POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Reformasi Bukan Deformasi Birokrasi

RedaksiOleh Redaksi
April 19, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok
Semua warga negara yang terdidik baik akan faham beda reformasi dengan deformasi. Reformasi adalah membentuk ulang formasi yang ada sedangkan deformasi adalah menghancurkan formasi. Dalam ilmu metalurgi ada istilah deformasi plastis yang arti sederhananya seperti plastik yang mulur tak kembali ke bentuk semula atau baja per mobil yang ditempa menjadi golok. 
Beberapa periode Presiden sesudah era reformasi, dibentuklah Kementrian Reformasi Birokrasi (RB) yang ditempelkan ke Kementrian Penertiban Aparatur Negara (PAN), sehingga munculah Kementrian PAN/RB. Banyak kebijakan baru yang ditelurkan oleh kebijakan ini yang salah satunya kesempatan masuknya pihak non ASN/PNS menempati posisi setara eselon-1 (Kepala Badan, Dirjen dan Deputi). 
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah salah satu Kementrian yang paling dinamis. Mungkin agar Kebudayaan fokus dan punya nilai jual, maka Kebudayaan dilepas dari Depdikbud menjadi Depdiknas. Kemudian Depdiknas menjadi Kemdiknas dan segera dalam periode berikutnya Kebudayaan “pulang kampung”, jadi lah  Kemdikbud. Periode Presiden berikut diubah lagi dengan melepas Ditjen Dikti ke Kementrian Riset dan Teknologi. Jadilah Kemdikbud hanya mengurusi Dikdas dan Kebudayaan. Periode berikutnya, diubah lagi menjadi Kemdikbud “asli” dengan Dikti masuk kembali dan di tengah jalan, diserahi lagi mengurusi Riset dan Teknologi. 
Melihat rekam jejak dinamika Kementrian strategis ini, bagi pakar manajemen akan langsung faham bahwa sungguh rumit melakukan konsolidasi budaya masing – masing pihak yang bergabung agar cara berfikir “Silo” bisa diubah menjadi “whole team”. Namun, meski budaya “ruh” masing – masing beda, ada satu budaya yang sama, Budaya Birokrasi yang seragam karena mereka digerakan dengan Sistim dan Prosedur (Sisdur) Administrasi Birokrasi termasuk Sistim Administrasi Keuangannya yang seragam dan ketat. 
Ketika memilih pembantunya, Presiden pasti menimbang kompetensi Leadership mereka dan jelas di kepala Presiden, selain membantunya menjalankan janji kampanye yang diturunkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pembantu Presiden wajib mereformasi Birokrasi ASN yang tersedia. Jika perlu memecat jabatan, merotasi, mengangkat dan melatih birokrasi yang tersedia.
Pembantu Presiden yang ingin cepat menyelesaikan PR target RPJMN akan enggan melakukan konsolidasi dan akan membawa sendiri gerbong full termasuk konsultannya dan mengabaikan “pasukan lama” . Lebih gawat lagi jika sejak awal sudah menganggap “pasukan lama” tak berguna sama sekali dan dianggap bejat, maka mereka akan “lontang lantung” dan lemah semangat dan pelan, tetapi pasti akan hancur. Padahal, bukankah tugas Pembantu Presiden adalah mengaktifkan kembali “pasukan lama” ini dengan melakukan “Reform” bukan bersikap mengabaikan dan melakukan “Deform”?
Jika mengamati “produk kebijakan” yang diterbitkan oleh Kemdikbud selama hampir 18 Bulan sejak dilantik Oktober 2019, maka dugaan saya Mendikbud melakukan proses yang secara (mungkin) sadar menuju “Deformasi” Birokrasi, karena terlihat sekali kebijakan yang ditelurkan nyaris selalu gaduh karena paradoks dan akhirnya diklarifikasi. Sampai seorang pengamat Pendidikan memanjangkan akronim Kementrian P & K atau Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Kementrian Paradoks dan Klarifikasi. 
Jika Mendikbud masih menjalankan gaya Leadership ke internal ASN di Kemdikbud masih seperti itu, saya ngeri membayangkan hasil kebijakan yang akan berdampak langsung ke murid Indonesia. Belum lagi target RPJMN Dikdas, Dikti, Ristek dan Kebudayaan di tahun 2024, akankah bisa diraih? Maaf pak Presiden, janji Visi/Misi saat kampanye itu capaiannya ada di Renstra keempat  sektor itu. Jika capaian akan jauh sekali, bahkan lebih rendah dari “baseline”, maka kecemasan bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi, bisa benar benar terjadi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Kartini Bangkit Lagi, Tapi Kini Ia Sibuk di Instagram

Digitalisasi Fakta dan Situs Sejarah Aceh di Era Digital

KODRAT DAN PRASANGKA BAIK

Gitu Aja Kok Repot: Merayakan Hari Humor Nasional.

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Becak Patroli Sampah Gampong Terbukti Bisa Antisipasi TPS Liar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00