• Latest

Ingin Jadi Tikus Berdasi?

Desember 6, 2016
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ingin Jadi Tikus Berdasi?

Redaksiby Redaksi
Desember 6, 2016
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Syahid Mujtahidy,

Tikus merupakan panutan para koruptor. Beberapa trik licik yang sudah melekat dan menjadi habitual action di dirinya menjadi cara ampuh yang digunakan untuk berkorupsi. Lihat saja kemampuan tikus, yaitu: Pertama, tikus suka mencuri. Kedua, tikus sulit untuk ditangkap, sebab gesit dan cepat. Ketiga, tikus suka membaur dalam kehidupan kita, sama seperti para pejabat yang korupsi pasti akan berlindung dalam tabir kepalsuan dengan cara merakyat.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Orasi singkat saya:

Korupsi dilakukan oleh para tikus berdasi. Adanya karena sesuap nasi atau ambisi, tapi bukan ajang cari sensasi. Caranya berebut kursi, katanya untuk beri solusi, tahunya hanya bikin budaya terdekadensi dan negeri terdegradasi. Gayanya membagi konsumsi, ternyata hanya agar tak terdeteksi oleh KPK dan polisi atau berlindung dengan cara berkoalisi. Si selanjutnya, “siapa yang mau merekonstruksi?”Jawabnya, “Iya, kita sebagai regenerasi yang tak terkontaminasi jadi degenerasi.”

Oretan singkat di atas menggambarkan seseorang yang bermartabat, tapi bejat di tengah-tengah hiruk pikuknya negeri ini. Kita bisa menganalisis bersama, siapa yang tidak mau hidup mewah, dengan semua fasilitas yang memanjakan dan hidangan selalu menggoyang lidah? Namun bukan berarti menghalalkan segala macam cara untuk bersenang-senang di atas penderitaan yang lemah.

ADVERTISEMENT

Para pejabat yang sudah bermuka tikus berdasi, bukan berarti tidak pernah mengenyam bangku pendidikan atau tidak mengenal benar dan salah. Tapi, rabun yang menyelimuti kehidupannya (ambisi) membuat lupa akan segala risiko dari yang dilakukan. Itu bisa berasal dari kebutuhan individu atau keluarga. Terkadang, para koruptor memang benar-benar butuh dan berada dalam posisi yang tertekan, seperti banyak hutang, lagi ketimpa musibah dan lain sebagainya. Tapi tetap itu bukan alasan untuk menghalalkan korupsi.

Di samping itu, pendidikan ternyata menyajikan wajah yang berbeda. Wadah yang katanya edukatif, ternyata bisa menjadi wadah praktikum bagi para koruptor muda. Ladang-ladang empuk yang memanjakan mata di setiap organisasi yang ada di lingkungan sekolah, terutama tingkat Sekolah Menengah Atas, namun hanya dengan skala yang lebih minim. Sebab, mereka masih awam akan tuntutan dunia kemandirian dan virus senioritas yang notabennya sebagai pewaris pengalaman, ternyata masih tidak terlalu kuat.

Berbeda dengan tingkat Sekolah Tinggi atau Universitas, di sana para virus senioritas yang menyerang meracuni setiap isi pemikiran kader. Proses pengkaderan tersebut terbagi ke dalam dua bagian. Pertama, senioritas mengkader dengan cara terang-terangan dengan memanfaatkan kedekatan emosional. Karena, setiap senior pasti membawa atau memiliki kader yang diprioritaskan. Konsep demokrasi hanya menjadi perbincangan belaka, tanpa berjalan selaras dengan fakta.

Kedua, lingkungan yang memberikan efek. Aktivitas yang merupakan bagian dari tindakan korupsi selalu memanjakan para mata kader. Jadi, kita tidak butuh heran, kalau itu sudah menjadi habitual action bagi setiap mahasiswa yang mana akan menjadi penerus nantinya. Kesimpulannya, masa depan Indonesia sudah bisa terlihat dari wajah-wajah para pemuda terutama mahasiswa yang katanya sudah menghabiskan waktu dalam lingkungan edukatif. Tapi pertanyaannya, apakah para mahasiswa sudah terdidik dengan baik di lingkungan kampus?

Setiap orang digambarkan layaknya kertas putih yang tanpa ada setetes tinta pun. Itu sama dengan para pemuda dan pelajar di Indonesia. Hakikatnya, mereka polos dan masih putih. Namun, kita bisa lihat dari siapa yang memegang kertas tersebut dan hidup dimana kertas itu. Sebenarnya, media yang selalu mengabarkan tentang penangkapan dan berapa banyak yang dikorupsi, itu bisa menjadi tontonan yang bisa jadi indoktrinisasi bagi para penonton, terutama pemuda. Selanjutnya, tontonan tampak layaknya kasus-kasus yang di temui oleh para mahasiswa terkadang menjadi acuan untuk memilih jalan yang salah dalam mendapatkan limpahan harta, yang terkadang hanya untuk bersenang-senang.

Jika memang faktanya seperti itu, pencegahan yang seharusnya berawal dari kesadaran diri sendiri tidak secepatnya tumbuh di masing-masing sang pelaku. Dan, korupsi masih marak terjadi di negeri ini tanpa berubah menjadi bahan liputan yang basi. Serta tindakan korupsi sudah dinilai tidak akan merugikan beberapa pihak, terutama rakyat, jika sudah biasa terjadi. Maka, saya dengan lantang akan mengimpikan dan menanamkan kepada diri saya sendiri untuk berjanji akan menjadi seekor tikus yang berdasi untuk bisa menyejahterakan rakyat Indonesia pada Jumat, 09 Desember 2016. Dengan harapan, semua orang tahu inilah aku seorang calon kuroptor yang budiman.

Syahid Mujtahidy, Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) Semester V STAIN Pamekasan, kelahiran Sumenep 20 Januari 1995.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Rapat TPID: Lima Komoditi Pengaruhi Inflasi Bulan November

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com