• Latest

Reformasi Bukan Deformasi Birokrasi

April 19, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Reformasi Bukan Deformasi Birokrasi

Redaksiby Redaksi
April 19, 2021
Reading Time: 3 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok
Semua warga negara yang terdidik baik akan faham beda reformasi dengan deformasi. Reformasi adalah membentuk ulang formasi yang ada sedangkan deformasi adalah menghancurkan formasi. Dalam ilmu metalurgi ada istilah deformasi plastis yang arti sederhananya seperti plastik yang mulur tak kembali ke bentuk semula atau baja per mobil yang ditempa menjadi golok. 
Beberapa periode Presiden sesudah era reformasi, dibentuklah Kementrian Reformasi Birokrasi (RB) yang ditempelkan ke Kementrian Penertiban Aparatur Negara (PAN), sehingga munculah Kementrian PAN/RB. Banyak kebijakan baru yang ditelurkan oleh kebijakan ini yang salah satunya kesempatan masuknya pihak non ASN/PNS menempati posisi setara eselon-1 (Kepala Badan, Dirjen dan Deputi). 
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah salah satu Kementrian yang paling dinamis. Mungkin agar Kebudayaan fokus dan punya nilai jual, maka Kebudayaan dilepas dari Depdikbud menjadi Depdiknas. Kemudian Depdiknas menjadi Kemdiknas dan segera dalam periode berikutnya Kebudayaan “pulang kampung”, jadi lah  Kemdikbud. Periode Presiden berikut diubah lagi dengan melepas Ditjen Dikti ke Kementrian Riset dan Teknologi. Jadilah Kemdikbud hanya mengurusi Dikdas dan Kebudayaan. Periode berikutnya, diubah lagi menjadi Kemdikbud “asli” dengan Dikti masuk kembali dan di tengah jalan, diserahi lagi mengurusi Riset dan Teknologi. 
Melihat rekam jejak dinamika Kementrian strategis ini, bagi pakar manajemen akan langsung faham bahwa sungguh rumit melakukan konsolidasi budaya masing – masing pihak yang bergabung agar cara berfikir “Silo” bisa diubah menjadi “whole team”. Namun, meski budaya “ruh” masing – masing beda, ada satu budaya yang sama, Budaya Birokrasi yang seragam karena mereka digerakan dengan Sistim dan Prosedur (Sisdur) Administrasi Birokrasi termasuk Sistim Administrasi Keuangannya yang seragam dan ketat. 
Ketika memilih pembantunya, Presiden pasti menimbang kompetensi Leadership mereka dan jelas di kepala Presiden, selain membantunya menjalankan janji kampanye yang diturunkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pembantu Presiden wajib mereformasi Birokrasi ASN yang tersedia. Jika perlu memecat jabatan, merotasi, mengangkat dan melatih birokrasi yang tersedia.
Pembantu Presiden yang ingin cepat menyelesaikan PR target RPJMN akan enggan melakukan konsolidasi dan akan membawa sendiri gerbong full termasuk konsultannya dan mengabaikan “pasukan lama” . Lebih gawat lagi jika sejak awal sudah menganggap “pasukan lama” tak berguna sama sekali dan dianggap bejat, maka mereka akan “lontang lantung” dan lemah semangat dan pelan, tetapi pasti akan hancur. Padahal, bukankah tugas Pembantu Presiden adalah mengaktifkan kembali “pasukan lama” ini dengan melakukan “Reform” bukan bersikap mengabaikan dan melakukan “Deform”?
Jika mengamati “produk kebijakan” yang diterbitkan oleh Kemdikbud selama hampir 18 Bulan sejak dilantik Oktober 2019, maka dugaan saya Mendikbud melakukan proses yang secara (mungkin) sadar menuju “Deformasi” Birokrasi, karena terlihat sekali kebijakan yang ditelurkan nyaris selalu gaduh karena paradoks dan akhirnya diklarifikasi. Sampai seorang pengamat Pendidikan memanjangkan akronim Kementrian P & K atau Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Kementrian Paradoks dan Klarifikasi. 
Jika Mendikbud masih menjalankan gaya Leadership ke internal ASN di Kemdikbud masih seperti itu, saya ngeri membayangkan hasil kebijakan yang akan berdampak langsung ke murid Indonesia. Belum lagi target RPJMN Dikdas, Dikti, Ristek dan Kebudayaan di tahun 2024, akankah bisa diraih? Maaf pak Presiden, janji Visi/Misi saat kampanye itu capaiannya ada di Renstra keempat  sektor itu. Jika capaian akan jauh sekali, bahkan lebih rendah dari “baseline”, maka kecemasan bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi, bisa benar benar terjadi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Discussion about this post

Next Post

Becak Patroli Sampah Gampong Terbukti Bisa Antisipasi TPS Liar

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com