• Latest
Siswa-Siswi  SDIT Muhammadiyah Manggeng Berkunjung Rumah Yatim

Siswa-Siswi SDIT Muhammadiyah Manggeng Berkunjung Rumah Yatim

Desember 3, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Siswa-Siswi SDIT Muhammadiyah Manggeng Berkunjung Rumah Yatim

Redaksiby Redaksi
Desember 3, 2022
Reading Time: 2 mins read
Siswa-Siswi  SDIT Muhammadiyah Manggeng Berkunjung Rumah Yatim
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Potretonline.com-Manggeng, 03/12/22. SDIT Muhammadiyah Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya kembali melaksanakan kegiatan peduli yang menjadi kegiatan rutin sekolah tersebut setiap bulannya. Dalam kegiatan SDIT Peduli kali ini, siswa siswi kelas 4 mendapat giliran untuk mengunjungi rumah yatim yang berada di Desa Pante Gelima, Kecamatan Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan.

Sulastri (32) merupakan janda 3 anak yang hidup merantau ke desa tersebut. Ia yang berasal dari Madura, Jawa Timur merupakan seorang TKI yang bekerja di Malaysia. Di sanalah ia dan suami Almarhum Dedy bertemu dan kemudian menikah. Tak lama setelahnya, ia dan suami kembali ke Indonesia dan ikut ke kampung halaman suami di desa Pante Gelima.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Maret 1, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026

Setelah selama 7 tahun ia dan suami kembali dan hidup di kampung halaman suami, namun pada Januari lalu sang suami yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu dipanggil Ilahi.

Kini ia hanya tinggal berempat bersama 3 orang anaknya yang masih kecil. Anak pertama, M. Riski (8 thn), dan keduanya M. Alif Alfarisi (7 thn) masih duduk di kelas 2 dan 1 SD, Sedangkan anak ketiganya Nurul Hidayah (2 thn) yang masih balita.

Saat berkunjung ke rumahnya yang masih setengah jadi dan belum diplaster, ia menyambut dengan sangat ramah. Ia mengaku rumahnya tersebut merupakan bantuan dari warga desa yang mengumpulkan uang untuk membantunya mendirikan rumah tersebut. Sebelumnya rumahnya hanya terdiri dari satu ruangan kamar dan gubuk.

Baru setelah sang suami tiada, warga sekitar berinisiatif mengumpulkan uang membangun rumahnya. Tapi yang masih memprihatinkan, rumah yang kini terdiri atas 3 ruang tersebut, belum memiliki pintu depan dan jendela, hanya pintu dan jendela kamar saja yang ada. Saat ditanya beliau menjawab, “saat malam hari hanya pintu kamar saja yang bisa tertutup dan terkunci, pintu depan (ruang tamu dan dapur) hanya ditutupi dengan tiplek begitu saja, sedangkan jendela terbuka begitu saja.”

Dalam keadaan rumah yang sangat tidak aman, ia dan 3 buah hatinya hidup dengan penuh kesabaran.  Ia juga mengaku selama ini ia hanya hidup dari bantuan orang – orang yang prihatin kepada mereka. Ia ingin bekerja, namun tak dapat yang ia lakukan karena   sang anak bungsu yang masih berumur 2 tahun masih tak dapat ditinggal, namun ia berusaha keras untuk dapat bekerja. Ia mengaku baru selama beberapa hari ini ia bekerja di kebun salah seorang warga. Sedangkan bantuan dari pemerintah hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang cair 3 bulan sekali.

Wali kelas 4 yang hadir mendapingi anak – anak mengaku prihatin akan keadaan yang dialami bu Sulastri. Ia berharap agar bu Sulatri dan anak anaknya dapat tegar menghadapi semuanya. Ia juga berharap agar siswa siswi SDIT Muhammadiyah Manggeng dapat lebih banyak bersyukur dan membantu orang orang yang membutuhkan seperti bu sulastri.

Kontributor: Ustazah Nadia Febrianti

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Pemenuhan Hak Anak, DP3AP2KB Akan Galakkan Masjid Ramah Anak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com