• Latest

Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita

Juni 12, 2017
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Kekerasan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita

Redaksi by Redaksi
Juni 12, 2017
in Kekerasan, Lensa, Psikolog, Remaja
Reading Time: 3 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
sumber: okezone.com

Oleh Milazia Putri
Mahasiswi Psikologi Universitas Syiah Kuala ( Unsyiah ) Darussalam, Banda Aceh

Tawuran, sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia, sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Berita tawuran antar pelajar sekolah, sering menghiasi media massa. Tawuran antar pelajar sekolah maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarkis selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka sudah tidak merasa malu dengan tindakan tidak terpuji dan mengganggu ketenangan masyarakat tersebut. Malah mereka sepertinya terlihat bangga akan tindakan ‘sok jagoan’ tersebut. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan anarki tersebut. Seharusnya sebagai pelajar bisa menjadi panutan dengan prestasi-prestasi yang didapatnya.

Baca Juga

Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita - IMG_0413 | Kekerasan | Potret Online

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026
Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita - 6df31c50 a420 4a31 920a f1ea7bacd4b4 | Kekerasan | Potret Online

Air Keras di Tengah Malam Jakarta

Maret 14, 2026
Maraknya Tawuran Antar Pelajar di Negara Kita - 5568b5e8 25d7 4585 8312 22e75ab7f5a5 | Kekerasan | Potret Online

Ketahanan Remaja, Ketahanan Bangsa

Maret 2, 2026

Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran “dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Pelajar adalah seorang remaja yang belajar. Menurut Ali dan Asrori dalam Mulyana remaja disebut adolescence, berasal dari bahas Latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Jadi tawuran antar pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh pelajar antar sekolah.

Secara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenil deliquency).

Berikut beberapa faktor penyebab tawuran antar pelajar yang di analisa dengan teori psikologi.

Menurut Jean Piaget Masa remaja masuk pada tahap pemikiran operasional formal. Yang mana pada masa ini, mereka mencoba menyusun hipotesis dan menguji berbagai alternatif pemecahan masalah hidup sehari-hari, mulai menyadari keberadaan masalah-masalah di sekelilingnya. Salah satunya, bagaimana membuktikan solidaritas atau kesetiakawanan. Logisnya mengatakan supaya ia mengikuti segala aturan kelompok, walaupun aturan kelompok itu negatif, misalnya tawuran. Ini adalah salah satu bentuk uji coba pemecahan masalah mereka.

Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson, remaja masuk pada tahap Identitas vs kekacauan identitas. Di dalam tahap ini lingkup lingkungan semakin luas, tidak hanya di lingkungan keluarga atau sekolah, namun juga di masyarakat. Pencarian jati diri mulai berlangsung dalam tahap ini. Pertanyaan, Who am I semakin menguat. Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik, maka akan tercipta identitas yang baik pula. Namun sebaliknya, jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut. Selanjutnya, Richard Logan, mengutarakan bahwa pada masa ini, akan ada suatu mekanisme pertahanan untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat kekacauan identitas, yaitu munculnya identitas negatif. Identitas negatif ini akan menjadi pelarian dan pengganti atas kecemasan akan kekacauan identitas yang dialaminya. Salah satu bentuk identitas negatif adalah tawuran itu.

Tawuran juga disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internalnya yaitu remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya, ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai keberagaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Para remaja yang mengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. Selain itu, ketidakstabilan emosi para remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Mereka biasanya mudah frustrasi, tidak mudah mengendalikan diri, tidak peka terhadap orang-orang di sekitarnya. Seorang remaja biasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya.

Sedangkan faktor eksternalnya yaitu karena faktor keluarga, faktor sekolah ,

ADVERTISEMENT

faktor lingkungan.

Selain faktor penyebabnya, dampaknya pun cukup banyak dan sangat merugikan bagi pelajar dan masyarakat. Contohnya saja seperti cedera fisik , rusaknya rumah warga setempat, terganggunya proses belajar , menurunnya moralitas pelajar, dan hilangnya rasa peka toleransi dan saling membantu.

Menurut Kartini Kartono ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tawuran:

· Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun

· Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat

· Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 340x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post

Dampak Globalisasi Pada Kondisi Psikologis Masyarakat Aceh

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com