• Latest
Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

April 18, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

*Pengantar Statement ekonom Senior Rizal Ramli pada Diskusi Publik Universitas Paramadina dan LP3ES tentang perlunya kalangan intelektual Indonesia bergerak melakukan perubahan rupanya terus bergaung. Nilai yang diperoleh dari perubahan yang didrive oleh intelektual akan jauh lebih berarti daripada sekadar perubahan yang dicreate oleh politisi. Ihwal tersebut, dipertajam lagi oleh coretan Arief Gunawan di bawah ini

Redaksiby Redaksi
April 18, 2023
Reading Time: 3 mins read
Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Arief Gunawan, Pemerhati Sejarah.

ADA pernyataan menarik yang disampaikan oleh tokoh nasional Dr Rizal Ramli dalam diskusi “Masa Depan Reformasi Birokrasi dan Pemerintahan” yang diselenggarakan  Universitas Paramadina dan LP3ES, 12 April yang lalu.

Tampilnya Rizal Ramli di forum LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) yang juga penerbit majalah ilmiah popular, Prisma, dimana pada sekitar tahun 1980-an Rizal Ramli pernah menjadi pemimpin redaksi di majalah itu, mengusik kembali kesadaran publik tentang pentingnya peran para intelektual untuk membawa perubahan bagi kemajuan bangsa.

Dalam paparan diskusi yang disiarkan melalui channel YouTube itu Rizal Ramli menyatakan, saat ini peran kalangan intelektual seharusnya lebih menonjol. Karena perubahan yang di-drive oleh para intelektual akan sangat berbeda kualitasnya ketimbang perubahan yang di-create oleh para politisi.

“Para pejuang kemerdekaan kita dulu umumnya adalah para intelektual. Karena itu hasil perjuangan mereka bukan hanya sekadar memerdekakan bangsa, tapi juga menghasilkan prinsip-prinsip dasar kemerdekaan,” tandas Rizal Ramli.

Rizal Ramli menekankan, intelektual Indonesia saat ini tidak bisa lagi diharapkan tumbuh dari kalangan dosen-dosen universitas negeri.

Ia mencontohkan, Forum Rektor misalnya, kini telah berubah menjadi “Forum PNS” yang takut bersuara kritis dan enggan mengoreksi keadaan bernegara.

“Yang ada malah forum-forum rektor yang berasal dari universitas swasta yang mengalami sendiri 20 sampai 30 persen mahasiswanya tidak mampu bayar uang kuliah, sejak dua setengah tahun terakhir ini,” ungkap Rizal Ramli.

Kalangan rektor dari universitas swasta inilah, lanjutnya, yang semakin lama semakin menginginkan adanya perubahan yang lebih baik di negeri ini.

Dalam terminologi sejarawan Arnold Joseph Toynbee kaum intelektual adalah termasuk kelompok minoritas kreatif.

Minoritas kreatif ialah sekelompok orang yang memiliki self determining atau kemampuan diri untuk menentukan apa yang hendak dilakukan dalam mencapai perubahan.

Minoritas kreatif dari segi jumlah memang sedikit, tetapi berperan besar menjadi pemandu yang berjuang dan menunjuki jalan ke arah perubahan yang lebih baik.

Perlawanan rakyat terhadap kolonialisme esensinya juga digerakkan oleh kelompok minoritas kreatif.

Cipto Mangunkusumo, Haji Samanhudi, Tirto Adi Suryo, Cokroaminoto, Sutomo, Ernest Deuwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara, Hatta, Sukarno, adalah contoh-contoh figur intelektual minoritas kreatif yang membawa perubahan.

Mereka ini, kata Rizal Ramli, adalah intelektual yang memperjuangkan visi dan gagasannya agar dapat terwujud, yaitu memerdekakan bangsa.

“Tapi para intelektual kita saat ini hanya sibuk menganalisis peristiwa atau kejadian doang,” tandasnya.

Tentang pentingnya peran para intelektual untuk perubahan dalam mencapai kemerdekaan dan kemajuan bangsa, Bung Hatta telah secara patriotik menyatakannya saat diadili di pengadilan Den Haag, Belanda, 9 Maret 1928, tatakala masih menjadi mahasiswa di Negeri Kincir Angin itu:

Dalam pidato pembelaannya yang berjudul Indonesia Merdeka (Indonesia Vrij) di depan pengadilan kolonial itu Bung Hatta berkata:

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

“Orang-orang Indonesia yang lulus dari sekolah tinggi harus bergabung pada massa yang berjuang. Sudah terlalu lama kaum intelek menjauhkan diri dari massa rakyat … kebanyakan dari para sarjana kita tidak mempedulikan nasib rakyat yang menderita. Memang faktor yang menentukan dalam perjuangan kemerdekaan nasional bukanlah terletak pada kelompok kaum intelek. Jantung bangsa berdenyut dalam lapisan-lapisan luas. Para intelektual hanya perlu menemukan kekuatan rakyat yang meluap-luap dan menjadi juru bahasanya. Jantung itu terbuka untuk menangkap suara zaman …”.

Pada bagian lain pidato pembelaannya  Bung Hatta, figur yang selalu berpembawaan tenang menyatakan kekerasan hatinya sebagai seorang pejuang bangsa dengan suara yang lantang:

“Para intelektual jangan mau mengambil jalan samping lagi, yang hanya menuju pada lebih banyak kegetiran.  Selamat tinggal politik memohon dan mengemis ! Selamat tinggal politik memohon restu !  Selamat tinggal politik menadahkan tangan ! …”.

ADVERTISEMENT

Amanat Bung Hatta kepada kaum intelektual yang disampaikan 95 tahun yang lalu ini seakan kini menemukan korelasi dan relevansinya dengan pernyataan tokoh nasional Dr Rizal Ramli yang juga merupakan tokoh pergerakan sejak menjadi mahasiswa, bahwa kalangan intelektual saat ini seharusnya mampu berperan. Karena perubahan yang di-drive oleh para intelektual sangat berbeda kualitasnya ketimbang perubahan yang di-create oleh para politisi yang kini terbukti menghasilkan banyak sekali kebangkrutan dalam tatakelola negara dan bangsa.

Longa Vita Certamen, Beati Qui Defendunt Populum, Panjang Umurlah Perjuangan, Diberkahilah Mereka yang Berjuang Membela Rakyat …

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

QIYAMULLAIL

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com