POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lee, Tetsuko dan Anak Kita

RedaksiOleh Redaksi
March 25, 2022
Buku, Perjalanan dan Dongeng
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali

Pendiri Ikatan Guru (IGI), Berdomisili di Depok

Membaca To Kill A Mockingbird, karya Harper Lee membawaku mengingat ulang pengalaman masa kecil di kota kecil, buku masa SD yang kubaca dan “Toto Chan” karya Tetsuko Kurayanagi. Karya ini, yang ujar sahabatku menjadi bacaan wajib murid jenjang SMA di USA juga mendukung tesisku tentang lebih baiknya anak anak bersekolah di SD Inpres di pelosok Indonesia daripada SD “bermerk”, lho ?

Di SD Inpres, guru lebih sering tak ada dari pada SD bermerk, sehingga waktu kosong (scholae) banyak dipakai murid-murid bermain sesuai imajinasi seusia mereka. Scout gadis kecil yang tanpa dipaksa mampu membaca majalah, meski banyak yang tak faham artinya, dengan sebal mengikuti cara guru mengajari kelasnya mengeja huruf secara desimal Dewey, karena bosan, scout menggambar dan bertingkah lain dan dihukum gurunya.

Aku tersenyum ketika Scout menolak dipangku ayahnya sambil membaca majalah, karena dia bercerita kepada bu guru tentang “ritus” yang menyebabkan dia bisa membaca dan disalahkan bu guru dan dilarang melakukan kegiatan itu lagi dan ketika dia ngeyel, scout dihukum berdiri di depan kelas. Karena tak ingin dihukum lagi, scout menolak.

Mungkin Scout mirip dengan Toto Chan yang selalu dihukum guru karena selalu berulah, ketika dia bersekolah di SD Umum dan berubah ketika sekolah di SD khusus. Membaca dua buku ini seperti mengaca dan melihat bayangan kondisi SD kita saat ini yang masih seperti SD di Amerika di akhir Tahun 1800 an di Alabama USA.

📚 Artikel Terkait

Mengenal Istilah Dark Facrory, Pabrik Masa Depan

GTK Antusias Donorkan Darah di Cabdindik Aceh Selatan

Kado Terindah Dari Seorang Bapak

Risalah Amman – Review Artikel

Setting kisah itu adalah sebuah kota kecil yang masih menyisakan sentimen perbudakan, dominasi gereja yang tekstual, etika masa itu yang sangat stereotipis sexis: perempuan terhormat itu memakai rok, di dalam rumah saja dan sebaiknya di dapur dan semua tradisi abad ke 19. Di kota kecil itu, meski budak sudah tiada, namun masyarakat masih terbelah menjadi dua komunitas, kulit hitam dan kulit putih dan di sebuah gereja episkopal kulit hitam, semua jamaahnya, hanya 4 yang melek huruf.

Bayangkan seru dan unik, mengharukan, scout gadis kecil dan kakaknya Jeremy lelaki kecil hidup dan dididik oleh Atticus ayah yang pengacara negara dalam kebebasan sikap, nalar, hak namun masih wajib mengakomodasi tradisi masa itu. Scout dibiarkan tomboy di masa bocahnya dan bisa tersingung dan berkelahi dengan kawan lelakinya ketika dia diejek berperilaku seperti perempuan (karena dia bermain dengan anak anak lelaki).

Toto Chan menemukan kebahagiaan masa kecilnya dan potensi nalar dan sikap serta semua potensi kemanusiaannya tumbuh dan menjadi dasar kala dewasa, Toto Chan sempat menjadi Dubes di PBB.

Sekolah di bekas Bis seperti SD Toto Chan, akan sangat sulit diduplikasi oleh sistem sekolah masa kini, karena ujaran seorang Gubernur seakan menemukan pembenaran “Murid kita ini abad ke 21, sementara gedung sekolahnya ala abad ke 20 dan (maaf) gurunya masih sama sepetti abad ke 19” Sungguh panjang “time lag” ketika anasir penting persekolahan itu.

Harper Lee memberi kita “kaca benggala” yang akhirnya jika mau mengikuti nurani yang tak akan terkuasai oleh kebenaran mayoritas, menemani anak bertumbuh sesuai potensi dan imajinasi dan karakter kebebasan manusia adalah sesuatu yang asasi. Potensi manusia sejak bayi ini seringkali dibonsai oleh kesoktahuan orang tua yang berselingkuh dengan gurunya. Kreatifitas dipasung mengikuti kreatifitas mereka yang sering tidak kreatif.

Pantas saja Bertrand Russel berang dan mengatakan bahwa pendidikan (yang tak benar-AR) lah yang membuat bodoh manusia. Celaka 13, akunmenelaah RUU Sisdiknas, pembodohan ini akan dilembagakan pula dengan isi RUU yang mengutamakan Pengajaran daripada Pendidikan. Dengan hanya pengajaran, maka yang akan diperbudak adalah nalar manusia Indonesia.

Lee juga menuliskan dengan indah, bahwa Atticus hanya berpura pura marah kepada Scout, meski paman Scout yang dokter itu marah beneran, saat Scout si gadis kecil yang pemberang itu menyelipi kata “perempuan jalang” dalam kata-katanya jika kesal. “Bahasa yang buruk adalah tahap yang akan dilalui oleh semua anak dan mereka akan stop dengan sendirinya ketika mereka mengetahui bahwa tak akan mendapatkan perhatian dengan cara itu”.

Lee, mengajari kita melalui Atticus yang sedang menasehati adiknya, paman Scout yang tak kawin itu, bahwa manusia itu harus terus menjadi manusia yang abu abu, bukan malaikat yang tak pernah salah atau setan yang tak pernah betul.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
5.291 Kenderaan Memanfaatkan Program Pemutihan  Denda Pajak Kenderaan di Lhokseumawe

5.291 Kenderaan Memanfaatkan Program Pemutihan Denda Pajak Kenderaan di Lhokseumawe

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00