• Latest

AKU BENCI SEMBILAN NAGA

Juni 30, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

AKU BENCI SEMBILAN NAGA

Redaksiby Redaksi
Juni 30, 2021
Reading Time: 9 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Seorang teman terang-terangan bilang bahwa dia benci pada keturunan China karena mereka menguasai perekonomian negara kita.

“90% perekonomian kita dikuasai oleh mereka, utamanya oleh Sembilan Naga.” Katanya dengan sewot sambil sok tahu apa itu Sembilan Naga.

“Kan memang itu yang kita kehendaki?”, jawab saya dengan slow. Tentu saja dia jengkel dengan jawaban saya tersebut.

“Maksudmu…?! ,” tanyanya dengan nada sewot.

 “Kan yang lain sudah kita kuasai dan kita tidak memberi kesempatan pada warga keturunan China, kecuali di bidang ekonomi.” jawab saya.

“Semua bidang yang lain itu kita kuasai sepenuhnya, 99.9%. Coba perhatikan dari jutaan orang yang bergerak di bidang politik ada berapa gelintir sih warga keturunan China? Lha wong ada Ahok satu saja yang memusuhi sampai jutaan orang gitu lho! Para kepala daerah dan wakilnya, para ketua DPR, DPRD, dan anggotanya dari Sabang sampai Merauke itu semua orang kita. hampir tidak ada yang keturunan China.

Bidang Militer apa lagi… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Hankam dan TNI, ada nggak yang keturunan China?

Bidang keamanan begitu juga… Dari ratusan ribu orang yang bekerja di Kepolisian, ada berapa sih yang keturunan China? Lha wong ada satu Brigjen Polisi keturunan China aja sudah difitnah anaknya presiden China. Satpam dan Sekuriti juga kita kuasai sepenuhnya. Gak pernah deh saya lihat ada sekuriti sing Cino.

Bidang hukum sami mawon. Siapa yang menguasai Kehakiman dan Kejaksaan? Ada nggak orang keturunan Chinanya?

ASN dan PNS jelas-jelas dikuasai oleh yang non-keturunan China. Bahkan kampus-kampus negeri sangat jarang ada mahasiswanya yang Chinese. Makanya mereka bikin kampus sendiri yang lebih bagus.

ADVERTISEMENT

Lha terus warga keturunan China disuruh kemana…?!”  tanya saya. 

Kita hanya menyisakan satu bidang kepada mereka, yaitu bidang ekonomi. Mengapa? Karena kita sendiri yang tidak mau menguasainya.

“Kok iso kamu bilang kita tidak mau menguasai ekonomi?” tanyanya tambah sewot.

“Lha kita kan memang tidak mau mengejar dunia. Pantang bagi kita mengejar harta dunia. Akhiratlah tujuan kita. Allahu Akbar…! Kita kan selalu bilang harta tidak dibawa mati. Urip sak madyo ae, ojo ngoyo. Jangan menjadikan dunia sebagai tujuanmu. Orang kaya itu sulit masuk sorga. Orang miskin itu mudah timbangannya kelak di akhirat. Masuk sorga mak wes…! Nek wis rejekine gak bakal salah alamat. Kalau sudah tertulis rejeki kita meski pun kita leyeh-leyeh di rumah nanti rejeki yang datang sendiri. Biar pun usaha tidak terlalu keras yang penting doa harus kenceng. Perbanyak doa, dzikir, dan shalawat. Barangsiapa yang mengejar dunia maka tak ada akhirat bagiannya. Mari kita penuhi masjid-masjid dan semarakkan mimbar-mimbar dakwah. Iyo opo ora…?!” sodok saya kepadanya.

Matanya langsung melotot. Mau membantah tapi tidak bisa. Akhirnya dia cuma bisa megap-megap kayak ikan koki. Entah mengapa saya kok menikmati klepek-klepeknya itu.

“ Karena kita tidak ada yang mau menguasai perekonomian dan memandang jijik pada hal-hal yang bersifat duniawi pada maka tampillah saudara-saudara kita keturunan China tersebut. “ 

“Baiklah saudara-saudaraku. Biarlah kami yang mengurus perekonomian ini. Silakan kuasai bidang yang lain sepenuhnya, “ jawab mereka dengan rendah hati. 

“Hati-hati, Bro Cokin. Harta itu banyak godaannya. Lagipula harta itu tidak dibawa mati.” Kata kita mengingatkan mereka. 

“Baiklah. Kalau nanti ada godaan saya akan bertahan mati-matian. Kalau nanti saya mati  hartanya tidak akan saya bawa. Nanti hartanya saya bagikan pada anak-anak, keluarga, dan lembaga sosial saja.” Jawab mereka dengan merendah.

Baca Juga

IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026

Dan di sinilah kita sekarang dalam posisi masing-masing. Ketika anak-anak kita dorong untuk jadi PNS, ASN, menguasai kantor-kantor semua kementrian, menguasai dunia perpolitikan, menguasai parlemen, menjadi tentara, menjadi polisi, menjadi jaksa, hakim sekaligus pengacaranya, menguasai pondok-pondok pesantren, menjadi penghafal Alquran, pembela Palestina, jadi tukang kayu, tukang batu, petani, Youtuber, artis sinetron, dan lain sebagainya, sedangkan Bro Cokin kita itu kita beri bidang yang tidak kita inginkan, yaitu bidang ekonomi. Biar dia saja yang nguber dunyo. Biar dia saja nanti yang kerepotan menjawab pertanyaan malaikat maut dan malaikat kubur untuk apa hartanya yang berlimpah itu. Kita ingin menguasai akhirat saja. Sorga jelas sudah ada di tangan kita. Bahkan duplikat kunci sorga sudah dalam tahap produksi.”

“Ndasmu…!”seru teman saya sambil ngakak. Rupanya kena juga dia dengan wejangan saya.

“Ojok ngono, Bro,” katanya. “Ingat bahwa perekonomian kita sudah dikuasai oleh Sembilan Naga.” Keluar lagi istilah Sembilan Naga ini. Hadeeh…! 

“Yo gak apa-apalah, bro.”jawab saya. “Yang penting Sembilan Gajah, Sembilan Singa, Sembilan Badak, Sembilan Macan Tutul, Sembilan Kokokbelok, Sembilan Buaya Sungai dan Darat, Sembilan Manuk Dadali, Sembilan Lele Dumbo, Sembilan Perkutut, Sembilan Pocong, Sembilan Mafioso, Sembilan Debt Collector, dan yang lain sudah kita kuasai. Mau ngapain Sembilan Naga kalau yang lain kita kuasai.” 

“Asuuuu…!” akhirnya teman saya tertawa ngakak. Saya juga ikut ngakak. Soalnya saya membayangkan Sembilan Naga ikut ngakak sambil bilang, “Good…good…good…!” 

Surabaya, 30 Juni 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

“ASA ANAK NEGERI” MIMPI YANG MENJADI NYATA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com