitu saja, karena kita menghadapi kendala-kendala dan ekses negatif yang cukup meluas.

Justru usaha yang harus kita lakukan memperbaiki dua hal mendasar, yakni sistem dan aturan main yang baik dan tegas serta mengubah perilaku politisi dan rakyat yang memilihnya, terutama politik uang yang menjadi penyakit akut dari demokrasi ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
SURAT KEPADA GENERASI KE LIMA

SURAT KEPADA GENERASI KE LIMA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00