• Latest

Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung

Oktober 15, 2018
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Hari Pertama Lhokseumawe Traditional Culture Festival Dipadati Pengunjung

Redaksi by Redaksi
Oktober 15, 2018
in Aceh, Cultural Festival, Lhokseumawe
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

ADVERTISEMENT
Rangkaian kegiatan Lhokseumawe Traditional Culture Festival hari pertama Minggu (14/10), Festival Boeh Gaca (menghiasi tangan pengantin dengan inai) dan Festival Kuliner Aceh berlangsung dengan meriah dan dipadati pengunjung.
Di pagi hari, sebanyak 4 tim mewakili daerahnya masing-masing mengikuti perlombaan Boh Gaca, setiap tim berjumlah lima orang peserta. 
Seorang menjadi peraga mempelai wanita (pengantin) berbaring di kasur yang telah disediakan. Sementara empat lainnya mengukir inai di tangan dan bagian atas telapak kaki sang mempelai. Setiap kelompok peserta menampilkan kerapian dalam mengukir inai sesuai kreasi dan khas ukiran daerahnya.
Menurut peserta, setiap ukiran inai masing-masing daerah tersebut juga memiliki makna dan ciri khas tersendiri.  Sore harinya dilanjutkan oleh Festival Kuliner Aceh, acara ini melombakan kreasi kuliner berbahan dasar Keumamah, Keumaham adalah makanan khas Lhokseumawe yang terbuat dari ikan tuna yang dikeringkan sampai mengeras, dan keumamah ini bisa dibuat berbagai macam bahan makanan.
Sebanyak 10 tim berlomba mempersembahkan hidangan terbaik mereka yang terbuat dari keumamah. Banyak sekali menu baru dan menu kreasi yang dihadirkan, sehingga membuat juri kebingungan mencari pemenangnya.
Para pengunjung sangat antusias dengan acara ini, sambil menikmati acara, penonton dihibur oleh musik etnis kolaborasi yang dibawakan oleh grup musik kebanggaan Kota Lhokseumawe, Harmoni.
Kasi Pengembangan Sumber Daya dan Peran Serta Masyarakat, Salman, M.TESOL menjelaskan, acara ini adalah dua dari lima rangkaian acara istimewa Lhokseumawe Tradisional Culture Festival.
“Kita punya lima rangkaian acara dalam festival kali ini, yaitu Festival Boeh Gaca (memakai Inai), Festival Kuliner Aceh, Festival Rapai Uroh (gendang Aceh), Festival Peuayon Aneuk (Alunan menidurkan anak) dan Lomba Tari Seudati” Lanjut Salman.
Acara yang dijadwalkan berakir pada tanggal 16 Oktober 2018 ini diharapkan bisa menjadi ajang melestarikan generasi bangsa dan sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

Baca Juga

IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post

Mau Kemana Setelah Kuliah?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com