POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

PEMUDA ACEH DAN STIGMA NEGERI GANJA

RedaksiOleh Redaksi
October 16, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

 Oleh : Mulkan Kausar
Duta Wisata Bireun 2018
Tsunami, Konflik dan ganja merupakan tiga hal yang melekat pada Aceh. Dari berbagai jenis narkoba, ganja justru menjadi kasus terbanyak sehingga stigma sebagai negeri ganja masih belum terlepas dari provinsi Aceh. Dari banyaknya identitas positif yang dimiliki Aceh, ganja justru menjadi yang salah satu yang paling dipertanyakan oleh masyarakat diluar provinsi ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa stigma ini memberikan pandangan yang negatif terhadap Aceh, bahkan dalam bidang lainnya seperti pariwisata.
Menurut sejarahnya, ganja dibawa ke Aceh dari India pada akhir abad ke 19 ketika Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo. Penjajah Belanda menggunakan ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi atau ulat pada tanaman tembakau.  Dalam perkembangannya ganja dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, apalagi Aceh memiliki tanah yang subur. Disisi lain, temperatur udara yang relatif stabil dan kondisi geografis yang sesuai menjadikan Aceh cocok untuk tanaman ini. Walau demikian perkembangan zaman malah merubah fungsi tanaman ini karena disalahgunakan untuk hal yang negatif. 
Tarmizi A Hamid, seorang kolektor manuskrip kuno di Aceh menyebutkan bahwa dalam Kitab Tajulmuluk yang dimilikinya, ganja memang sudah menjadi komoditi penting untuk menyajikan masakan yang lezat masa kerajaan Aceh dulu. Tanaman ganja bahkan menjadi penghias di halaman rumah. Tidak mengherankan peran sejarah dan perkembangan zaman telah menjadikan Aceh menjadi darurat narkoba. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Mahdi Effendi bahkan menyebut Aceh menduduki peringkat 8 nasional dengan penyalahgunaan narkoba sebanyak 60.486 (jiwa dari total 5.024. 300).  Bahkan untuk narkoba jenis ganja Aceh menjadi peringkat 1 di Indonesia.
Tidak hanya ganja, kini berbagai jenis narkoba juga semakin banyak yang masuk ke Aceh, terutama sabu. Narkotika jenis ini banyak yang dikirimkan dari luar negeri seperti Malaysia untuk selanjutnya di distribusikan ke wilayah lainnya di Indonesia. Ini tentu menyedihkan mengingat dulunya Aceh sebagai pintu masuk agama islam kini justru menjadi salah satu pintu masuknya narkoba.
Berdasarkan UU No. 40 tahun 2009, setiap pemuda berhak mendapatkan perlindungan, khususnya dari pengaruh destruktif (bahaya narkotika dan zat adiktif). Apalagi, berdasarkan data yang dihimpun oleh komuntas Indonesia baik menunjukan bahwa setiap harinya 40-50 orang di Indonesia meninggal karena narkoba. Penyalahgunaan Narkoba di kalangan pemuda semakin memprihatinkan. Banyak dampak negatif akibat penyalahgunaan narkoba, seperti, perubahan sikap, perubahan perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan, menjadi mudah marah, malas dan tidak mempedulikan kesehatan. Gangguan yang lebih buruk yaitu pada kesehatan fisik (gejala putus obat, kerusakan otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, organ reproduksi sampai kematian yang sia-sia. Penggunaan narkotika dengan jarum suntik malah dapat menimbulkan resiko tertular HIV/AIDS, Hepatitis B, C maupun penyakit infeksi lainnya.
                  Narkoba merupakan fenomena yang multidimensi, berkaitan ke seluruh aspek kehidupan mulai dari kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi. Narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam masa depan Acehkarena dalam perkembangannya penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus dan pemimpin bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur syaraf otak. Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa di masa depan.
            Pemberantasan narkoba memang menjadi tugas dari BNN (Badan Narkotika Nasional) di tiap wilayah pemerintahan, sebagai bentuk terwujudnya komitmen untuk menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di gampong-gampong di Provinsi Aceh. Namun upaya ini tidak akan terjadi dengan mudah apabila tidak ada kerjasama dari berbagai pihak dalam bahu membahu membumihanguskan narkoba dari Aceh. Memang tidak akan mudah pula menghapus stigma Aceh sebagai negeri narkoba, tetapi melalui kesadaran dini oleh pemuda maka harapan ini akan terwujud.
            Edukasi dini sangat penting bagi masyarakat dari berbagai lapisan untuk lebih bisa menjaga diri terhadap bahaya narkoba. Apalagi narkoba tidak pernah mengenal usia, jabatan maupun status sosial. Sangat penting untuk pengetahuan dini mengenai bahaya narkoba bagi setiap kalangan. Edukasi yang menyeluruh diharapkan akan dapat mengurangi jumlah peredaran narkoba di povinsi Aceh. Semoga kita semua dapat menghentikan peredaran narkoba di Aceh, dimulai dari diri sendiri untuk tidak mencoba menggunakannya. Melalui pendidikan dini juga kita bisa membangun generasi pemuda Aceh yang bebas dari narkoba dan menghapus stigma negeri narkoba (ganja).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Pranata Sumedanglarang

Anak Merpati Belajar Terbang

Tinjauan Kritis tentang Peran Perempuan dalam Sejarah Aceh

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Rinduku Semakin Menggebu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00