• Latest

Warung Kopi di Aceh, Seperti Kampus?

Januari 10, 2019
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Warung Kopi di Aceh,  Seperti Kampus? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Warung Kopi di Aceh, Seperti Kampus?

Redaksi by Redaksi
Januari 10, 2019
in Aceh, Budaya, FEB UIN Ar-Raniry, Game online, Mahasiswa, POTRET Budaya, Warung kopi
Reading Time: 5 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Menikmati hidup dan pahitnya kopi di warung kopi
Oleh Arini Izzati
Mahasiswi  Prodi Ekonomi Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
            Bercerita soal Aceh ini, memang tak jauh dari yang namanya warung kopi.  Sejak dahulu hingga kini, warung kopi di Aceh menjadi tempat yang sangat sering menjadi titik kumpul masyarakat Aceh. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama, di mana duduk di warung kopi, bercengkerama dan saling berbagi cerita, tempatnya memang warung kopi. Apalagi kini sejalan dengan perkembangan teknologi, warung kopi terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Sehingga pengunjung warung kopi pun menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.
Dulu, ketika sebelum adanya fasilitas internet ( wifi) di warung kopi,  yang menjadi pelanggan warung kopi,  rata-rata dari kalangan bapak-bapak, lelaki dewasa, maksudnya. Minim sekali para pelanggannya yang mahasiswa, namun sejak era digital semakin canggih dan hadirnya wifi, akhirnya banyak para pebisnis warung kopi menyediakan wifi di warung kopi tersebut. Perubahan waktu yang juga menyebabkan pesatnya perubahan di warung kopi yang begitu luas, akhirnya yang rata-rata para pengunjungnya adalah kaum laki-laki pelan-pelan berubah. 
Suasana warung kopi berubah warna, ya pengunjungnya bertambah banyak, bukan hanya laki-laki dewasa, tetapi juga remaja dan mahasiswa. Bahkan lebih lagi, kini sudah  banyak  pula perempuan  yang sebagiannya adalah mahasiswi yang duduk di warung kopi. Mereka ke warung kopi dengan berbagai keperluan, pertemanan, hingga pada  pemanfaatan wifi sebagai sarana mengerjakan tugas kuliah.
            Kehadiran orang-orang muda dan perempuan di warung kopi, telah membuat suasana warung kopi seperti kampus. Ya, ternyata jika disandingkan dengan kampus di Aceh, mungkin warung kopi bisa disebut layaknya kampus, sebab rata-rata kehadiran pengunjung yang datang ke warung kopi hampir sama dengan mahasiswa yang hadir ke kampus.  Caobalah sekali-kali berkunjung  ke warung kopi yang letaknya tidak jauh dari kampus.  Beberapa hari yang lalu penulis sempat berkunjung ke sebuah warung kopi yang tak jauh dari kampus. Penulis coba melihat beberapa pengunjung yang dominan dari mereka adalah mahasiswa. Penulis sempat bertanya kepada pemilik warung kopi tersebut, berapa banyak para pengunjung yang datang setiap harinya? Kemudian beliau menjawab jika diperkirakan yang datang dari siang sampai sore itu sekitar 200 orang. Kalau malam mungkin sekitar 150 orang.
            Ekspektasi yang menjadi lawan realita sama seperti kita melihat ekspektasi mahasiwa di warung kopi dan mahasiswa di kampus.  Sayangnya, bila kita jajaki realitanya mahasiswa di warung kopi ternyata sangat banyak yang menghabiskan waktunya bermain game online dan sedikit lebihnya hanya ada kemungkinan 30% yang realitanya membuat tugas dan kepentingan produktif. Bahkan ada yang mengatakan “warung kopi jejaknya para mahasiswa”. Tidak menjadi permasalahan, jika tujuan itu adalah hanya sekadar datang duduk, minum dan bermain game, namun sangat disayangkan karena mahasiswa sekarang ini senang berinvestasi ke warung kopi dengan bermain game. Ini cendrung menjadi aktivitas yang sia-sia.
            Ada hal menarik beberapa hari yang lalu, yang biasa dominan di warung kopi adalah para gamer dan para-para mahasiswa yang sibuk downloadfilm. Ini adalah suatu kegiatan produktif yaitu bermain saham, bahkan ada juga yang memanfaatkan waktunya membuat skripsi. Alternatif yang menjadi kritis membuat para mereka yang produktif semakin maju. Sangat positif bukan? Apalagi saat ini mahasiswa memang idealnya bisa lebih kreatif, innovatif dan produktif.
            Ya, mahasiswa memang dihadirkan  untuk bisa berinovasi dengan berbagai inovasi terbaru dan terbaik. Yang menjadi kolaborasi warung, kopi, dan wifi. Warung yang menjadi sarana dan kopi menjadi penikmat lidah, namun yang paling miris wifi  sebagai tuan yang malah memperbudak kita. Persentasenya menjadi meningkat ketika kita berlomba-lomba mencari wifi untuk streaming, bahkan bermain game dan hal yang tidak bermanfaat lainnya. Bagaimana bisa kita menjadi maju, kalau tuannya adalah robot padahal yang menciptakannya adalah manusia. 
            Kaitan objektif yang menjadi efektif membuat wifi menjadi indikator yang relevan untuk masa kini dan masa depan. Bagaimana caranya mahasiswa yang duduk di warung kopi membuat interpretasi yang bermanfaat terhadap diri sendiri, bahkan untuk orang lain. Ada banyak dampak positif yang menjadi kajian baik untuk para penggemar warung kopi. Adalah murah yang menjadi tempat nyaman dan fasilitas yang membangun akhirnya menjadi alternatif bagi para mahasiswa, jangan sampai warung kopi menjadi target dan kampus menjadi dilema.
            

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

Penulis Juga Punya Rasa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com