POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pacar Baru

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
November 16, 2022
Puisi Khusus Rosli K. Matari Tuk Tabrani Yunis
🔊

Dengarkan Artikel

“Jatuh cinta itu berjuta rasanya”, demikian lirik lagu lawas. Saya lupa siapa penyanyi dan judul lagunya. Entah apa yang menginspirasi lagu tersebut, apakah memang pencipta lagu sedang merasakan yang namanya jatuh cinta. Pastinya, secara empiris saya pernah merasakan hal itu, meski selalu berakhir kurang seru.

Nah, kemarin (Selasa, 15/11) meja di samping kami mengopi sedang membahas hal serupa. Saya tidak tahu, apakah menguping pembicaraan termasuk pelanggaran hukum. Pastinya, mereka bicara dan telinga yang ‘nakal’ menangkap pesan mereka. “Apakah itu pacar barumu”, demikian kalimat yang sempat terekam.

Saya kemudian memandang wajah teman di depan sambil tersenyum, teman saya mendengar hal ya sama. Pikiran saya menjelajah ke KBBI, mencoba mengingat apa itu pacar. Apakah itu sejenis handphone atau merk sebuah sepatu maupun sandal. Kalau iya, tentu saja itu tidak relevan dengan yang dibicarakan sebelumnya.

Malamnya, sebuah pesan masuk. Pesan yang menanyakan di mana ngopi. Akhirnya pemberi pesan datang. 3 perempuan yang sedang menempuh jalur hukum alias kuliah di FH USK. Mereka baru saja mengikuti training di HMI, artinya mereka kohati. Setelah melalui percakapan biasa, salah seorang di antara kami berdiskusi dengan mereka. Temanya masih sama, pacaran.

Mereka diskusi panjang, mulai dari pemaknaan apa itu pacar dan pacaran. Saya kira itu momen yang tepat mencari lagu yang sedang viral, “Abang Banting Dede”. Lagu yang merupakan satire dari kisah nyata pasangan artis yang pernikahannya live di televisi. Pasangan yang seolah mesra di depan, namun kurang harmonis di belakang.

Pengalaman saya mengatakan hal yang sama. Kebetulan saya pernah bertempat tinggal di rumah pasangan artis. Mereka punya mobil, rumah mewah, uang dan asisten rumah tangga yang lengkap. Mulai urusan rumah tangga hingga hal sepele diurusin orang lain. Sayangnya, mereka tak seromantis di depan publik.

📚 Artikel Terkait

EAA Kembali Coaching Calon Penerima Beasiswa S-2

Jangan Malas Membaca

SIPETOK dan FISHY Produksi Siswa SMKN 1 Jeunieb

Untaian Puisi-Puisi Dzakwan Ali 

Saya juga sering mampir di rumah pasangan selebritis lainnya. Realitas yang saya dapati tidak jauh berbeda. Meski demikian, saya juga dapati pasangan elit politik dan selebriti yang sangat harmonis. Bahkan ia selalu siapkan waktu untuk istri dan anak tercinta. Jadwal itu tidak boleh diubah meski ada tawaran yang menggiurkan.

Nah kembali soal pacar dan pacaran. Setelah diskusi panjang di meja warung kopi, salah seorang perempuan di meja kami meminta izin pulang. Katanya sih mau jalan dengan sang kekasih. Namun kebenaran selalu datang, tak lama berselang setelah perempuan itu pergi. Temannya hendak pulang, namun kunci motor dibawa temannya yang katanya kencan dengan pujaan hati.

Ah ternyata dia pergi dengan yang lain. Kekasihnya datang, wajahnya penuh amarah. Barangkali curiga ditambah cemburu sedang menduduki hati dan pikirannya. Maklum saja, pujaan hati entah kemana dan tidak tahu dengan siapa. Saya dan teman, langsung pulang karena itu bukan urusan kami. Saya pun teringat soal kasus perselingkuhan yang sehari sebelumnya dibicarakan di grup whatsapp.

Saya tidak tahu mengapa perempuan era sekarang cenderung begitu, pastinya tidak semua. Masih banyak perempuan yang setia bahkan melebihi kesetiaannya pada diri sendiri. Begitulah kisah singkat, berdasarkan amatan subjektif saya.

Karenanya, selain idealis, saya akan menambah “setia” sebagai sesuatu yang mahal. Barang mewah yang langka. Namun jangan khawatir, seperti ST12 katakan, “cari pacar lagi”, bila pujaan hatimu selingkuh. Namun saya kurang setuju dengan ST12, bagi saya, menulis adalah cara saya selingkuh dengan perempuan. Karena Ibu dan kakak saya perempuan, saya sering selingkuh dari mereka. Mereka kerap kecewa karena masakan mereka yang lezat kerap saya abaikan.

Besoknya mereka kembali tanya, selera masakan apa, asalkan dimakan. Setelah saya menjawab, mereka memasak penuh cinta, namun ketika laptop di depan meminta perhatian lebih, masakan mereka terabaikan. Begitu seterusnya, anehnya mereka tetap setia memasak masakan kesukaan saya. Itulah *cinta* menurut saya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
LEMBAGA PANGLIMA LAOT PUNYA SIAPA DAN UNTUK SIAPA ?

LEMBAGA PANGLIMA LAOT PUNYA SIAPA DAN UNTUK SIAPA ?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00