POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

MENGHENTIKAN POLITIK ORANG KAYA

RedaksiOleh Redaksi
December 29, 2022
MENGHENTIKAN POLITIK ORANG KAYA
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh : Suroto

Salah satu hal yang paling sering dikampanyekan oleh para kontestan calon anggota legislatif atau eksekutif dalam Pemilu adalah meminta untuk memilih orang yang sudah bebas secara keuangan. Itu artinya kita disuruh memilih mereka, orang orang kaya tersebut.

Argumentasinya, jika orang itu sudah kaya, tidak akan lagi sibuk mencari uang untuk kepentingan hidupnya. Tidak akan korupsi dan dapat fokus memikirkan kepentingan masyarakat banyak. Bahkan dalam banyak kampanye rela tidak mengambil gaji mereka selama menjabat.

Audiens yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya akan dengan mudah termanipulasi oleh kata kata mereka. Lalu mereka mencoblos calon tersebut di kala musim Pemilu tiba.

Hasilnya dapat kita lihat, dimana mana anggota Parlemen dan Eksekutif saat ini berasal dari orang orang kelas menengah ke atas tersebut. Bahkan lebih parah, siklus pergantianyapun berasal dari anggota keluarga mereka sendiri ; suami, istri, anak, paman, bibi, keponakan, besan dan terus demikian.

Mereka tak hanya masuk dalam urusan pemenangan kontestasi Pemilu, tapi jauh mendasar kuasai struktur organisasi basis, organisasi sayap partai, dan partai politiknya. Ibarat permainan dari proses rekruitmen pemain sampai dengan tanding semua dikuasai secara paripurna.

Brutalnya, kelompok kaya di Indonesia itu jumlahnya terlalu sendikit. Bahkan jika dibandingkan dengan rata rata dunia sekalipun. Angka mereka yang punya kekayaan di atas 1,5 milyard saja itu hanya 1,1 persen. Padahal rata rata dunia adalah 10,6 persen ( Suissie Credit, 2021). Mereka yang kaya raya itu terlalu sedikit, dan miskin papa terlalu banyak.

Kalau kita gunakan teori bahwa sumber kekuasaan itu salah satunya diukur dari penguasaan properti atau kekayaan, maka angkanya terlalu ekstrim sekali. Mereka yang super kaya tidak punya beban memikirkan uang susu anak atau aktifitas immanen urusan soal perut itu terlalu sedikit.

Jadi nyaris politik di Indonesia itu makanya hanya berputar putar dari orang kaya, oleh orang kaya dan untuk orang kaya. Apa yang baik untuk kepentingan orang kaya adalah dianggap baik untuk kepentingan rakyat jelata.

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

IMLF 3: Ketika Literasi Mengalahkan Bisingnya Mesiu

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Buku Harian Yang Hilang

Ketika mereka sudah duduk jadi penguasa, selain gunakan cara ortodok mengutil uang negara, hal yang paling berbahaya dan mutakhir adalah mereka lakukan korupsi di tingkat regulasi dan kebijakan. Mereka buat aturan dan kebijakan agar jadi rompi pengaman dan perbesar kepentingan bisnis mereka.

Mereka yang dekat dengan kekuasaan adalah yang diuntungkan oleh peraturan dan kebijakan. Mereka yang jauh dari kekuasaan yang dikenai peraturan.

Setelah mereka memenangkan kontestasi dan duduk jadi anggota parlemen, presiden, gubernur, bupati, walikota lalu mereka gunakan politik ” pork barrel”, politik gentong babi, yaitu politik yang gunakan sebagian kecil uang negara kepada basis kontsituen pemilihnya untuk merampok bagian sumber bisnis dan pendapatan yang lebih besar.

Jadi aspirasi rakyat jelata Indonesia, yang orang orang dewasanya 83 persen hanya punya kekayaan di bawah 150 juta rupiah ( Suissie Credit, 2021) itu sesungguhnya hanya dianggap sebagai tumbal penopang kekuasaan mereka.

Rakyat itu dianggap hanya angka statistik manusia tak berdaya yang mereka manfaatkan untuk mengeruk keuntungan dan langgengkan kekuasaan bagi diri dan keluarganya. Negara yang kaya raya ini pada akhirnya hanya langgengkan posisi mereka yang miskin dan rentan miskin hingga separo dari penduduk Indonesia.

Hal tersebut juga terlihat dari riset Smeru ( 2020) yang ungkap fakta bahwa hanya 87 persen keluarga miskin itu tetap mewariskan kemiskinan kepada generasi selanjutnya.

Satu hal lagi yang membedakan dengan politik di Amerika Serikat misalnya, jika orang Amerika itu menjadi kaya karena inovasi bisnisnya lalu mereka mencoba untuk pengaruhi negara, elit kaya di Indonesia itu mencari kekayaan dengan cara mempengaruhi kebijakan. Sebab jalin kelindan bisnis elit kaya di Indonesia itu bergantung pada kepentingan kapitalis global yang berpusat pada negara negara adi kuasa.

Dalam istilah Profesor Yoshihara Kunio disebut sebagai ersatz caputalism atau kapitalis semu. Kapitalis yang hidup dan matinya bergantung dari keistimewaan atau keistimewaan kebijakan dan peraturan.

Saat ini kita masuk ke tahun politik, dan tahun politik ini akan segera dipenuhi oleh slogan slogan palsu para elit kaya tersebut. Tapi sayangnya, rakyat sepertinya tetap tak akan berdaya. Sebab calon calon yang muncul saat ini baik untuk anggota parlemen maupun eksekutif sepertinya ya hanya berasal dari kelompok elit kaya tersebut.

Jadi, apakah yang bisa kita perbuat? bagaimana cara menghentikanya? Jika anda tidak sanggup untuk tidak memilih, maka pilihan terbaiknya adalah pilihlah dari calon yang paling miskin secara harta. Tidak ada kaitanya dengan anggota keluarga kaya. Tapi juga yang setidaknya kalau masih ada juga yang punya karya riil pernah membela kepentingan rakyat jelata secara nyata. Ini adalah pilihan terbaik dari yang terburuk.

Jakarta, 27 Desember 2022

Suroto
Ketua AKSES ( Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
HENING HUMA

REFLEKSI DIRI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00