• Latest

Menulislah dan Anda Akan Bahagia

Maret 15, 2017
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Menulislah dan Anda Akan Bahagia - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Lensa | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menulislah dan Anda Akan Bahagia

Redaksi by Redaksi
Maret 15, 2017
in Lensa, Linguistik, Literasi, Perempuan
Reading Time: 4 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Dina Triani GA (Writer/Author-Banda Aceh)

Banyak orang yang mengeluh tentang betapa sulitnya menulis. Alasannya beragam, mulai dari tidak percaya diri, tidak berbakat, malas, tidak punya ide, tidak ada waktu, sedang tidak mood dan sebagainya. Namun, jika tahu betapa asyiknya menulis, semua orang mungkin ingin menjadi seorang penulis. Menulis adalah cara kita mencurahkan isi hati yang terdalam. Bentuk ekspresi diri. Dan yang terpenting, menulis bisa membuat kita jauh lebih bahagia. Kecuali jika seseorang melihat menulis sebagai beban dan kewajiban.

Baca Juga

Menulislah dan Anda Akan Bahagia - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Lensa | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
Menulislah dan Anda Akan Bahagia - IMG_0413 | Lensa | Potret Online

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026

Menjadi seorang penulis dapat dilakukan tanpa meninggalkan pekerjaan utama, baik dia seorang dokter, dosen, pengusaha, atlit, polisi, arsitek, mahasiswa, ibu rumah tangga dan sebagainya. Jadi tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak menulis hanya karena profesinya bukan seorang penulis. Sesibuk apa pun pekerjaan dalam keseharian, kalau saja mau, kita tetap punya waktu untuk menulis. Sama seperti kita mengeluhkan sesuatu di status Facebook atau BBM. Maka, sempatkanlah! Dengan menulis orang lain akan tahu siapa diri kita, karena tulisan-tulisan kita membuat orang ingat tentang diri kita. Dan tulisanlah yang membuat dunia masih mengenang kita bahkan jika kita sudah meninggal dunia. Contohnya karya-karya Helen Keller yang berusia ratusan tahun, masih menjadi inspirasi jutaan orang untuk bangkit dari ketidakberdayaan sebagai perempuan buta, tuli, dan bisu. Bukan hanya Helen, buku harian gadis kecil bernama Anne Frank yang kemudian dibukukan setelah ia mati oleh kekejaman Nazi juga menjadi bacaan yang memperkaya dan bermanfaat.

Dibutuhkan niat yang kuat untuk mau berbagi dan mengivestasikan waktu minimal satu jam saja dalam sehari untuk menulis. Seseorang bisa menulis jika diiringi kemauan dan komitmen yang kuat untuk memulainya, kapan dan dimana saja. Niatkan dengan teguh bahwa pesan tulisan yang kita bagikan kepada pembaca bermanfaat baik, memberi pencerahan, dan menyejukkan hati. Jangan menulis hanya sekadar mencari uang meskipun ada bonus tambahan lain yang didapat dari menulis. Jadikan menulis tujuannya untuk kebaikan: ibadah. Sebagai investasi akhirat. Berharaplah semoga setiap tulisan kita yang dibaca ada sebagian pesan yang bermanfaat bagi orang lain.

Sejatinya, menulis itu adalah berbagi ilmu, informasi, ide, gagasan, pesan-pesan moral dan pengalaman. Menulis merupakan cara berkomunikasi. Semua ide, gagasan, atau saran dapat dituangkan dalam tulisan. Menulis, baik itu novel, cerpen, motivasi, inspirasi, opini, tidak bermaksud mengajari, berdakwah atau mendongeng. Nilai terpenting adalah mungkin ada manfaat yang berhak diketahui orang lain. Untuk memberi tahu apa yang ada dalam pikiran kita sehingga pembaca dapat mengambil manfaatnya. Menulis juga membuat manusia yang cermat. Jika saja semua orang punya semangat menulis untuk saling berbagi melalui tulisan, bakal betapa cerdasnya bangsa kita!

Senjata untuk membuat sebuah tulisan yang kaya makna adalah membaca buku. Buku adalah sumber ilmu dan amunisi kreativitas dalam kepala kita. Maka banyaklah membaca, karena membaca buku sumber kekuatan menulis. Dengan membaca, pengetahuan seseorang akan bertambah, akan menajamkan pikiran, dapat memercikkan gagasan, ide, dan bahan untuk bekal menulis. Francis Bacon, filsus dan penulis asal Inggris berkata, “Seseorang yang gemar membaca akan mempunyai pandagan yang luas, membuat menjadi manusia yang utuh, sedangkan orang yang gemar berdiskusi membuat orang harus siap memberikan jawaban atau mengajukan pertanyaan, dan orang yang gemar menulis membuat menjadi manusia yang cermat.”

Dr. Aidh al-Qarni, seorang hafidz Al-Quran dan pengarang buku terkenal La Tahzan mengungkapkan, “ Buku adalah teman yang paling baik. Bercakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.” Banyak hal yang dapat digali dari sebuah buku. Tetapi sedikit dari kita yang memanfaatkan buku sebagai jembatan untuk menuju dunia yang lebih baik. Ilmu yang bermanfaat akan berguna sekali bagi diri kita dan juga orang lain. Dan ketika harta ilmu itu sudah bertambah dan menggunug, tiba saatnya kita bersedekah ilmu melalui tulisan.

Hamka, seorang ulama dan sastrawan Indonesia pernah mengeluh, “Banyak kawan saya yang terlalu takut mengarang, maju-mundur sehingga tidak pernah mengarang. Mereka tidak punya keberanian, karena ingin karangannya sempurna. Mana ada di dunia ini karanganna sempurna? “ Tepat sekali, jika kita hanya terpaku pada kaidah penulisan yang benar, maka akan merasa terpenjara dengan hal-hal itu. Akibatnya gagasannya menjadi buntu, lemah, mati dan akhirnya kita tak pernah menulis. Seorang penulis berpesan dengan sangat bijak bahwa kita sebaiknya menulis seperti bercerita layaknya menggunakan bahasa lisan, yang dicerminkan kembali ke dalam bahasa tulisan. ” Writing comes more easily if you have something to say, “ kata novelis Amerika, Sholem Asch. Sempurna itu harus, namun berharap kesempurnanaan total hingga mengorbankan kreativitas itu jangan sampai terjadi. Kaidah EYD, tata bahasa, pemenggalan kata dan kaida-kaidah lainnya dalam penulisan tidak begitu saja menuntut kita harus sempurna dalam penulisan. Teruslah menulis dan jangan takut salah.

Menulis dapat digunakan sebagai alat terapi untuk lepas dari trauma dan masalah-masalah kejiwaan. Seorang psikolog klinis dan peneliti di bidang psikiatri, bernama Beikie serta Wilhem, seorang konsultan psikiater asal Australia sangat menyarakan menulis secara ekspresif sebagai terapi kejiwaan. Saat ini tersedia banyak media online dan offline yang bisa kita gunakan untuk menuangkan ekspresi ke bentuk tulisan. Ada Facebook, blog, koran, majalah, buku, wordpress, twitter, tabloid, buletin dan sebagainya yang telah membuka jalan bagi mereka yang ingin menulis.

Mulailah menulis! Dengan menulis beban dan tekanan kerja yang ada akan sedikit berkurang karena emosi yang tertuang ke dalam tulisan. Anda akan merasakan nikmatnya menulis. Dan saat yang paling bahagia adalah ketika melihat tulisan kita dimuat di media. Namun ada pesan yang tak boleh kita abaikan dari Imam Al Ghazali: “ Sebuah karangan yang ditulis sekadar mencari uang tidak akan hidup.” So, menulislah dengan hati yang ikhlas agar tulisan kita memiliki nyawa. Selamat menulis!***

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

Puisi-puisi Tahnia Katshura

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com