POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW

RedaksiOleh Redaksi
March 26, 2022
ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Khairudin Budiman

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara

Entah kenapa tiba-tiba di Cokro TV, sebuah saluran YouTube yang dikelola oleh Ade Armando, Denny Siregar dan Eko Kunthadi, menayangkan tentang kisah Zainab yang menikah beda agama.

Narasumbernya Guntur Romli. Sang narasumber yang menceritakan tentang kisah Zainab tidak lupa membumbui bahwa inilah pengalaman hidup “memalukan” Rasulullah SAW. Kata memalukan yang disematkan oleh Guntur Romli seolah membuat cacat bagian hidup Rasulullah SAW.

Selebihnya apa yang diceritakan oleh Guntur Romli mengkonfirmasi apa yang pernah saya baca dalam beberapa Sirah Nabawiyah, termasuk dari pengarang non muslim Karen Armstrong, Mohammed the Greatest Prophet All the Times.

Benar bahwa Rasulullah SAW menikahkan putri sulungnya Zainab (hasil pernikahan dengan Khadijah RA) dengan Musyrik Pagan, Abu al-As bin al-Rabi’. Pernikahan itu berlangsung sebelum Muhammad SAW memperoleh wahyu pertama serta wahyu yang melarang pernikahan beda agama. Pernikahan itu boleh dibilang saat usia Zainab masih belia, karena Zainab sendiri wafat pada usia yang relatif muda, 29 tahun. Sementara sang menantu Abu Al-As adalah orang yang taat beragama dan penuh komitmen.

📚 Artikel Terkait

Puisi-Puisi Sigit Prasojo

DIA YANG MEMBUAT AKU LELAH

Juleha Hadir Menjawab Kerisauan Penanganan Hewan Qurban Belum Memenuhi Standar Kesrawan

Ketika Purnawirawan Bicara: Refleksi Moral untuk Kedewasaan Demokrasi Indonesia

Setelah adanya wahyu, Rasulullah meminta berpisah Abu Al-As dengan Zainab. Namun istri tetap milik suami, bukan hanya tradisi Arab, namun juga ajaran agama. Bahkan dalam perang Badar kedua menantu dan mertua ini saling berhadapan. Abu Al-As sangat menghormati Rasulullah, setengah hati pula beliau bertempur. Perang yang dimenangkan oleh Muslim membuat Abu Al-As menjadi tawanan. Rasulullah melepaskan Abu Al-As dengan syarat Zainab dikembalikan ke Rasulullah, karena Abu Al-As belum bersedia menjadi muslim. Sayyidatul Zainab akhirnya tinggal bersama Rasulullah di Madinah

Abu Al-As juga pernah memimpin kelompok dagang Mekkah ke Madinah dan mereka kembali ditangkap. Abu Al-As meminta perlindungan dari Zainab. Namun karena Zainab merasa status mereka tidak sah, Zainab melapor pada muslimin Madinah. Rasulullah melepas kembali Abu Al-As, karena beliau harus mengembalikan barang dagangan ke Mekkah. Di sini menunjukkan bahwa Abu Al-As orang yang sangat amanah.

Setiba di Mekkah, Abu Al-As berkata “utang saya pada kalian sudah saya tuntaskan, kini saya akan kembali ke Madinah, bersyahadat dan berumah tangga dengan Zainab, kekasih saya”. Akhir romansa yang menghanyutkan, Abu Al-As dan Sayyidatul Zainab berumahtangga setelah Abu Al-As menjadi muslim. Mereka memiliki dua anak, Umamah dan Ali.

Apakah peristiwa itu membuat kisah hidup Rasulullah SAW memalukan? Bagi saya, tentu saja tidak. Semua yang terjadi dalam hidup Rasulullah adalah syariah, artinya Allah menunjukkan bahwa tidak boleh pernikahan beda agama. Hidup terpisah sampai kemudian beriman keduanya. Semua kisah di atas, pasti sudah di”skenario kan” Allah, karena bisa saja Allah mengetuk hati Abu Al-As untuk beriman sedari awal. Bagi saya, ini bukan hanya tentang kisah romansa Zainab dan Abu Al-As, namun menjadi penguat syariah, bahwa Rasulullah saja memisahkan anaknya yang bersuami dengan musyrik. Jelas sekali pesannya dan tidak ada bagian yang memalukan, termasuk pujian yang disampaikan oleh Karen Armstrong.

Lalu bagaimana dengan Ahlul Kitab? Ini khilafiyah banget, kriteria yang sangat sumir, nyaris tidak ada lagi di zaman sekarang.

Saya pikir kalau Guntur Romli mau jadi influencer atas pernikahan beda agama staff ahli presiden, ceritakan saja secara objektif tak perlu tendensius. Pengarang buku seperti Karen Armstrong yang non muslim saja melakukan riset atas kehidupan Rasulullah dan sangat mengagumi Rasulullah Muhammad SAW, namun sampai hari ini tidak beriman. Urusan iman, urusan hidayah, Allah penentunya. Sementara urusan syariah, Nabi Muhammad SAW membawa risalah ajaran Allah, pasti paham dan sudah benar apa yang dilakukannya. Kenapa harus “memalukan”?

Matangkuli, 26 Mar 2022

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Malam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00