POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 19, 2025
Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Di tengah geliat kehidupan Cepu, berdirilah sebuah padepokan yang menyimpan harapan besar bagi generasi muda. Namanya Padepokan Mustika Segu, sebuah pusat pembinaan yang tidak sekadar mengajarkan bela diri, tetapi juga membentuk watak dan kepribadian.

Nama Mustika Segu bukan sekadar simbol. “Segu” diambil dari nama senjata khas dalam perguruan silat Tapak Suci—sebuah lambang ketegasan, ketajaman, sekaligus kehormatan. Pilihan nama ini mencerminkan semangat padepokan dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak didiknya.

Berlokasi di Lorong 2, Gang Yudistira, Desa Getas, Kecamatan Cepu, Padepokan Mustika Segu menjadi rumah bagi 25 anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari usia dini hingga remaja. Dalam keheningan lorong kecil itulah suara langkah, napas yang diatur, dan hentakan jurus membentuk simfoni perjuangan anak-anak yang sedang ditempa menjadi pribadi tangguh.

Padepokan ini dipimpin oleh sosok inspiratif, Mas Winardi. Dengan dedikasi tanpa pamrih, ia mengabdikan dirinya untuk melatih, membimbing, dan membentuk karakter para santri silat yang diasuhnya. Ia tak hanya menjadi pelatih, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak nilai moral bagi anak-anak.

Program utama yang diajarkan di Padepokan Mustika Segu meliputi Seni Tunggal IPSI dan Laga. Keduanya merupakan cabang dari dunia pencak silat yang menuntut lebih dari sekadar kekuatan fisik. Seni tunggal menanamkan ketepatan, keindahan, dan penguasaan diri. Sedangkan laga melatih ketangguhan, strategi, dan sportivitas.

Di era ketika anak-anak semakin larut dalam dunia digital, keberadaan padepokan seperti Mustika Segu menjadi oase pendidikan karakter yang sangat berarti. Alih-alih membiarkan mereka tenggelam dalam kecanduan gawai, padepokan ini menghadirkan ruang aktualisasi diri yang sehat, produktif, dan membangun.

📚 Artikel Terkait

SMKN 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, Rancang Penyelarasan Kurikulum Bersama PT Astra Daihatsu Motor

Pentingnya Kemampuan Public Speaking bagi Lulusan SMK Muhammadiyah 1 Cepu dalam Menghadapi Dunia Kerja dan Sosial

Isra’ Mi’raj; Perjalanan Terindah Sepanjang Sejarah

Democratic Policing, Regresi Demokrasi dan Reformasi Polri

Anak-anak yang bergabung di Mustika Segu tidak hanya belajar jurus dan teknik. Mereka juga dibimbing untuk memahami pentingnya kedisiplinan, rasa hormat kepada guru, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi inti dari pendidikan bela diri tradisional.

Menariknya, pendekatan yang digunakan di padepokan ini tidak keras atau menakutkan. Mas Winardi dan tim pelatih lebih menekankan pada pendekatan humanis. Anak-anak merasa nyaman, dihargai, dan sekaligus tertantang untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

Padepokan Mustika Segu adalah bukti bahwa pendidikan karakter bisa dibangun dari akar budaya sendiri. Pencak silat, sebagai warisan bangsa, menjadi media efektif untuk membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual.

Kehadiran padepokan ini layak diapresiasi dan didukung oleh masyarakat sekitar maupun pemerintah. Di tengah krisis keteladanan dan lunturnya nilai-nilai luhur, Mustika Segu tampil sebagai penjaga lentera, menjaga nyala semangat dan etika generasi muda.

Apa yang dilakukan Mas Winardi adalah bentuk nyata dari dedikasi terhadap kemajuan bangsa. Ia tidak menunggu perubahan datang dari atas, tetapi memulainya dari lorong kecil di desa yang mungkin tidak dikenal banyak orang, namun penuh makna.

Refleksi dari padepokan ini mengingatkan kita bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil. Dari satu padepokan, bisa lahir pemuda-pemudi yang kelak membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Padepokan Mustika Segu bukan sekadar tempat berlatih. Ia adalah ruang transformasi, tempat di mana anak-anak belajar untuk mengenali diri, mengalahkan ego, dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Cepu patut berbangga memiliki Mustika Segu. Di tempat itulah generasi masa depan tengah ditempa dengan semangat kebangsaan, kebajikan, dan keuletan. Mari kita dukung agar semangat ini terus menyala, menerangi masa depan Indonesia. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
AI di Ranah Akademik: Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Ilmiah

AI di Ranah Akademik: Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Ilmiah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00