POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ngopi: Membumikan Interaksi yang Mengudara

RedaksiOleh Redaksi
May 30, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rizkina Meutuah
Mahasiswa aktif Prodi Psikologi Universitas Syiah Kuala
Aceh, sebuah provinsi yang di dalamnya melekat banyak adat dan budaya. Tradisi yang diturunkan dari zaman dahulu begitu mengakar di setiap lini kehidupan, termasuk budaya minum kopi. Tradisi minum kopi bahkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan tradisi ini bukanlah suatu hal yang dianggap biasa oleh masyarakat Aceh—sama seperti halnya di Jepang yang terkenal dengan tradisi minum tehnya—tradisi minum kopi ini memiliki nilai filosofis tersendiri.
Minum kopi bagi masyarakat Aceh adalah cara mereka berinteraksi, menyambung silaturrahmi dan sudah menjadi identitas masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya warung kopi yang memiliki berbagai keunikan, baik dari suasana warungnya, jenis kopi yang disediakan, maupun cara penyajian kopinya. Uniknya, orang yang duduk di warung kopi tak senantiasa memesan kopi, tapi yang dibutuhkan adalah suasana keakraban antar teman dan pembicaraan-pembicaraan yang tercipta di dalamnya. Kopi terkadang menjadi hidangan sampingan sementara komunikasi menjadi hidangan utama. Keakraban dan interaksi yang terjalin ini juga berperan dalam membangun karakteristik umum orang Aceh yang memiliki hubungan erat. Orang yang memiliki hubungan erat salah satu cirinya adalah terdapat kelekatan emosional (Brehm & Kassin, 1996) dan ini bisa didapatkan salah satunya melalui budaya ngopi.
Banyak warung kopi sederhana, namun dipenuhi pengunjung. Ini bisa menjadi salah satu bukti bahwa bukan bagus atau tidaknya sebuah warung kopi, tapi senyaman apa warung tersebut untuk bisa menghasilkan pembicaraan-pembicaraan hangat antar kelompok mereka. Budayanya, keramaian selalu tercipta di warung kopi; orang yang belum mengenal menjadi saling kenal; orang yang sedang penat, hilang penatnya. Namun, di era sekarang, suasana warung kopi menjadi sedikit banyak berbeda. Banyak café yang menyediakan wifiatau fasilitas internet gratis sehingga banyak menarik kawula muda untuk betah berlama-lama sambil minum kopi. Ironisnya, di balik kelebihan fasilitas internet gratis tersebut, banyak yang berubah dari budaya minum kopi yang telah mengakar itu. Sebuah nilai filosofis penting memudar; interaksi sosial menjadi berkurang karena para pengunjung menjadi sibuk sendiri dengan fasilitas yang ditawarkan.
Keramaian yang tercipta menjadi berbeda; warung kopi pilihan adalah yang memiliki fasilitas internet; interaksi berkurang; orang terasing di tengah keramaian. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kemajuan teknologi bisa menjadi salah satu jawaban. Dengan kecanggihan teknologi yang telah mengglobal, membuat kita bisa dengan mudah mengakses segala hal yang ada di belahan dunia lain. Tanpa kita sadari, kita telah diperbudak oleh interaksi maya dan mengabaikan komunikasi langsung. Tentunya ini memiliki dampak yang besar bagi kebiasaan ngopi masyarakat Aceh. Terdapat pergeseran budaya dan gap yang cukup besar.
Saat individu mulai mengesampingkan interaksi langsung, orang bisa menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya. Ketika seorang apatis hidup di lingkungan sosial yang sangat kolektivis—seperti halnya di Aceh—maka lingkungan akan memandang aneh individu tersebut yang berdampak pada munculnya ketidaknyamanan pada diri individu sehingga mampu menimbulkan kecemasan. Namun, apabila hal seperti ini masif terjadi, kecemasan individu terhadap hal tersebut dapat ditekan dengan dalih bahwa banyak yang berperilaku demikian sehingga orang tersebut tidak mengalami diskriminasi sosial.
Dilihat dari perspektif sosiologi, interaksi sosial adalah hubungan yang dinamis sehingga bukan tidak mungkin bahwa suatu saat bisa terjadi perubahan-perubahan yang berpotensi pada memudarnya unsur-unsur kemasyarakatan sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai. Fenomena seperti yang telah diuraikan di atas seharusnya menjadi suatu pembelajaran bagi generasi muda sekarang bahwa interaksi kita tak lagi membumi karena kemajuan teknologi yang semakin pesat. Seharusnya, kemajuan teknologi ini menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk mendekatkan yang jauh bukan justru menjauhkan yang dekat.
Esensinya,  tradisi ngopiyang kini semakin marak bagi kalangan anak muda seharusnya mampu membawa generasi muda itu pada suatu inti pemecahan masalah bersama mengenai isu-isu sosial yang cukup penting bagi negeri ini melalui interaksi sesama kelompok. Akan tetapi, jika kemudian tradisi ngopiini sendiri hanya menjadi sarana untuk menghabiskan waktu sia-sia, terlibat pembicaraan tidak jelas, tentu saja nilai filosofis tradisi ini telah berubah sedikit demi sedikit.

Harapan penulis adalah budaya ngopi Aceh kembali membawa makna filosofisnya dalam menjalin hubungan emosional antar masyarakat sehingga ukhuwah yang dibangun juga semakin kuat.[]

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Anda Bisa Ikut Membantu Program 1000 Sepeda dan Kursi Roda Ini

ULAMA KOK MELANGGAR SYARIAT AGAMA?

Sekilas Mengenai Ilmu Tauhid

Air Bersih yang Terabaikan di Aceh Utara

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Begini Cara Jelaskan Terorisme Pada Anak Menurut Kemdikbud

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00