POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

KETIKA MINYAK GORENG MENGGORENG PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA

RedaksiOleh Redaksi
March 25, 2022
KETIKA MINYAK GORENG  MENGGORENG PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Taufiq A. Rahim

Pengamat Ekonomi, Berdomisili di Banda Aceh

Harga minyak goreng sebagai salah satu dari sembilan bahan pokok yang menjadi wewenang pemerintah untuk menjaga dan melindunginya untuk kebutuhan konsumsi konsumen atau rakyat banyak di negara ini, naik dengan harga yang tinggi dan juga langka. Selama satu bulan ini, kondisi minyak goreng yang berharga cukup tinggi dan sulit diperoleh dan dimiliki oleh masyarakat dengan harga terjangkau untuk dikonsumsi sehari-hari oleh setiap masyarakat pada umumnya. Dalam aktivitas konsumsi masyarakat untuk berbagai bahan dasar konsumsi rumah tangga, dengan cara merubah selera dan memperbaiki rasa dalam setiap masakan, kini menggunakan minyak goreng untuk merubah serta menambah perubahan selera dengan berbagai percampuran bumbu lainnya. Pada zaman dahulu mungkin saja menggunakan bahan dasar air atau lain sebagainya.

Minyak goreng yang berubah sejak 25 atau 30 puluh tahun terakhir, perubahan penggunaan minyak goreng berubah serta bergeser dari sebelumnya menggunakan minyak goreng dari kelapa menjadi kepada tanaman minyak sawit. Negara ini banyak menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasar minyak goreng, sementara itu produksi serta lahan sawit yang terbesar serta terbanyak di dunia diproduksi menjadi minyak goreng, setelah diproses dari crude palm oli(CPO), ini diproduksi di Indonesia.

Dengan berbagai polemik dalam gonjang-ganjing serta tingginya harga minyak goreng serta langka dapat dipastikan ada permainan dari para produsen serta “mafia” dan praktik kartel ekonomi secara bersama-sama menghendaki kenaikan harga barang. Yang sangat menghebohkan secara tiba -tiba dalam rangka mengatasi persoalan minyak goreng, menteri Perdagangan dengan Permendagri Nomor 6 Tahun 2022, keputusan minyak goreng ditetapkan pada harga eceran tertinggi (HET) dalam istilah ekonomi baik barang minyak goreng curah atau kemasan dengan harga “ceiling price”. Secara analisis ekonomi bahwa, Menteri Perdagangan lebih berbuat serta mengambil kebijakan melindungi produsen, bukan harga “floor price” untuk melindungi konsumen. Sehingga pemerintah secara umum sama sekali tidak pro-rakyat terhadap minyak goreng yang mahal dan langka. Demikian juga, dalam hal ini pemerintah berada dalam posisi yang lemah dalam kebijakan harga minyak goreng, bahkan secara terus terang tidak sanggup menghadapi “mafia” minyak goreng yang mempermainkan harga pasar yang bersifat liberalisme ekonomi, semua harga ditentukan oleh transaki pasar.

📚 Artikel Terkait

114 Tahun Sawit Aceh Ramah Anak

Ratapan Anak Pinggir Sungai

Dua Dekade Dana Otsus: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?

Mengapa Aceh Selalu Diperlakukan Tidak Adil oleh Jakarta?

Dengan demikian, kisah minyak goreng, ternyata terlihat pemerintah tidak mampu melawan kekuatan mafia pasar serta mekanisme pasar, demi kepentingan produsen untuk memperoleh keuntungan yang besar. Riwayat minyak goreng semakin kacau sebagai salah satu konsumsi sembilan pokok masyarakat luas. Negara kalah serta tidak mampu mengatasinya, sehingga kemampuan ini menyengsarakan rakyat ataupun ibu-ibu/emak-emak yang secara prinsipil peduli juga berhubungan langsung dengan minyak goreng untuk masakan. Juga bagi para produsen atau ibu-ibu/emak-emak yang bergerak di sektor informal atau usaha ekonomi kecil merasa kewalahan untuk meningkatkan serta melaksanakan aktivitas produksi dan jual-beli, karena harga minyak goreng mahal dan langka. Sehingga persoalan minyak goreng yang tidak pro-rakyat, dan pemerintah hanya berpihak kepada produsen ataupun “mafia” dengan menetapkan harta atau HET untuk melindungi produsen, juga harga di pasaran jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Demikian juga, pemerintah dipermainkan dengan tidak mampu mengungkap siapa sebenarnya produsen dan “mafia” yang mempermainkan harga, sementara itu tidak terlalu sulit mencari produsen besar minyak goreng dan distributornya.

Riwayat minyak goreng saat ini bukan saja menjadi isu konsumsi ekonomi, juga menjadi isu politik di tengah kehidupan masyarakat sedang sulit dan susah. Kemudian juga berbagai aksi demo digelar juga telah menuntut agar Menteri Perdagangan RI untuk diberhentikan, bahkan agar segera dihentikan atau diganti oleh Presiden RI.  Ini tuntutan ekstrim yang merupakan kegeraman masyarakat yang sedang susah, di samping minyak goreng merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang mesti mendapatkan perlindungan pemerintah.

Minyak goreng hari ini menjadi isu yang sangat seksi dan mengancam kedaulatan bangsa, terutama ini menjadi perhatian ibu-ibu/emak-emak yang lebih konsen atau serius memperjuangkannya, termasuk banyak ibu-ibu/emak-emak ikut melakukan antri minyak goreng, bahkan antrian minyak goreng mengorbankan jiwa ibu-ibu atau emak-emak yang secara aktif memperjuangkan mendapatkan minyak goreng  dengan cara antrian.

Demikian juga, ada beberapa momen politik serta program vaksinasi ikut dikaitkan dengan minyak goreng, sebagai imbalan untuk mendapatkan minyak goreng curah ataupun kemasan.

Dengan demikian, hari ini minyak goreng juga tetap menjadi perhatian publik yang belum selesai dan semakin seru menjadi isu di tengah kehidupan masyarakat menjadi lebih menyibukkan lagi. Pemerintah juga tidak mampu berhadapan dengan kenaikan harga minyak goreng, selanjutnya derivasi atau turunan yang ikut menyertakan kenaikan untuk produksi dan konsumsi menggunakan minyak goreng semakin kesulitan diperoleh dan juga semakin tidak terkendali harganya, meskipun pemerintah terus memberikan harapan-harapan semu terhadap kondisi minyak goreng berhadapan dengan bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Dengan demikian, riwayat minyak goreng secara prinsipil yang ditetapkan oleh pemerintah hari ini tidak pro-rakyat atau konsumen, akan tetapi lebih memilih melindungi produsen minyak goreng. Minyak goreng menjadi cerita serta riwayat tersendiri yang memprihatinkan di tengah kondisi kehidupan serta berbagai persoalan kehidupan serta permasalah Covid-19 yang tidak jelas, adakalanya dikatakan sudah aman, tetapi pada kondisi tertentu isu Covid-19 masih dipersoalkan dengan istilah virus jenis “omicron” dengan level-level tertentu.

Minyak goreng memiliki riwayat yang sulit diprediksi di tengah lemahnya kemampuan pemerintah mengatasi harga yang mahal dan langka, juga minyak goreng menjadi permasalahan yang mendasar dalam mengatasi konsumsi sehari-hari konsumen atau masyarakat miskin, susah dan tidak mampu berhadapan dengan ganasnya harga yang tidak mampu dikendalikan pemerintah untuk harga yang lebih murah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW

ROMANSA ZAINAB BINTI MUHAMMAD SAW

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00