POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Pengemis Sang Pencari Belas Kasih

RedaksiOleh Redaksi
November 27, 2017
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Anita sari
Mahasiswi Semester I,  Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas UIN Ar-raniry, Darussalam, Banda Aceh
Jika diperhatikan saat ini begitu banyak pengemis di kota Banda Aceh yang melakukan kegiatan mengemis. Mereka ada dengan berbagai macam kondisi. Ada ibu-ibu yang menggendong bayi, orang buta, orang cacat fisiknya, bahkan anak-anak yang masih kecil juga ikut terlibat. Berjalan ke sana ke mari di bawah terik matahari yang menyengat. Mereka mengemis dengan memelas, berharap belas kasih dari setiap orang yang lalu lalang.
Banyak yang berpendapat bahwa mereka mengemis disebabkan oleh persoalan  ekonomi, hingga mereka harus turun ke jalanan dan terpaksa mengemis ke sana ke mari, dari pintu ke pintu, dari warung ke warung dan bahkan memasuki ruang-ruang kantor. Kedua, karena mereka memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Juga rendah ketrampilan yang dimiliki. Jadi, kondisinya bisa bertambah buruk, karena menghadapi kesulitan sekonomi, lalu terhimpit pula oleh tingkat pendidikan yang rendah. Alasannya masuk akal juga, karena keterbatasan ekonomi, mereka harus merelakan hak untuk mengenyam pendidikan. Tentu saja,  kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat para pengemis bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Anak terlibat akan hal tersebut. Padahal,  anak-anak seusia mereka  yang seharusnya mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun, sering tanpa disadari, mereka terpaksa mengembara di belantara kota untuk mengemis, baik sendiri, maupun bersama orang tua mereka, bahkan bisa dengan orang lain yang bukan keluarga mereka. Mereka tergolong ke dalam orang-orang atau anak- anak yang kehilangan masa depan. Seharusnya pemerintah  segera turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Namun, peran pemerintah masih dianggap kurang dalam hal mengatasi permasalahan tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen dari jumlah total penduduk).
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, angka tersebut bertambah 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen). Meski secara persentase angka kemiskinan mengalami penurunan, namun secara jumlah angka tersebut mengalami kenaikan.
“Ini sebenarnya karena pertumbuhan penduduk yang naik saja dari tahun ke tahun. Sekarang jumlah penduduk 261 juta. Ini berarti. tiap hari juga berubah karena ada faktor kelahiran dan kematian,” kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.
Suhariyanto mengatakan “Kontribusi beras ke kemiskinan 26 persen, tinggi sekali. stabilisasi harga beras itu jadi kunci penting supaya tidak terjadi kemiskinan. Ini salah satu penghambat yg terjadi Januari-Maret 2017,”.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara Pemerintah Kota ( PEMKOT ) dengan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam melakukan  penyuluhan akan pentingnya mengatasi permasalahan tersebut. Agar ke depannya para pengemis tersebut mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga angka kemiskinan dapat menurun dan memperbaiki kondisi perekonomian daerah tersebut. Masyarakat juga berperan penting dalam mengatasi permasalahan pengemis yang tidak kunjung terselesaikan. Pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat untuk masalah ini. Bila tidak,  pengemis terus meningkat setiap tahunnya, apalagi di kota-kota besar pengemis terus berdatangan. Istilah “pengemis musiman” menjadi hal yang sudah biasa terjadi di kota-kota besar.
Pengemis musiman biasanya datang ke kota-kota besar pada hari-hari besar nasional. Pengemis musiman datang ke kota besar untuk meminta belas kasih dari orang-orang yang merasa iba. Awalnya pekerjaan mereka bukan mengemis, tetapi memiliki pekerjaan tetap di kampung halaman mereka. 
Saat ini mengemis menjadi pekerjaan bagi sebagian orang yang tidak mau bekerja. Ini menjadi sorotan bagi pemerintah untuk mengatasi hal yang menjadi permasalahan setiap tahunnya. Pemerintah saat ini terus berusaha menekan untuk mengurangi permasalahan di negeri tercinta ini Indonesia. Upaya yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mengurangi atau menghambat berkembangnya pengemis. Oleh sebab itu, pemerintah seharusnya menjaring koordinator para pengemis jalanan tersebut. Upaya ini juga harus mendapat dukungan  dari keluarga untuk mencegah seseorang mengemis. Juga harus dari diri sendiri untuk memotivasi agar senantiasa bekerja keras untuk pantang menyerah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Sufisme dan Spiritualitas Sebagai Gerakan Sosial Untuk Membangun Peradaban Manusia Di Masa Depan

Hegemoni Dalam Budaya Aceh – Ulasan Artikel

SEKS DI MATA PRIA DAN WANITA

Menggali ilmu dan Pengalaman di Karang Asem

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Bukan Salah Pilih

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00