• Latest

Tidak Menjadi Orang Lain

Desember 22, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tidak Menjadi Orang Lain

Redaksiby Redaksi
Desember 22, 2018
Reading Time: 4 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tetty Endriyani  
Guru SMPN 3 Kec. Simpang Kanan,  Aceh Singkil

 Untuk menjadi seorang yang dikagumi atau dihormati oleh orang lain, tidak perlu menjadi orang lain. Tidak menjadi orang lain atau menjadi diri sendiri itu lebih baik, sebab dengan begitu berarti kita lebih jujur dan tidak berbohong, serta tidak ada yang ditutup –  tutupi dari diri kita. Bersifat apa adanya dan tidak perlu berpura-pura seperti wajah yang memakai topeng.
“Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang  tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, tumbuh tidak juga menjadi gagasannya sendiri”. (Yoga Pernawijaya)
            Banyak orang yang ingin menjadi sosok terbaik di mata orang lain dengan banyak melakukan perubahan pada dirinya. Misalnya  saja dari gaya bicara yang diubah, hingga penampilan diri. Sebenarnya perubahan-perubahan pada diri kita yang menghilangkan jati diri kita, tak perlu dilakukan demi dipandang terbaik oleh orang lain. Cukuplah melakukan segalanya dari dalam hati dengan penuh ketulusan, karena kebaikan yang kita lakukan dari hati akan sampai pula ke hati.
            Menjadi diri sendiri dengan menggali potensi yang ada pada diri dan mengembangkannya, akan mampu menutupi segala kekurangan diri yang kita miliki. Kemudian bersifat optimis akan potensi diri yang dimiliki ,kreatif, serta inovatif menjadikan kita sosok yang akan senantiasa dinantikan oleh banyak orang sebagai orang yang mampu memberikan inspirasi  dan stimulus positif bagi orang lain untuk turut menjadi lebih baik pula. Tentunya semua itu tidak luput dari yang namanya motivasi, terutama motivasi dari dalam diri. Seperti dijelaskan dalam firman Allah, Al Qur’an Surat Al Imran : 139 berikut ini;
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamu orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman” (QS Al Imran : 139).
            Tidak diperkenankan senantiasa memandang diri sebagai orang yang buruk atau penuh kekurangan, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing . berpikir negatif terhadap diri sendiri  menandakan kurangnya kita dalam bersyukur. Maksimalkan  kelebihan yang kita punya untuk kebaikan pada orang lain walaupun sekecil mungkin dan jadikan kekurangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri ini jauh lebih berarti.
            Motivasi dari dalam diri sendiri adalah hal yang paling utama untuk mengembangkan percaya diri, karena akan berpengaruh terhadap sikap dan tindakan diri sehari-hari. Tak  juga ditampikan bahwa orang tua, teman, pengalaman masa lalu merupakan motivator penting   pembangkit kepercayaan diri. 
Sirah Rasulullah dan para sahabat yang hidup pada masa kejayaan Islam. Salah satu contoh motivasi  yang marak dengan bukti-bukti kepercayaan diri umat Islam dalam menghadapi umat dan individu lain. Kisah-kisah tentang Rasulullah dan para sahabat ini tentunya juga dapat dijadikan sebagai perbandingan bagaimana kepribadian Rasul dan generasi awal yang berpegang teguh pada Alquran dan Sunah . Sehingga akhirnya mereka mampu membawa Islam menuju zaman keemasan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Discussion about this post

Next Post

Diana dan DNA_STORE

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com