• Latest

Takut Gagal Itu, Takut Berhasil

November 6, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Takut Gagal Itu, Takut Berhasil

Redaksiby Redaksi
November 6, 2018
Reading Time: 4 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
                               
Ilustrasi : Ikhtisar.com

Oleh  Armad Maulidan
Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
            Mungkin terkesan agak berani jika penulis membuat persamaan antara takut gagal sama dengan takut berhasil. Dengan pengalaman penulis yang belum banyak, tetapi realita saat ini memang seperti itu. Sebagian orang seakan-akan anti terhadap masalah dan kegagalan  yang terjadi dalam hidupnya. Sehingga ia cenderung ingin bermain aman dalam setiap tindakan yang ingin ia lakukan. Biasanya, orang yang takut mengalami kegagalan dalam hidupnya merupakan orang yang kurang percaya diri, takut berproses dan takut mengambil risiko  dalam tindakan yang ingin ia lakukan. Karena perasaan takut gagal terus menghantui pikirannya.
            Biasanya, orang yang punya perasaan takut gagal yang berlebihan menganggap rasa takut gagal bagaikan pagar pembatas terhadap tindakan yang ingin ia lakukan. Sehingga ia hanya diam di tempat, tidak suka mengambil tantangan dan tidak siap mengahadapi masalah yang datang dalam hidupnya. Karena belum mencoba dan memulai ia sudah takut duluan, sehingga berefek negatif terhadap dirinya. Hal  ini membuat ia tak akan pernah maju karena tidak berani mengambil sebuah tindakan dan terlalu banyak alasan. Alasannya mungkin tidak jauh-jauh dari kata  pasti tidak bisa,pasti kalah, pasti salah dan banyak alasan lainnya.
            Padahal, jika kita mampu menjaga dan mengelola rasa takut gagal yang ada dalam kita, justru rasa takut tersebut bisa berefek positif terhadap diri kita. Mengapa bisa berefek positif ? Sudah mulai ngawur penulisnya. ups, tunggu dulu. Rasa takut gagal bisa berefek positif  terhadap diri kita, karena dengan adanya rasa takut tidak berhasil, takut salah, takut kalah, takut produk tidak laku, takut tidak mampu bersaing dan segudang rasa takut lainnya,  jika kita mampu menjaga dan mengelola dengan baik membuat kita lebih hati-hati, lebih teliti dan menghindari kesalahan sekecil apapun dalam melakukan sebuah pekerjaan, serta ingin selalu terlihat sempurna di mata orang. Baiklah penulis contohkan dalam dunia bisnis, jika seorang pebisnis bisa menjaga dan mengelola perasaan takut tadi dengan baik, tentu dalam menciptakan produk yang ingin dijual ia tidak akan menciptakan produk yang asal-asalan. Karena ada rasa takut produk tersebut tidak diminati dan takut tidak laku di pasaran. Hal ini merupakan salah satu contoh efek postif jika kita mampu menjaga perasaan takut yang ada dalam diri kita.
            Tetapi kita mesti ingat, kebanyakan orang sukses itu tidak langsung sukses dengan sekali mencoba. Banyak kegagalan dan rintangan yang ia lalui sebelum mencapai titik kesuksean yang ia raih saat  ini. Kita bisa belajar dari pengalaman  Chairul Tanjung yang memiliki julukan si anak singkong. Beliau merupakan seorang pengusaha sukses dan salah satu orang terkaya di Indonesia pada saat ini. Menurut yang penulis baca di om google, ternyata sebelum menjadi pengusaha sukses seperti saat ini beliau juga mengalami banyak kegagalan dalam bisnisnya, namun ia jadikan kegagalan tersebut sebagai pembelajaran dan guru terbaik dalam hidupnya dan ia belajar dari kesalahan, sehingga ide-ide dan inovasi baru banyak bermunculan. Kegagalan tidak membuat beliau takut dan menyerah justru menjadi tantangan tersendiri bagi beliau untuk menaklukkan dan menghabiskan seluruh jatah kegagalannya, sehingga bisa sukses seperti yang kita lihat saat ini. Penulis mengutip salah satu perkataan beliau yang memotivasi banyak orang yaitu “ hanya butuh satu kesuksesan untuk menutupi seribu kegagalan”. Dari petuah tersebut dapat penulis fahami bahwa untuk mencapai kesuksesan kita mungkin mengalami banyak kegagalan, rintangan dan masalah lainnya yang mesti kita lalui, namun jangan sampai kegagalan tersebut membuat kita patah arang dan takut mencoba lagi. Sehingga menghambat keberhasilan yang sudah di depan mata datang menghampiri kita. Tapi jadikan kegagalan sebagai pelecut semangat untuk mendapatkan ide-ide baru dan untuk mencapai keberhasilan yang selalu diimpikan. Dan hal yang perlu diingat kalau kamu takut gagal dan takut mencoba lagi berarti kamu takut berhasil.
            

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Maret 7, 2026

Membaca Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner PT BALAD GRUP, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy: Membumi Di Vietnam

Juli 19, 2025
Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Mei 27, 2025

Discussion about this post

Next Post

Mau Membangun Bisnis dengan Modal Kecil ?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com