• Latest

Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal

April 1, 2021
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal

Redaksiby Redaksi
April 1, 2021
in Essay, Finlandia, Indonesia, Kepemimpinan, Opini, Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

 

Ketika USA panik melihat Rusia meluncurkan satelit pertama “Sputnik” ke orbit yang dipikirkan langsung adalah pendidikan tertinggal. Ketika sekali lagi mereka mulai panik melihat pertumbuhan Cina, yang dipikirkan juga pendidikan tertinggal. Ketika Cina juga merasa tak mampu lagi mendorong pertumbuhan ekonomi, karena perlu manusia yang lebih berdaya, yang dipikirkan juga pendidikan yang tertinggal. Pasi Sahlberg juga menjadi saksi bahwa sistem pendidikan yang solid sejak jenjang dasar hingga pendidikan tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

 

Bukti bahwa negara yang serius membangun bangsanya fokus ke pendidikan, khususnya pendidikan dasar adalah data dari PIAAC (Program for Intl. Adult Assessment Competence) yang pada tahun 2016 mengukur kompetensi membaca, matematika dan sains pekerja dewasa usia 16 sampai dengan 64 tahun di negeri OECD. Ini PISAnya orang dewasa. Terlihat hasil PIAAC Israel dan Singapura di bawah rerata, sementara PISA mereka di atas rerata. Keduanya serius membereskan Dikdasnya dengan kemajuan di PISA.

 

Dengan mematok kemenangan 100 tahun Maraton, Tiongkok juga menyiapkan warganya menguasai Hi tech di sains, rekayasa, IT, Persenjataan, Angkasa Luar dan lain sebagainya. Dikirimkan ratusan ribu mahasiswa, bahkan pelajar untuk sekolah di USA, Kanada, Eropa dan Australia termasuk Jepang, sejak awal tahun 1960an.  Seingatku Soekarno, Soeharto dan Habibie juga melakukan hal yang sama, namun tak padu dengan rencana pembangunan berlanjut dengan geger G30S dan reformasi. 

 

Semua negara yang konsisten kemajuannya, memilih studi yang cocok dengan rencana pembangunan dalam negeri mereka dan ketika semuanya lulus, sejak jenjang SD/MI yang diberi fondasi kuat hingga Perguruan Tinggi dengan ketrampilan yang relevan, maka klop dan pas mereka berkiprah. Apakah Indonesia terlalu fokus mendidik dalam bidang Ilmu sosial dan agama? Walahualam.

 

Ketika Soeharto menerima alih komando dari Soekarno dalam kondisi Indonesia compang camping, namun semangat kebangsaan pemimpinnya sangat solid, meski sering bertikai dalam ideologi. Singkat kata, dengan tangan besi dan seperti itu pula dilalukan oleh pemimpin Tiongkok, Korea jaman Chun, Lee yang ditakuti dan Jepang restorasi Meiji, autocratic benevolence style, Soeharto mengikuti cara World Bank dan Internation Monetary Fund (IMF) dan pemberi utang lain memperbaiki akses pendidikan dengan meluncurkan “Inpres SD”. 

 

Mungkin ratusan ribu SD Inpres dibangun, guru dicomot dari sana sini. Semua gegap gempita mendorong akses Pendidikan Dasar ini. Setiap akhir Repelita, Angka Partisipasi melonjak dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merangkak naik, karena daya beli (Purchasing Parity) dan indikator Kesehatan Masyarakat juga membaik. PDB naik terus. Karena uang di saku terus bertambah, jelas malingpun bertambah. 

 

Baca Juga

Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Belajar dari Depok: Tentang Kepercayaan, Kekuasaan, dan Nilai Agama

Maret 25, 2026

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026

Kondisi seperti itu persis terjadi di USA saat usia 50-60 tahun kemerdekaan dan terjadi di Tiongkok pula saat ini. Wakil rakyat bisa dibeli, pemilik modal dilindungi dan lain sebagainya. Namun dalam kasus seperti ini, semua negara tidak menelantarkan pendidikan dan selalu menggali “basis” ke akar budaya setempat. 

 

Finlandia itu sempat dijajah Rusia komunis dan di Parlemen Partai Komunisnya sangat kuat, namun ketika merumuskan kebijakan perbaikan pendidikan, meski debat keras mereka solid sepanjang masa. Ketua Mao dianggap menjerumuskan Tiongkok dengan revolusi kebudayaan dan dampaknya, jutaan rakyat tewas. Toh Mao tidak disalah salahkan dalam isi pendidikan di Tiongkok, bahkan awal Revolusi Kebudayaan 1949 dipakai acuan awal “100 Tahun Maraton” untuk mengalahkan USA. 

ADVERTISEMENT

 

Tahun 1998 Soeharto berhenti dan cobalah melihat statistik, Tahun 2000 Indonesia ikut dalam uji komparatif PISA, skor membaca 371, sesudah 18 tahun, di 2018 skor kita kembali ke 371. Jelas sangat banyak upaya perbaikan pendidikan kita, namun aku hanya menguji hasilnya, mengapa rerata mutu pendidikan kita justru memburuk ketika akses kepada pendidikan dan PDB kita semakin baik ? 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Begitu Berharganya Guru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com