POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Suara dari Dalam

RedaksiOleh Redaksi
January 15, 2024
Suara dari Dalam
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: ERWIN JOKO SUSANTO

 

Di sebuah desa kecil yang terpencil, terdapat sebuah rumah tua yang konon katanya angker. Rumah tersebut ditinggalkan oleh seorang tua yang konon katanya memiliki ilmu hitam. Bahkan digosipkan oleh penduduk setempat bahwa pak tua yang dulu pernah tinggal di rumah tersebut mempraktikkan ilmu santet untuk mencelakai orang. Mengingat banyaknya penduduk yang meninggal dunia dan akibat didemo oleh penduduk sekitar,  kini penghuninya pergi entah ke mana.

Seorang remaja bernama Jono sangat penasaran dengan rumah tersebut. Ia ingin membuktikan bahwa cerita-cerita itu hanyalah omong kosong belaka. Tanpa pikir panjang, Jono memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Namun, begitu masuk, Jono memang merasa ada yang aneh, seperti melihat bekas perapian, tanaman lavender dan bekas lilin yang besar-besar.

Saat berada di dalam rumah, Jono mendengar suara-suara aneh yang membuatnya semakin takut. Namun, suara itu bukanlah suara hantu atau makhluk gaib, melainkan suara-suara yang menceritakan tentang bagaimana orang-orang di desa tersebut menghina dan merendahkan pendapat orang yang tak lain adalah pak tua yang pernah tinggal di situ.

Suara-suara itu membuatnya tidak tahan sampai harus menutup telinga dan lari sekencang-kencangnya uuntuk keluar dari pintu rumah itu.

Ketika berada di luar, Jono sempat menyimpulkan apakah suara-suara aneh itu yang membuat pak tua tidak betah tinggal di rumahnya dan minggat entah ke mana.

Tiba-tiba Jono semakin merasa bersalah karena selama ini ia juga pernah merendahkan pendapat orang lain. Jono teringat saat dahulu pernah duduk di kelas bersama kelompoknya, sedang berdiskusi tentang topik yang akan mereka presentasikan.

Saat temannya, Dika, memberikan ide tentang topik presentasi, Jono langsung menolaknya dengan nada sinis.

📚 Artikel Terkait

PERTARUNGAN DEMI SURGA

Ragam Pesan Sarat Makna pada Acara PAKARMARU 2025 Fakultas Pertanian USK, Banda Aceh

Soal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan

Dispersip Banda Aceh Jalin Kerja Sama dengan Perpustakaan Gampong Pande

“Ah, ide itu terlalu klise. Kita harus mencari topik yang lebih menarik,” ujar Jono dengan nada merendahkan.

Dika terlihat kecewa, namun tetap tersenyum, “Tapi aku pikir topik ini bisa menarik perhatian banyak orang.”

Jono hanya menggelengkan kepala dan mengabaikan pendapat Dika. Ia merasa bahwa pendapatnya lebih penting dan tidak menghargai ide dari temannya.

Flashback berlanjut ke saat Jono sedang berlatih untuk pertandingan debat di sekolah. Ia mendengar pendapat dari teman satu timnya, Maya, tentang bagaimana mereka sebaiknya mempersiapkan argumen-argumen mereka. Namun, Jono malah menertawakan pendapat Maya.

“Kamu tidak mengerti, Maya. Aku sudah lebih berpengalaman dalam debat. Kita harus melakukannya dengan cara saya,” ujar Jono dengan nada sombong.

Maya hanya menunduk dan mengangguk, meskipun terlihat kecewa dengan sikap Jono.

Flashback berakhir dengan Jono duduk sendirian di kamarnya, merenungkan kembali semua momen dimana ia merendahkan pendapat orang lain. Ia mulai menyadari bahwa sikapnya yang selalu merasa benar sendiri dan tidak menghargai orang lain. Ia pun berjanji untuk lebih menghargai pendapat orang lain setelah pengalaman misterius dan berhasil keluar dari rumah tersebut.

Setelah berhasil keluar dari rumah tersebut, Jono bercerita kepada penduduk desa tentang apa yang ia dengar di dalam rumah tersebut. Dari penemuan Jono, orang-orang sekitar yang dulunya pernah mengecam keberadaan pak tua karena anggapan memiliki ilmu hitam kini semakin sadar ditambah keterangan beberapa ahli akademisi dalam bidang herbal dan kedokteran di desa tersebut yang pernah menjelaskan bahwa bunga lavender yang dibiarkan tumbuh di dalam rumah itu ternyata bermanfaat untuk mengusir nyamuk dan sekali lagi nyamuk demam berdarahlah yang menyebabkan banyaknya korban apalagi terlambat mendapat perawatan medis.

Namun nasi sudah menjadi bubur, artinya warga setempat tidak sempat untuk meminta maaf atas tuduhan, fitnah yang dialamatkan ke pak tua dan kini mereka hanya menyesal karena telah menyakiti hati pak tua sehingga ia telah pergi entah ke mana. Tak seorangpun tahu keberadaannya. Akhirnya, menghargai dan tidak menghakimi orang yang berbeda pendapat adalah hal yang sangat penting.

Mereka pun berjanji untuk lebih menghargai pendapat orang lain dan tidak lagi merendahkan.

Kisah penduduk desa terhadap pak tua di rumah tua itu mencerminkan stereotip dan menggambarkan sikap dan prasangka negatif. Orang-orang di desa itu mungkin telah membuat asumsi negatif tentang si tua dan rumahnya berdasarkan cerita-cerita yang beredar, tanpa benar-benar mengenalnya, sehingga pak tua menjadi semakin minder dan tak mudah untuk bergaul dengan banyak orang. Sikap minder tersebut diinterpretasikan oleh masyarakat sekitar sebagai sikap sombong. Jono sendiri mungkin terinspirasi oleh pengalaman di rumah tua tersebut untuk lebih memahami bahwa prasangka negatif terhadap orang lain tidaklah benar, dan bahwa menghargai pendapat orang lain penting untuk memahami perspektif yang berbeda.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00