POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan

*Pengantar Statement ekonom Senior Rizal Ramli pada Diskusi Publik Universitas Paramadina dan LP3ES tentang perlunya kalangan intelektual Indonesia bergerak melakukan perubahan rupanya terus bergaung. Nilai yang diperoleh dari perubahan yang didrive oleh intelektual akan jauh lebih berarti daripada sekadar perubahan yang dicreate oleh politisi. Ihwal tersebut, dipertajam lagi oleh coretan Arief Gunawan di bawah ini

RedaksiOleh Redaksi
April 18, 2023
Rizal Ramli Suarakan Amanat Bung Hatta Soal Peran Intelektual untuk Perubahan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Arief Gunawan, Pemerhati Sejarah.

ADA pernyataan menarik yang disampaikan oleh tokoh nasional Dr Rizal Ramli dalam diskusi “Masa Depan Reformasi Birokrasi dan Pemerintahan” yang diselenggarakan  Universitas Paramadina dan LP3ES, 12 April yang lalu.

Tampilnya Rizal Ramli di forum LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) yang juga penerbit majalah ilmiah popular, Prisma, dimana pada sekitar tahun 1980-an Rizal Ramli pernah menjadi pemimpin redaksi di majalah itu, mengusik kembali kesadaran publik tentang pentingnya peran para intelektual untuk membawa perubahan bagi kemajuan bangsa.

Dalam paparan diskusi yang disiarkan melalui channel YouTube itu Rizal Ramli menyatakan, saat ini peran kalangan intelektual seharusnya lebih menonjol. Karena perubahan yang di-drive oleh para intelektual akan sangat berbeda kualitasnya ketimbang perubahan yang di-create oleh para politisi.

“Para pejuang kemerdekaan kita dulu umumnya adalah para intelektual. Karena itu hasil perjuangan mereka bukan hanya sekadar memerdekakan bangsa, tapi juga menghasilkan prinsip-prinsip dasar kemerdekaan,” tandas Rizal Ramli.

Rizal Ramli menekankan, intelektual Indonesia saat ini tidak bisa lagi diharapkan tumbuh dari kalangan dosen-dosen universitas negeri.

Ia mencontohkan, Forum Rektor misalnya, kini telah berubah menjadi “Forum PNS” yang takut bersuara kritis dan enggan mengoreksi keadaan bernegara.

“Yang ada malah forum-forum rektor yang berasal dari universitas swasta yang mengalami sendiri 20 sampai 30 persen mahasiswanya tidak mampu bayar uang kuliah, sejak dua setengah tahun terakhir ini,” ungkap Rizal Ramli.

Kalangan rektor dari universitas swasta inilah, lanjutnya, yang semakin lama semakin menginginkan adanya perubahan yang lebih baik di negeri ini.

Dalam terminologi sejarawan Arnold Joseph Toynbee kaum intelektual adalah termasuk kelompok minoritas kreatif.

📚 Artikel Terkait

Musibah Menghancurkan Negeri Kami

CCDE Lembaga Peduli Anak Fakir Miskin

Pj Wali Kota Ajak Semua Unsur untuk Jadikan Gampong di Banda Aceh Bersinar

BAGAIMANA JOKOWI MENDUKUNG GANJAR, MENCADANGKAN PRABOWO, DAN MENOLAK ANIES

Minoritas kreatif ialah sekelompok orang yang memiliki self determining atau kemampuan diri untuk menentukan apa yang hendak dilakukan dalam mencapai perubahan.

Minoritas kreatif dari segi jumlah memang sedikit, tetapi berperan besar menjadi pemandu yang berjuang dan menunjuki jalan ke arah perubahan yang lebih baik.

Perlawanan rakyat terhadap kolonialisme esensinya juga digerakkan oleh kelompok minoritas kreatif.

Cipto Mangunkusumo, Haji Samanhudi, Tirto Adi Suryo, Cokroaminoto, Sutomo, Ernest Deuwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara, Hatta, Sukarno, adalah contoh-contoh figur intelektual minoritas kreatif yang membawa perubahan.

Mereka ini, kata Rizal Ramli, adalah intelektual yang memperjuangkan visi dan gagasannya agar dapat terwujud, yaitu memerdekakan bangsa.

“Tapi para intelektual kita saat ini hanya sibuk menganalisis peristiwa atau kejadian doang,” tandasnya.

Tentang pentingnya peran para intelektual untuk perubahan dalam mencapai kemerdekaan dan kemajuan bangsa, Bung Hatta telah secara patriotik menyatakannya saat diadili di pengadilan Den Haag, Belanda, 9 Maret 1928, tatakala masih menjadi mahasiswa di Negeri Kincir Angin itu:

Dalam pidato pembelaannya yang berjudul Indonesia Merdeka (Indonesia Vrij) di depan pengadilan kolonial itu Bung Hatta berkata:

“Orang-orang Indonesia yang lulus dari sekolah tinggi harus bergabung pada massa yang berjuang. Sudah terlalu lama kaum intelek menjauhkan diri dari massa rakyat … kebanyakan dari para sarjana kita tidak mempedulikan nasib rakyat yang menderita. Memang faktor yang menentukan dalam perjuangan kemerdekaan nasional bukanlah terletak pada kelompok kaum intelek. Jantung bangsa berdenyut dalam lapisan-lapisan luas. Para intelektual hanya perlu menemukan kekuatan rakyat yang meluap-luap dan menjadi juru bahasanya. Jantung itu terbuka untuk menangkap suara zaman …”.

Pada bagian lain pidato pembelaannya  Bung Hatta, figur yang selalu berpembawaan tenang menyatakan kekerasan hatinya sebagai seorang pejuang bangsa dengan suara yang lantang:

“Para intelektual jangan mau mengambil jalan samping lagi, yang hanya menuju pada lebih banyak kegetiran.  Selamat tinggal politik memohon dan mengemis ! Selamat tinggal politik memohon restu !  Selamat tinggal politik menadahkan tangan ! …”.

Amanat Bung Hatta kepada kaum intelektual yang disampaikan 95 tahun yang lalu ini seakan kini menemukan korelasi dan relevansinya dengan pernyataan tokoh nasional Dr Rizal Ramli yang juga merupakan tokoh pergerakan sejak menjadi mahasiswa, bahwa kalangan intelektual saat ini seharusnya mampu berperan. Karena perubahan yang di-drive oleh para intelektual sangat berbeda kualitasnya ketimbang perubahan yang di-create oleh para politisi yang kini terbukti menghasilkan banyak sekali kebangkrutan dalam tatakelola negara dan bangsa.

Longa Vita Certamen, Beati Qui Defendunt Populum, Panjang Umurlah Perjuangan, Diberkahilah Mereka yang Berjuang Membela Rakyat …

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

QIYAMULLAIL

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00