POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ingin Jadi Tikus Berdasi?

RedaksiOleh Redaksi
December 6, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Syahid Mujtahidy,

Tikus merupakan panutan para koruptor. Beberapa trik licik yang sudah melekat dan menjadi habitual action di dirinya menjadi cara ampuh yang digunakan untuk berkorupsi. Lihat saja kemampuan tikus, yaitu: Pertama, tikus suka mencuri. Kedua, tikus sulit untuk ditangkap, sebab gesit dan cepat. Ketiga, tikus suka membaur dalam kehidupan kita, sama seperti para pejabat yang korupsi pasti akan berlindung dalam tabir kepalsuan dengan cara merakyat.

Orasi singkat saya:

Korupsi dilakukan oleh para tikus berdasi. Adanya karena sesuap nasi atau ambisi, tapi bukan ajang cari sensasi. Caranya berebut kursi, katanya untuk beri solusi, tahunya hanya bikin budaya terdekadensi dan negeri terdegradasi. Gayanya membagi konsumsi, ternyata hanya agar tak terdeteksi oleh KPK dan polisi atau berlindung dengan cara berkoalisi. Si selanjutnya, “siapa yang mau merekonstruksi?”Jawabnya, “Iya, kita sebagai regenerasi yang tak terkontaminasi jadi degenerasi.”

Oretan singkat di atas menggambarkan seseorang yang bermartabat, tapi bejat di tengah-tengah hiruk pikuknya negeri ini. Kita bisa menganalisis bersama, siapa yang tidak mau hidup mewah, dengan semua fasilitas yang memanjakan dan hidangan selalu menggoyang lidah? Namun bukan berarti menghalalkan segala macam cara untuk bersenang-senang di atas penderitaan yang lemah.

Para pejabat yang sudah bermuka tikus berdasi, bukan berarti tidak pernah mengenyam bangku pendidikan atau tidak mengenal benar dan salah. Tapi, rabun yang menyelimuti kehidupannya (ambisi) membuat lupa akan segala risiko dari yang dilakukan. Itu bisa berasal dari kebutuhan individu atau keluarga. Terkadang, para koruptor memang benar-benar butuh dan berada dalam posisi yang tertekan, seperti banyak hutang, lagi ketimpa musibah dan lain sebagainya. Tapi tetap itu bukan alasan untuk menghalalkan korupsi.

📚 Artikel Terkait

Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Di Bukit Jalin Lembaga Pendidikan Tinggi Seni bernama ISBI Aceh Berdiri, Membangun Kebudayaan Aceh dan Nusantara

‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi

HABA Si PATok

Di samping itu, pendidikan ternyata menyajikan wajah yang berbeda. Wadah yang katanya edukatif, ternyata bisa menjadi wadah praktikum bagi para koruptor muda. Ladang-ladang empuk yang memanjakan mata di setiap organisasi yang ada di lingkungan sekolah, terutama tingkat Sekolah Menengah Atas, namun hanya dengan skala yang lebih minim. Sebab, mereka masih awam akan tuntutan dunia kemandirian dan virus senioritas yang notabennya sebagai pewaris pengalaman, ternyata masih tidak terlalu kuat.

Berbeda dengan tingkat Sekolah Tinggi atau Universitas, di sana para virus senioritas yang menyerang meracuni setiap isi pemikiran kader. Proses pengkaderan tersebut terbagi ke dalam dua bagian. Pertama, senioritas mengkader dengan cara terang-terangan dengan memanfaatkan kedekatan emosional. Karena, setiap senior pasti membawa atau memiliki kader yang diprioritaskan. Konsep demokrasi hanya menjadi perbincangan belaka, tanpa berjalan selaras dengan fakta.

Kedua, lingkungan yang memberikan efek. Aktivitas yang merupakan bagian dari tindakan korupsi selalu memanjakan para mata kader. Jadi, kita tidak butuh heran, kalau itu sudah menjadi habitual action bagi setiap mahasiswa yang mana akan menjadi penerus nantinya. Kesimpulannya, masa depan Indonesia sudah bisa terlihat dari wajah-wajah para pemuda terutama mahasiswa yang katanya sudah menghabiskan waktu dalam lingkungan edukatif. Tapi pertanyaannya, apakah para mahasiswa sudah terdidik dengan baik di lingkungan kampus?

Setiap orang digambarkan layaknya kertas putih yang tanpa ada setetes tinta pun. Itu sama dengan para pemuda dan pelajar di Indonesia. Hakikatnya, mereka polos dan masih putih. Namun, kita bisa lihat dari siapa yang memegang kertas tersebut dan hidup dimana kertas itu. Sebenarnya, media yang selalu mengabarkan tentang penangkapan dan berapa banyak yang dikorupsi, itu bisa menjadi tontonan yang bisa jadi indoktrinisasi bagi para penonton, terutama pemuda. Selanjutnya, tontonan tampak layaknya kasus-kasus yang di temui oleh para mahasiswa terkadang menjadi acuan untuk memilih jalan yang salah dalam mendapatkan limpahan harta, yang terkadang hanya untuk bersenang-senang.

Jika memang faktanya seperti itu, pencegahan yang seharusnya berawal dari kesadaran diri sendiri tidak secepatnya tumbuh di masing-masing sang pelaku. Dan, korupsi masih marak terjadi di negeri ini tanpa berubah menjadi bahan liputan yang basi. Serta tindakan korupsi sudah dinilai tidak akan merugikan beberapa pihak, terutama rakyat, jika sudah biasa terjadi. Maka, saya dengan lantang akan mengimpikan dan menanamkan kepada diri saya sendiri untuk berjanji akan menjadi seekor tikus yang berdasi untuk bisa menyejahterakan rakyat Indonesia pada Jumat, 09 Desember 2016. Dengan harapan, semua orang tahu inilah aku seorang calon kuroptor yang budiman.

Syahid Mujtahidy, Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) Semester V STAIN Pamekasan, kelahiran Sumenep 20 Januari 1995.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Rapat TPID: Lima Komoditi Pengaruhi Inflasi Bulan November

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00