🔊
Dengarkan Artikel

Oleh Rosli K. Matari
Malaysia
kuterima musim gugur ini
sebagai jiwa, nurani
alam,
walau sehelai daun, senyap, sepi
harus luruh lagi
meski sudah luyut malam
seratus tahun, kuperhati
alam bijak berbahagi
cuaca, warna
sebegitu halus, saksama
📚 Artikel Terkait
cermat sekali
menjaga, walau pada debu
yang harus pergi
meninggalkan pasir, batu
hadapan nanti, musim dingin
aku akan lebih tua
di celah sejuk angin,
dan bayangku diam sahaja
mati itu ada,
tetapi aku telah hidup
dengan berani
segala cuaca,
terang, redup
gelita, kuhadapi
kini,
kutunggu salju
datanglah lagi
walau aku ketar, atau kaku
selagi aku berdiri,
aku akan berkata –
“aku berani”,
dua patah kata.
– Rosli K. Matari
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.




