POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perjuangan Masyarakat Aceh Memperkenalkan Budaya Aceh Di Denmark

RedaksiOleh Redaksi
June 24, 2022
Perjuangan Masyarakat Aceh Memperkenalkan Budaya Aceh  Di Denmark
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Cut Tania Safira

Mantan Anggota Sanggar Tari Putroe Aceh di Denmark, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Almuslim

Pada tahun 2007 saya dan teman-teman yang bergabung dalam sanggar tari Putroe Aceh, ikut memperkenalkan budaya Aceh di Denmark dengan menampilkan tarian Aceh seperti tarian Ranub Lampuan, tarian Bungong Seulanga, tarian Penganten Baroe, dan tarian Saman Inong. Sanggar ini terdiri dari anak-anak di bawah usia 15 tahun, yang dipimpin oleh kak Nurmala. Kami senang sekali dapat dikenalkan dengan sanggar Putroe Aceh atau lebih dikenal sebagai ”Dansetruppen Putroe Aceh (Prinsesserne fra Aceh) i Danmark.” Di sanggar ini kami berusaha sekuat tenaga untuk membuat masyarakat Denmark bisa tertarik dengan budaya dan tarian yang berasal dari Aceh.

Tentu tidak mudah meyakinkan masyarakat Denmark untuk bisa tertarik dengan tarian dan budaya Aceh. Namun sebagaimana pesan orangtua dan guru-guru jika kita bersungguh-sungguh, maka usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Pada awal berdirinya Sanggar Putro Aceh tidak pernah ikut dalam atau melakukan perlombaan, dan kalau pun ingin melakukan perlombaan harus mendapatkan izin dari Pemerintah Denmark. Dengan inisiastif dan semangat dari pelatih sanggar, sanggar Putro Aceh di awal menampilkan tarian di jalanan saja, dengan tujuan memperkenalkan budaya Aceh. Orang yang lalu lalang di jalan banyak yang berhenti dan menyaksikan kebolehan para penari sanggar dalam menampilkan ragam tarian Aceh.

Pada awal berdirinya sanggar Putroe Aceh giat melakukan latihan di rumah dan belum bisa diterima di perlombaan-perlombaan di Denmark dan hanya bisa menampilkan di jalanan saja. Namun hal itu tidak membuat sanggar tari Putroe Aceh patah semangat. Mereka menjadi semakin bergairah untuk menampilkan tarian yang terbaik walaupun hanya melakukan penampilan di jalanan. Mereka justru begitu senang dengan respon positif dari begitu banyak masyarakat Denmark yang datang untuk melihat penampilan tarian Aceh di Kota Aarbybro Nordjylland. Kemudian memberikan begitu banyak tepuk tangan dan pujian. Bahkan beberapa dari mereka meminta untuk diajarkan.

Setelah 2 tahun menampilkan tarian Aceh di berbagai kota dan sekolah, sanggar tari Putroe Aceh mendapat undangan untuk mengikuti dan menampilkan tarian Aceh di International Dance Day (Internasional Dansens Dag) tahun 2009. Mendapat undangan ini, tentu menjadi kabar yang begitu mengembirakan bagi sanggar Putroe Aceh, sehingga membuat mereka lebih giat melakukan latihan dengan menampilkan yang terbaik.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

SAMUDERA KASIH

Literasi Digital, Solusi Pembelajaran Online Lebih Optimal

Perpustakaan Sekolah Jangan Dibiarkan Jalan Sendiri

Dalam perhelatan International Dance Day yang dikoordinir oleh Dan Events, sanggar Putroe Aceh mendapat bagian untuk tampil pada Sabtu 2 Mei 2009. Lokasi acaranya bertempat di (Fri entré) Louise Plads, Lousegade, atau tepatnya di tengah-tengah kota Aalborg. Jalan untuk sanggar tari Putroe Aceh menjadi semakin cerah setelah tampil di Internasional dansens dag karena energi positif yang diberikan oleh masyarakat Denmark.

Banyak masyarakat meminta Putroe Aceh menulis buku tentang Aceh.

Tahun Juli 2011 menjadi tahun pertama bagi Pemerintah Aarhus di Denmark memberikan izin untuk mempromosikan Aceh kepada masyarakat Denmark. Promosi Aceh yang digelar pada bulan Juli tersebut dilakukan oleh World Acehnese Association (WAA) dan House of Aceh (HoA). Kedua organisasi ini melakukan berbagai persiapan agar acara yang akan ditampilkan nantinya bisa bermanfaat bagi Aceh dan pengunjung yang hadir. Aarhus merupakan kota terbesar kedua di Denmark dan menjadi salah satu pertimbangan yang dilakukan oleh WAA untuk mempromosikan Aceh di sana.

Pada promosi tersebut WAA dan HoA mendapat tempat di sebuah lokasi yang sangat strategis di tengah kota. Tempat tersebut bernama ”Store Torv”- Aarhus. Ayah saya, Tarmizi Age selaku koordinator WAA bersama rekan-rekan yang mengorganisir pertunjukan sanggar Putroe Aceh. Selain tarian Aceh yang ditampilkan, juga menampilkan beragam hasil bumi Aceh, dan foto-foto panorama alam Aceh dan khususnya tentang Sabang, serta brosur tentang Aceh. Dari kegiatan ini komunitas Aceh di sana melalui WAA sangat berharap adanya dampak dari promosi yang dilakukan sehingga orang-orang Denmark tertarik dan berkeinginan untuk berkunjung ke Aceh. Mereka akan datang berlibur di Indonesia tidak hanya ke Bali dan Jogjakarta tapi juga ke Aceh. Bukan hanya untuk berlibur, tapi juga untuk berinvestasi atau berbisnis. Saat ini sanggar tari Putroe Acen suudah terkenal di Denmark.

 

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
KOBARAN SEMANGAT MOU HELSINKI DAN UUPA

KOBARAN SEMANGAT MOU HELSINKI DAN UUPA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00