POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Sejarah Kampung yang Keramat

RedaksiOleh Redaksi
October 3, 2017
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nur Afiqah
Kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Baru, Pidie Jaya

Desaku ialah salah satu desa yang keramat, yang terdapat di Teupin Raya, Kabupaten Pidie. Alkisah ada Kepala Desa namanya “Mahmud” yang memajukan desa kami. Dia membuat rapat di jalan Batee badan. Saat itu desa kami belum ada nama, setelah dibuat dapat dan diambillah nama untuk desa kami yaitu “ Desa Balee”. Mungkin karenap banyak Balee-Balee di samping Meunasah.

Di Desa Balee ada suatu kuburan, kuburan itu punya Pocut Meugah. Cerita Pocut Meugah, dia diracuni oleh ibu tirinya dan hingga Pocut Meugah meninggal dunia. Ibu tirinya tidak membolehkan untuk menguburkannya di desa mereka. Orang desa itu pun harus membawa mayat Pocut Meugah, hingga sampai di sebuah pohon beringin yang besar. Umur pohon itu lebih kurang 500 tahun. Ya pohon itu terdapat di desa kami. Orang yang membawa mayat Pocut Meugah mengusulkan untuk menguburkannya di samping Meunasah kami. Lalu, kemudian kuburan Pocut Meugah menjadi kuburan yang keramat. Hingga kini, setiap hari Senin dan Kamis banyak orang yang datang untuk bernazar.

Ada juga pada Meunasah kami, pada tingkat paling ujung, ada harimau putih. Harimau putih itu seperti setan. Orang yang jahat bisa melihat harimau putih dan ada orang yang disobek-sobek oleh harimau tersebut. Di samping Meunasah kami, ada juga sebuah batu yang disebut “ Batee Timoh”. Dalam Bahasa Indonesia disebut batu tumbuh. Batu tersebut biasanya digunakan pada kondisi tertentu, misalnya jika ada orang yang berzina, mencuri dan lain-lainnya akan dibawa ke Batee Timoh. Jika dia memang melakukannya dia akan melekat di batu tersebut.

Juga ada tokoh pejuang desa kami bernama“ Pang Muda Lila”. Dia berjuang melawan pemberontak-pemberontak yang ada di kawasan Teupin Raya. Dia dibunuh oleh pemberontak di dalam hutan. Tokoh-tokoh yang ada di Desa Balee akan dibuat nama Jalan seperti , jalan Pang Muda Lila, jalan Tgk Suloe, Jalan Pocut Meugah, jalan Geuchik Mahmud dan Jalan lhok Pawoh.

📚 Artikel Terkait

Ramadan Untuk Leuser

Bacalah Sampai Selesai

Memek Simeulue, Sekali Mencoba Terasa Nikmatnya

Perbaiki Orientasi Gerakan, Temukan “Titik Temu” dan “Titik Pusat”

Nah, begitulah kisah kampungku yang keramat itu. Mungkin cerita seperti ini juga pernah ada di kampong – kampong lain.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Magang Yuk

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00