POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Saat Pendidikan Hanya Jadi Program Pendukung

Awalin Ridha, S. PdOleh Awalin Ridha, S. Pd
August 22, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Awalin Ridha, S. Pd

Menjadi guru di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Di banyak sekolah, ruang kelas masih gelap tanpa listrik, papan tulis sudah lusuh, dan buku pelajaran sangat terbatas.


Data Kemendikbudristek 2025 menunjukkan masih ada sekitar 5.758 sekolah di wilayah 3T yang belum tersambung listrik dan sekitar 10.692 sekolah yang belum memiliki akses internet.* Dalam kondisi seperti ini, digitalisasi pendidikan yang sering digaungkan hanya terdengar mewah di atas kertas, tetapi hampa di lapangan.

Realitas yang dialami sering kali lebih mengguncang daripada sekedar data. Di Kabupaten Alor, kepala sekolah dan guru harus keluar kelas mencari sinyal sekadar untuk mengirim materi pelajaran atau mengikuti rapat daring bahkan kadang rapat digelar di gerbang kampung demi mendapatkan koneksi.

Di Asmat, Papua, sekolah desa hanya bisa dicapai dengan perahu sungai, dan guru-siswa baru bisa bertemu ketika air pasang. Pendidikan bagi anak-anak di sana bukan hak otomatis, melainkan perjuangan penuh risiko dan kesabaran.

Pemerintah memang tidak sepenuhnya diam. Program digitalisasi pembelajaran mulai digulirkan; pada 2025 tercatat lebih dari 33 ribu sekolah di wilayah 3T mendapat bantuan smart board, laptop, internet satelit, hingga panel surya.

Kemendikdasmen bahkan merencanakan revitalisasi 1.623 sekolah 3T pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp2 triliun. Namun biaya membangun atau merenovasi sekolah di Papua Pegunungan bisa mencapai Rp800–900 juta, tiga kali lipat dari biaya di Jawa Barat. Upaya ini terasa seperti menambal ban bocor, bukan mengganti ban yang aus.

Sayangnya, di Indonesia urutannya sering terbalik. Pendidikan ditempatkan sebagai “program pendukung” di belakang agenda populis; dana besar mengalir untuk subsidi energi atau program konsumsi massal seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara guru di perbatasan bertugas tanpa rumah dinas layak dan tanpa akses transportasi memadai.

📚 Artikel Terkait

Kejagung Mulai Panen Koruptor

DPRA: Inovasi Samsat Warung Kopi Jadi Contoh!

Disdukcapil Lakukan Perekaman KTP di SMA Negeri 9 Banda Aceh

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota

Beberapa provinsi bahkan belum memenuhi alokasi 20% APBD untuk pendidikan, ada yang hanya 4–5%, sebuah tanda jelas bahwa prioritas masih melenceng dari konstitusi. Tidak salah jika gizi anak menjadi perhatian, tetapi pendidikan tidak boleh ditempatkan di kursi belakang.

Apa gunanya anak tumbuh sehat secara fisik jika sekolahnya roboh, gurunya tak sejahtera, dan pelajarannya tak tersampaikan karena listrik serta internet tak tersedia? Pertanyaan yang seharusnya menggugah: apakah cukup anak-anak hanya diberi makan bergizi tanpa diberi ruang belajar yang layak?

Jika menengok ke Cina, kita bisa melihat bagaimana negara tersebut sejak awal 2000-an menempatkan pendidikan sebagai tulang punggung pembangunan. Program Project Hope membangun puluhan ribu sekolah di pedesaan dan mendukung jutaan siswa miskin agar tetap belajar.

Pada 2003, pemerintah Cina meluncurkan Modern Distance Education Programme untuk menghubungkan lebih dari 100 juta siswa desa dengan materi pembelajaran digital melalui satelit dan laboratorium komputer. Langkah ini diteruskan dengan strategi “Internet Plus Education” yang pada 2015 saja mengucurkan dana sekitar ¥61 miliar (lebih dari Rp130 triliun), sehingga pada 2016 sekitar 95% sekolah di Cina sudah tersambung internet, dengan 60% di antaranya memiliki broadband berkecepatan tinggi. Kini, hampir semua sekolah dasar dan menengah di pedalaman Cina memiliki ruang multimedia, akses internet, dan guru yang dilatih untuk mengajar dengan teknologi digital.


Bandingkan dengan Indonesia, *di mana ribuan sekolah di 3T masih gelap tanpa listrik dan koneksi internet pada 2025*. Sementara Cina sudah memastikan siswa di desa-desa terpencil mengikuti pelajaran berkualitas sama dengan kota besar sejak lebih dari satu dekade lalu


Ironisnya, negara justru lebih fokus membiayai program-program populis seperti MBG ketimbang memastikan setiap anak memiliki ruang belajar yang layak dan setiap guru mendapat kesejahteraan memadai.

Guru di wilayah 3T bukan pelengkap pembangunan, tetapi garda depan peradaban. Mereka tetap mengajar meski fasilitas hampir nihil, tetap mencerdaskan anak-anak bangsa meski gaji tak cukup. Jika negara gagal memberi mereka kesejahteraan, jaminan sarana, dan dukungan infrastruktur, jangan heran bila kesenjangan pendidikan semakin lebar.

Pendidikan tidak boleh dipandang sebagai sektor tambahan. Ia adalah fondasi utama pembangunan itu sendiri. Bangsa ini tidak akan maju dengan perut kenyang semata, tetapi dengan pikiran yang tercerahkan. Saat negara salah langkah menempatkan prioritas, masa depan generasi kita yang membayar harganya.

Penulis : Awalin Ridha, S. Pd
Pemerhati Pendidikan, Sosial dan Politik

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Awalin Ridha, S. Pd

Awalin Ridha, S. Pd

Awalin Ridha, S. Pd, pemerhati pendidikan, sosial dan politik. Penulis opini di media masa online.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Cara Mudah Membangun Dunia. Jyhan Rashida, Dunia Fiksi: Seni dan Rahasia Membangun Dunia dalam Karya Fantasi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00