POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

JEBAKAN DISINTEGRASI

RedaksiOleh Redaksi
April 17, 2022
JEBAKAN DISINTEGRASI
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Khairuddin Budiman

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara

Beberapa komen di status saya di facebook yang  lalu, dimaksudkan untuk  mencari referensi, asal muasal kata “Kadrun”.  Kadrun merupakan singkatan kadal gurun. Istilah ini disematkan bagi kaum muslim Indonesia. Meski di gurun sana, pemeluk agama lain juga hidup di sana, Islam, Nasrani dan Yahudi serta agama lain.

Ada yang mengatakan Kadrun istilah dari PKI di zaman dahulu untuk kaum muslimin yang berdiri di belakang NU dan Muhammadiyah, melawan PKI. Jika asal muasal ini benar, maka beruntunglah orang yang dilabeli kadrun. Pantas kita berterimakasih pada mereka, selain mereka anti komunis, mereka pula yang menyelamatkan bangsa ini. Rela mengorbankan darah demi agama dan menumpas komunis di Indonesia.

Ada pula yang mengatakan, Kadrun istilah bagi Islam Radikal yang sudah terafiliasi dengan FPI atau HTI. Sulit menilai radikal seseorang, dari gamis kah? Celana cingkrang? Jidat hitam? Syurban?. Tapi saya setuju pada satu hal, kekerasan dalam beragama tidak dibenarkan, termasuk kekerasan verbal, memaki pancasila, memaki pemerintah yang sah, menghujat pemeluk agama lain, sama sekali bukan ajaran murni agama Islam. Secara verbal saja tidak dibenarkan, apalagi pada aksi pengeboman. Tapi referensi kadrun dengan Islam radikal juga sangat lemah, karena ketika anda membenci seseorang muslim, langsung melabelkannya dengan kadrun.

📚 Artikel Terkait

Perjalanan untuk Mengenyam Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri.

RKPA Aceh 2026: Antara Janji Kosong dan Sandiwara Anggaran

HABA Si PATok

Merajut Aksara Mimpi

Tidak jarang dalam komen di status saya. Saya pernah dilabeli kadrun. Meski saya tersenyum saja, berarti saya kadrun yang tidak radikal, namun bersyukur saya identik kadrun karena identitas saya jelas, Muslim. Membela agama suatu yang dianjurkan dalam ajaran Islam, sebagai bentuk ketaatan beragama, sebagai cara menunjukkan kecintaan beragama pada Rabb. Namun Allah tidak memerintahkan menghujat, memaki, apalagi membunuh yang bukan membela diri. Jika saja anda melabeli kadrun pada setiap muslim, identik dengan kekerasan pada ummat muslim, sungguh hari ini mungkin anda sudah menghadap Tuhan anda. Populasi ummat Islam yang dominan, yang jika saja brutal dan pembunuh, mana sempat anda ke pasar berbelanja.

Setidaknya hari ini ummat muslim yang dominan di Indonesia menjaga keharmonisan sebagaimana ajaran kami, hablumminannas. Tidak ada mayat anak-anak dan perempuan seperti di Ukraina bergelimpangan bukan? Padahal kami jika jahat bisa saja seperti itu. Malah yang banyak mayat-mayat  kaum muslim di Syiria, Palestina, akibat korban perang yang kita bersama tahu siapa dalangnya. Namun kami memandang mereka yang membunuh kaum muslimin, bukan karena agama mereka. Kepentingan politik yang membuat mereka menjadi beringas.

Artinya jika ada ummat muslim yang kami juga akui ada yang brutal, jahat dan beringas, meski beratribut pakaian muslim, namun tidak mewakili ajaran Islam. Mereka sedang terdoktrin kepentingan politik. Cirinya jelas, kemarin-kemarin menghujat pemerintah untuk naikkan seseorang, esok lusa bawa agama lagi untuk kepentingan politik. Kalau hari ini mereka menghujat suatu partai politik karena tidak sejalan, besok lusa mereka bisa bermesraan dengan parpol tersebut apabila kepentingannya sama. Dulu ada tokoh dibenci oleh kelompok tersebut, dituduh antek Yahudi di Indonesia. Tokoh tersebut pun menuduh mereka pembuat rusuh di Indonesia. Namun lihatlah ketika punya kepentingan politik yang sama, mereka bisa bermesraan. Untuk mencari simpati, mereka beratribut agama. Masih terkecoh juga ?.

Kembali pada asal muasal Kadrun. Kedua kronologi di atas ternyata tidak kuat dan bukan asal muasal istilah Kadrun. Dari website Kominfo, saya membaca bahwa ternyata istilah Kadrun adalah istilah kekinian, setelah Cebong dan Kampret. Menurut Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, istilah Kadrun, baru muncul setelah Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2019, setelah munculnya istilah kampret dan cebong. Istilah kadrun belum ada saat era PKI masih ada.

Baik kadrun, cebong atau kampret adalah istilah kebencian untuk memecahbelah bangsa ini. Jika ada yang masih menggunakan istilah itu untuk menyerang seseorang atau sekelompok orang, maka orang tersebut merupakan provokator, sifatnya memecahbelah harmonisasi bangsa. Harusnya diberi hukuman. Pernyataan kadrun, cebong atau kampret mengandung SARA dan intoleransi. Tujuannya jelas, disintegrasi.

Semoga hari ini menjadi lebih baik bagi kita untuk tidak lagi menggunakan istilah ini membangun kebencian diantara kita.

Matangkuli, 13 Ramadhan 1443H

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Kureung Vitamin A

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00