• Latest
Menyiapkan Guru Terampil Mengajar di Era Digital, Tugas Siapa?

Menyiapkan Guru Terampil Mengajar di Era Digital, Tugas Siapa?

Mei 17, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menyiapkan Guru Terampil Mengajar di Era Digital, Tugas Siapa?

Redaksiby Redaksi
Februari 2, 2022
Reading Time: 5 mins read
Menyiapkan Guru Terampil Mengajar di Era Digital, Tugas Siapa?
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Tabrani Yunis

Pimpinan Redaksi Majalah POTRET

 

Perayaan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1422 H baru saja usai. Hari ini sudah memasuki hari ke enam. Kegiatan rutin membuka toko POTRET Gallery di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh pun sudah dimulai. Di tengah kesibukan ,melayani konsumen yang berbelanja, tiba-tiba ingatan tertambat pada sebuah kegiatan yang pernah penulis ikuti di bulan Ramadan. Penulis teringat kala itu, usai salat Jumat, waktu sudah pukul 1.45 waktu Indonesia bagian barat, penulis buru-buru meninggalkan toko POTRET Gallery menuju hotel Hermes Palace yang terletak di jalan T.P. Nyak Makam, Lambhuk, Banda Aceh. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, penulis tiba dan parkirkan mobil Ford Everest di parkiran hotel itu, lalu berjalan menuju pintu masuk dan ke meja panitia yang menyelenggarakan acara. Ada acara yang menarik untuk dihadiri, namun karena suasana pandemic, harus mengikuti dan mematuhi protocol kesehatan, sambil registrasi dengan mengisi dan menandatangani beberapa halaman. Bukan hanya itu, tetapi juga harus registrasi untuk PCR. Ya, PCR wajib dilakukan sehubungan dengan masih dalam masa pandemi Covid 19. Alhamdulillah aman dan dipersilakan masuk ke ruang acara.

 

Kala memasuki ruang, dari depan pintu  di dalam ruangan acara, sudah nampak sejumlah peserta yang mendapat undangan Grand Launching 4 pilar Kurikulum Modul Literasi Digital yang dilakukan secara luring di ruang pertemuan Hermes Palace hotel dan juga secara daring, karena kegiatan ini dilakukan di lima kota di Indonesia yang salah satunya adalah Aceh. Pada acara yang di Aceh berdasarkan jumlah yang tertera di undangan, ada 60 peserta yang datang dari beberapa kalangan seperti kalang guru atau pendidik, pejabat dari Dinas Pendidikan, dari pihak yang terlibat dalam program ini seperti pihak Komenterian Komunikasi dan informasi (Kominfo) serta mitra kerjanya seperti Siber Kreasi dan lain-lain. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo ini, merupakan grand launching Kurikulum dan modul literasi digital yang bertujuan untuk mempercepat program transformasi digital Indonesia dan mendorong peningkatan pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi masyarakat Indonesia. 

 

Oleh sebab itu, diperlukan upaya dan strategi untuk memaksimalkan literasi digital. Sebagaimana dijelaskan dalam surat undangan ada beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain dengan penyusunan Peta Jalan Literasi Digital tahun 2020-2024, yang di dalamnya terdapat kurikulum literasi digital yang mencakup empat (4) pilar kurikulum yaitu, Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture. Kerangka ini kemudian dirumuskan dalam modul ajar literasi digital yang telah disusun oleh Tim Literasi Digital Siberkreasi, yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi para narasumber dan peserta untuk meningkatkan kompetensi literasi digital masyarakat Indonesia.

 

Dalam acara yang dilakukan serentak di lima kota ini secara daring dan luring ini, di Aceh dilaksanakan dalam tiga sesi yang dimulai dari pukul 13.30 itu menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Aceh yang dihadiri oleh Hamdani, M.Pd selaku Kabid SMA, Siber Kreasi, Direktur Sukma Bangsa, Martunis dan dan seorang guru yang telah memanfaatkan media pembelajaran yang serba digital ini. Selain tiga narasumber ini, juga dalam acara talkshownya menghadirkan 2 narasumber masing-masing Prof Dr. Hamid Sarong dan Mbak Mira dari komunitas Mak-mak Blogger dengan dipandu oleh seorang moderator, Yudi Randa yang selama ini menjadi pegiat blogger.

 

Tema inilah yang membuat penulis ingin tahu dan berusaha untuk hadir. Acara itu seperti menawarkan sesuatu yang sedang penulis cari. Benar saja, karena apa yang penulis simak, disimak dari semua pemaparan dari para narasumber itu, merupakan hal yang menarik dan penting untuk dibahas lebih lanjut setelah mengikuti pemaparan dari masing-masing narasumber tersebut. Ya, ini adalah yang penulis cari. Soal transformasi digital yang telah, sedang dan terus berkembang menjadi gaya hidup masyarakat dunia saat ini. Bukan saja menjadi bahagian dari gaya hidup kaum milenial dan generasi Z, pemilik era digital ini, tetapi juga menjadi gaya hidup bagi kebanyakan dari kalangan generasi X atau generasi baby boomers. Dikatakan demikian, karena kemajuan dan perkembangan teknologi digital, telah melanda lintas generasi. Maka,  kita sekarang, baik generasi X, generasi milenial maupun generasi Z sudah berada di era digital. Buktinya, kita semua saat ini menggunakan piranti teknologi komunikasi dan informasi yang serba digital. Gaya hidup masyarakat kita terus bergerak dan berkembang mengikuti kemajuan teknologi digital tersebut sesuai dengan kapasitas setiap orang. Pokoknya proses digitalitasi sudah merasuk di dalam tubuh atau jiwa generasi kini. Sehingga wajar bila dunia pendidikan kita harus dengan cepat dan sigap merespon dan mengantisipasi dan menyiapkan diri menghadapi segala bentuk transformasi digital yang terjadi. Apa lagi ketika semasa pandemic ini, transformasi digital adalah yang harus kita gunakan dalam pendidikan kita. Pandemi telah ikut mempercepat perubahan akselearsi transformasi digital saat ini. Oleh sebab itu, semua yang terlibat dalam dunia pendidikan harus mengubah mindset. Harus difahami bahwa transformasi digital mengharuskan kita  menguasai teknologi digital.

 

Salah satu actor penting dalam pendidikan yang berada di garda depan dalam proses pendidikan adalah guru. Guru yang menjalankan peran sebagai tenaga edukasi yang selama ini menjalankan fungsi mentransfer ilmu pengetahuan, ketrampilan dan membangun sikap dan perilaku yang baik ( mendidik), tidak bisa lagi melakukan peran-peran itu seperti dahulu, tetapi harus mengikuti perkembangan zaman. Para guru di era digital, harus beradaptasi dengan proses digitalisasi yang masih terus berkembang dengan pesat. Di era digital ini, guru dituntut terampil mengajar sesuai dengan perubahan perilaku generasi dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat ini. Para guru tidak bisa lagi menggunakan metodologi pembelajaran yang dahulu dipelajari, tetapi harus mampu menguasai teknologi digital serta siap menghadapi pola hidup atau gaya hidup kaum milenial yang sangat berbeda dengan gaya hidup generasi X, atau generasi baby boomers. Oleh sebab itu, pula, guru harus menyiapkan diri secara optimal, hingga benar-benar mampu dan terampil mengajar di era digital ini.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

 

Nah, agar mampu beradaptasi dengan proses digitalisasi yang begitu pesat, pemerintah dalam hal ini Depdikbud dari pusat hingga daerah harus serius menyiapkan dan memberdayakan guru dengan kemampuan digital dan kecakapan menghadapi gelombang perubahan perilaku pembelajaran kaum milenial yang semakin malas membaca, namun katanya sangat melek gadgets. Oleh sebab itu, guru tidak boleh hanya berharap agar pemerintah menyediakan segala bentuk kegiatan peningakatan kualitas guru seperti penataran yang tatap muka. Guru harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan upaya pengembangan diri (self-development). Bisakah?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Selayaknya Orang Tua dan Guru Tahu Tentang Multiple Inteligence

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com