• Latest

Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam

Maret 6, 2018
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Citizen reporter | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Citizen reporter | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam

Redaksi by Redaksi
Maret 6, 2018
in Citizen reporter, Luar negeri, USA
Reading Time: 5 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

“Mengajar Al Quran  bagi mahasiswa non muslim, Amerika Serikat, adalah salah satu pengalaman terbaik seumur hidup saya ketika berada di luar negeri,.. ya, Ngajar AL-Quran di Amerika Serikat.. MasyaaAllah”.
                                                                  Oleh Zaujatul Amna*
Negara Amerika dikenal dengan sebutan Paman Sam, dimana penduduknya mayoritas non-muslim, belum lagi berita di media yang adanay rasis terhadap agama tertentu. Sebagai negara adikuasa, negara Amerika Serikat memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, maupun bagi para pelajar Indonesia, termasuk saya. Ya, Sudah sebulan berada di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat untuk mengikuti program Short course di Oberlin College, Ohio State, USA memiliki arti yang sangat spesial bagi saya secara pribadi, tentang mengajar alquran. Berikut cerita pengalaman saya. Saya yang berasal dari kota Banda Aceh, bagian paling ujung pulau Sumatra harus rela menempuh perjalanan selama lebih kurang mencapai 24-25 jam yang ditempuh selama 3 hari perjalanan, jika dihitung dengan waktunya Indonesia. ungguh perjalanan yang sangat melelahkan, namun keinginan untuk mencari ilmu dan karunaiNYA di bagian benua lainnya tak mematahkan semangat saya, meskipun capek kerap kali mendera dikarenakan perjalanan yang terbilang cukup jauh ini. Ini adalah kali ke 7 saya menginjak kaki keluar negeri, namun saya selalu takjub akan setiap keindahan yang DIA lukiskan di setiap sisi negara yang saya kunjungi, demikian halnya dengan Amerika Serikat.

Pengalaman yang tak kalah hebatnya kali ini, begitu kaki melangkah keluar dari pesawat di Bandara O Hare Chicago Amerika Serikat, langsung disambut dengan musim salju yang sangat luar biasa. Musim yang berbeda 180C berangkat dari Aceh 37 C menjadi -15C, sebuah pemandangan yang sangat luar biasa. Bahkan diberitakan bahwa suhu dingin ekstrem sedang meliputi sebagian besar negara Amerika Serikat tahun ini, mencapai -12 sampai dengan minus 15 dengan perkiraan hembusan angin bertiup 64 hingga 96,5 km per jam menjadikan suasana menjadi semakin dingin di kota tersebut. Cuaca ekstrem yang menjadikan negara Amerika Serikat terlihat bak lautan salju, yang mampu menutupi semua akses jalan. Bahkan sejumlah penerbangan dibatalkan karena cuaca yang sangat ekstrem ini. Selain itu, beberapa negara bagian di selatan mengalami hujan salju untuk kali pertama, bahkan dari beberapa berita lokal diberitakan bahwa suhu ekstrem ini telah menewaskan sedikitnya 12 orang dikarenakan cuaca yang sangat ekstrem ini.

Baca Juga

Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - e4c66412 aa1c 4af5 8d2b bfcb8453f20f | Citizen reporter | Potret Online

Dari Alumni SMANSA Bima, NTB, untuk Saudara Kami di Aceh: Ketika Empati Menemukan Jalannya

Desember 24, 2025
Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - c9e3674c 5e0f 4af2 a32d e63bd3cb7651 | Citizen reporter | Potret Online

Perempuan-Perempuan yang Belajar Menganyam Tudung Saji

Juni 26, 2025
Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - 2025 05 28 20 24 40 | Citizen reporter | Potret Online

Jangan Kabur dari Ibu Kandung: Saatnya Kembali Membangun Indonesia

Mei 28, 2025

Sebagai seorang pengajar yang berlatar belakang psikologi, saya harus bisa dan pandai membawa diri agar tidak terlalu lama “berdamai” dengan shock culture, sehingga tidak menjadikan diri saya kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan setempat. Mendapatkan kesempatan untuk kembali menjadi fellowship di luar negeri merupakan sebuah hal berharga bagi siapa saja termasuk saya. Ini adalah kesempatan kedua bagi saya mendapatkan kesempatan untuk sebuah program pertukaran staf pengajar diluar negeri. Kali ini saya mendapat kesempatan untuk menjadi fellows di Amerika serikat, yang memiliki tujuan salah satunya yaitu memperlajari dan mengadopsi “American style education” yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi saya secara personal sebagai seorang pengajar selama berada dikampus Oberlin, OHIO, USA. Oberlin merupakan sebuah kota yang terletak di Kabupaten Lorain, Propivinsi Ohio, Amerika Serikat, barat daya Cleveland. Oberlin adalah tempat dari Kolese Oberlin, sebuah kolese seni liberal dan konservatorium musik dengan jumlah siswa sekitar 3,000-an jiwa.
Kota Oberlin dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki cuaca cukup ekstem saat ini, dimana suhu mencapai -12 C. Di sisi lain, kota ini dikenal dengan sistem pendidikan yang terbilang cukup baik dengan mengedepankan metode “membaca”. Setiap perkuliahan akan dimulai, semua mahasiswa diwajibkan membaca 2 atau 3 buku sebelum pertemuan dimulai. 

Banyak hal yang dipelajari di wilayah kota Oberlin ini, yang dominan adalah umat kristen dan sebagian dari mereka juga penganut liberal ataupun atheis, namun hal lain yang membuat saya takjub adalah sikap mereka yang sangat “ramah” terhadap saya sebagai satu-satunya perempuan yang berjilbab di antara ribuan mahasiswa lainnya. Setiap berpapasan di jalan, selalu ada rasa tegur-menegur meskipun USA terkenal dengan Budaya yang terbilang “cukup cuek” secara personal, namun tidak demikian di kampus Obelrin ini. Mahasiswa, dosen bahkan profesor sekalipun sangatlah ramah ketika kami berpapasan di jalan. Seakan sudah menjadi budaya dari masyarakat sekitar, selalu membiasakan diri dengan ucapan “ apa kabar?, terimakasih dan semoga harimu menyenangkan”. Tidak hanya berhenti di situ, saya dimintai untuk mengisi satu kelas di program studi kampus Oberlin untuk menganjar dan diskusi seputar Alqur’an, baik tentang cara membaca, memahami dan juga arti Alquran bagi kami secara pribadi. Alhamdulillah rasanya, atas karunia Allah Ta’ala memberikan pemahaman yang luar biasa dalam diri saya dalam memahami dan membaca Al-quran, sehingga saya mampu mengajarkannya kepada mereka yang tertarik untuk belajar. Saya mengisi satu sesi perkuliahan diskusi dan sharing tentang Al-quran. Hal ini menjadikan saya bangga dan bahagia, tidak hanya sebagai seorang muslimah, namun juga dikarenakan kesediaan dan ketertarikan mahasiswa Amerika dalam memahami Al-quran tanpa adanya rasis tertentu. Bahkan sangat jauh dari hal-hal yang diberitakan di media saat ini. Malah mahasiswa terlihat sangat ”excited” selama perkuliahan tentang Al-quran berjalan, yang menjadikan kami terlibat diskusi seru dan menyenangkan. Kami mencoba mengenalkan mereka tajwid, tartil dan juga tilawah tentang Al- quran. Menjadi sangat luar biasa ketika kami mencoba membaca Alquran semua mahasiswa hening seakan mereka paham, apa yang sedang kami bacakan, meskipun mahasiswa yang hadir pada saat itu adalah penganut liberal ataupun atheis. Bagi saya ini menjadikan pengalaman terbaik saya di Amerika, mengajarkan Qalam-NYA di benua yang “belum memercayaiNYA”. 
Tidak hanya seputar Al’quran saja, kami juga mengenalkan tentang Islam, tentang pemakaian jilbab, alasan kenapa jilbab harus dikenakan bagi muslimah dalam Islam, beserta juga aturan-aturan yang disusun Islam sedemikian rapi terhadap tata cara dalam kehidupan. Hal ini juga menjadikan topik yang sangat diminati oleh mahasiswa di Kampus Oberlin Amerika Serikat itu. Selama mengikuti progarm shortcourse di USA, mengajar Al Quran bagi mahasiswa non muslim, Amerika Serikat, adalah salah satu pengalaman terbaik seumur hidup saya ketika berada di luar negeri, ya, Ngajar Quran di Amerika. Masya Allah. Ingin rasanya terus bisa menyampaikan Qalamnya selama berada di sini, sesuai dengan hadist yang menyatakan bahwa“ sampaikanlah dariKU, walau hanya satu Ayat” (HR. Bukhari). Juga dikatakan bahwa ”Sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari Al-quran dan mengamalkannya”. Teruslah menebarkan kebaikan di muka bumiNYA, dengan segala kemampuan yang kita miliki. Semoga menjadikan ladang dakwah bagi kita umat muslim dan menjadikan kita semakin dekat denganNYA. Amiin.

*Penulis adalah Staf Pengajar Program Studi Psikologi FK Unsyiah yang saat ini sedang menjadi peserta short course Oberlin Shanshi Visiting Scholar di Oberlin, Ohio, Amerika Serikat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 323x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 302x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Mengajar Al-quran di Negeri Paman Sam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Citizen reporter | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post

Dia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com