• Latest

Potret Kejahatan Seksual Online di Indonesia

November 18, 2016
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Potret Kejahatan Seksual Online di Indonesia

Redaksiby Redaksi
November 18, 2016
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Oleh Trance Taranokanai 
Penulis berdomisili di Jakarta
Dewasa ini kejahatan seksual berkembang dengan pesatnya dan menimpa para remaja. Tak hanya di dunia nyata, dunia maya pun disebut-sebut memegang andil dalam penyebaran virus satu ini. Teknologi yang semakin mudah dan canggih menjadikan khalayak lebih tertarik dengan media ini. Tak ada yang salah dengan kemajuan teknologi. Yang salah adalah si pemakai yang menyalahgunakan keberadaannya. Tak bisa dipungkiri, keberadaan teknologi tak hanya digandrungi, namun juga menjadi media penting dimana pergerakannya begitu cepat. Lihat saja, ketika kita mengklik suatu nama yang dibutuhkan, maka dengan mudahnya ribuan situs akan muncul hanya dalam waktu persekian detik. Berbeda rasanya ketika kita mencari di perpustakaan. Tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Itulah sebabnya, media online lebih digemari oleh khalayak ramai.
Dari hasil penelusuran google dengan keyword kejahatan terhadap anak lewat online, terdapat sekitar 1.730.000 materi yang membahas topik ini di berbagai websites. Dan berdasarkan salah satu situs di http://sosbud.kompasiana.com per 31 Oktober 2012 dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara pelanggar tertinggi kejahatan seksual online terhadap anak di Facebook sebanyak 6 kasus dengan jumlah upload foto 18,747 gambar.
Selain itu, dalam situs http://www.tempo.co, dikatakan pula bahwa berdasarkan hasil Survei di Indonesia tahun 2008 terhadap 1.625 siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 4-6 di wilayah Jabodetabek yang menunjukkan 66% di antaranya telah menyaksikan materi pornografi online. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati itu menunjukkan bahwa materi pornografi diperoleh anak dengan persentase 24% via komik, 18% via games online, 16% melalui situs porno, 14% melalui film dan telepon selular. Berbagai alasan pun dikemukakan mulai dari pengaruh teman, hanya sekedar iseng, hingga takut dianggap tidak gaul. Banyak dari para remaja yang kurang memahami dampak buruk yang ditimbulkan dari materi pornografi tersebut. Sungguh ironis bukan?
Lalu, apa yang negara lakukan pada tindak pidana kasus yang satu ini? Tak ada tindakan signifikan yang sudah diambil oleh aparat penegak hukum dalam memberikan sanksi terhadap para pelaku. Semakin hari tindak kriminal seksual secara online semakin merajalela dengan luasnya. Semua itu terkait karena tak adanya undang-undang yang membatasi usia pengguna media online. Sistem akses yang mudah, murah dan cepat menjadikan momok tersendiri bagi para orangtua akan tumbuh kembang anaknya.
Keberadaan media online diyakini benar manfaatnya, namun disisi lain ia seperti dua sisi mata uang yang saling menyatu dimana ada manfaat namun diikuti oleh kerugian. Sulit rasanya memisahkan dan mencari solusi atas kasus ini. Untuk itu, hal yang paling bijak adalah dengan memberikan edukasi serta penyuluhan kepada para orangtua agar dapat memantau setiap perkembangan dan perilaku si anak. Hal ini juga ditujukan agar orangtua mampu memberikan pemahaman pendidikan seksual yang terbaik dan tepat dalam penyampaiannya pada anak. Karena bagaimanapun juga anak membutuhkan pengenalan pendidikan seksual tersebut ketika anak sudah mulai mengenal anggota tubuhnya.
Tentu saja pendidikan ini harus disesuaikan dengan porsi dan usia anak. Hal ini bermanfaat agar si anak tidak memperoleh edukasi seksual dari tempat dan sumber yang salah. Serta sebagai orangtua sudah seharusnya menghilangkan pola fikir bahwa pendidikan seksual pada anak bukanlah sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Selain itu, penanaman landasan moral, agama dan norma-norma kesopanan harus pula ditumbuhkan oleh para orangtua sejak anak berusia dini. Itu sebabnya, dibutuhkan kedisiplinan dan aturan –aturan yang bermula dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Setidaknya, hal ini diharapkan dapat memberi solusi dan sedikit mengurangi angka kriminalitas seksual online yang terjadi di negara ini.
Sudah selayaknya keluarga memperhatikan buah hati hingga wilayah sosial si anak. Sebuah bentuk perhatian yang tegas, disiplin dan bertanggungjawab namun bukan bersifat pengekangan. Keintiman antara hubungan suami-isteri, orangtua dan anak juga diyakini mampu merubah generasi yang lebih baik. Semua berawal dari rumah. Itu sebabnya, sebaiknya antara ayah dan ibu menyamakan dahulu persepsi dan aturan di rumah untuk anak-anaknya. Kemudian, jalinlah komunikasi yang baik antara anak dan orangtua agar tercipta suasana rumah yang kondusif. Setidaknya, beberapa hal tersebut mampu membentuk karakter untuk generasi yang berakhlak baik sesuai ajaran agama dan norma-norma yang ada. Sehingga, nilai persentase akan tindak kriminalitas seksual melalui online dapat ditekan seminim mungkin.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Discussion about this post

Next Post

Proyek Berkelanjutan dan Mentalitas Pembangunan Kita

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com